MELALUI RUANG

Thursday, January 31, 2019

Stranger Things: The Game for Android

January 31, 2019 0
Stranger Things: The Game for Android

Awal mula saya tertarik bermain gim Stranger Things tidak lain karena saya mengikuti tv series keluaran Netflix tersebut. TV series Stranger Things sejauh ini baru mencapai season 2, season 3 baru release bulan Juli 2019. Nah gim yang saya mainkan ini mencakup Stranger Things season 1 dan 2, karena sudah ada karakter Max juga. Sekilas info, tv series Stranger Things berkisah tentang seorang anak bernama Will Bryers yang tersesat di Upside Down. Upside Down berada di dimensi lain yang merupakan salinannya Hawkins tapi dalam bentuk yang mencekam. Pintu Upside Down ini tidak sengaja dibuka oleh Eleven, seorang anak perempuan yang memiliki kemampuan psikokinetik. Lalu Mike dan kawan-kawan berusaha mencari Will dengan bantuan Eleven.

Gim Stranger Things keluaran BonusXP, Inc. ini tidak terlalu berat, size-nya cuma sekitar 90 MB. Saya memainkan gim ini di ponsel dengan RAM 3 GB dan memori 24 GB, lancar jaya kok. Gim action adventure ini memiliki gambar yang khas gaya pixel art, jadi kesan jadulnya terasa tapi sama sekali tidak mengurangi keseruannya. Tentu saja setting waktu tv seriesnya saja di tahun 1980an. Ada dua mode gim yaitu normal dan klasik. Kalian dinyatakan berhasil kalau sudah mencapai presentase 100% di kedua mode tersebut.
Pemain akan menjelajahi kota Hawkins untuk menyelesaikan misi. Area-area di dalam gim sama seperti tv seriesnya, ada hutan Mirkwood, perpustakaan, sekolah, laboratorium, sampai Upside Down pun juga ada. Di area tertentu dibuat menjadi dungeon,  ketika memasuki area tersebut kalian akan menghadapi sejumlah musuh dan harus menyelesaikan puzzle untuk bisa menjelajahi seluruh area yang terkunci. Menurut kamus bahasa inggris dungeon adalah penjara bawah tanah terutama yang berada di kastil atau benteng, sedangkan dalam dunia gim dungeon dapat diartikan sebagai labirin yang penuh dengan rahasia.
Selama menjelajahi area kalian juga harus melengkapi eggos, tape, dan gnomes yang bisa kalian temui di area tertentu. Untuk meningkatkan daya hidup kalian harus menemukan quest item yang nantinya didistribusikan ke karakter non-player yang membutuhkan item tersebut. Semua item-item tersebut tersembunyi di setiap sudut Hawkins.
Karater pertama yang bisa kalian gunakan adalah Jim Hopper yang memiliki keahlian meninju. Jika misi awal Jim berhasil nanti akan ada petunjuk di peta, dia harus mencari karakter siapa untuk membantu misi selanjutnya. Lalu jika kalian berhasil membuka semua pintu di salah satu dungeon kalian akan menemukan karakter lain. Karakter kedua yang bisa kalian temukan adalah Lucas Sinclair yang memiliki kemampuan menembak dengan ketapel. Jika misi selesai di satu dungeon, peta akan kembali menunjukkan keberadaan karakter lain. Di sini karakter ketiga adalah Nancy Wheeler yang memiliki kemampuan memukul dengan tongkat baseball.
Karakter keempat adalah Mike Wheeler yang memiliki kemampuan bersepeda dan mengganggu musuh dengan cahaya senter. Jadi Mike ini tidak memiliki kemampuan untuk melumpuhkan lawan ya guys.
Karakter kelima adalah Will Byers yang memiliki kemampuan merayap di gorong-gorong dan pukulan ringan.
Karakter keenam adalah Dustin Henderson yang memiliki kemampuan mengecoh musuh dengan pudding.
Karakter ketujuh adalah Eleven yang memiliki kemampuan berpindah tempat melalui kolam air. Tapi untuk menemukan Eleven kalian harus melengkapi eggos terlebih dahulu untuk bisa membuka kotak yang berisi kunci khusus. Saya tidak terlalu suka dengan karakter ini, ya memang sih dia bisa menghemat waktu untuk pindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya.
Dan, karakter terakhir adalah Maxine Mayfield (Max). Dia memiliki kemampuan melempar musuh dengan koin dan berkendara dengan skateboard. Berbeda dengan karakter lain yang akan kalian temui di dungeon, Max bisa kalian temui di depan area bermain gim. Dia akan setuju gabung ke squad jika kalian berhasil menemukan item yang dia minta.
Quest item yang kalian temukan di area-area gim juga bisa membantu meningkatkan kemampuan karakter player. Misalnya kalian menemukan paku, nah itu bisa digunakan untuk memodifikasi tongkat baseball milik Nancy sehingga memiliki dampak kerusakan terhadap musuh lebih besar. Atau kalian bisa menemukan tas sehingga bisa menampung lebih banyak batu dan pudding.
Sejauh ini saya belum tamat main gim ini. Mode normal baru mencapai 92,6% dan mode klasik 14,8%. Di mode normal saya sudah berhasil mengalahkan Demogorgon, tapi saya belum melengkapi gnomes dan belum menemukan semua quest item (Padahal sudah ngubek-ngubek semua area berulang-ulang. Haha...).
Karakter yang paling saya sukai di gim ini adalah Nancy, Lucas, dan Dustin, yang lain cuma pelengkap untuk situasi tertentu. Seperti waktu masuk ke Upside Down, yang bisa masuk cuma Jim karena pakaian pelindungnya untuk dewasa dan area tersebut juga berbahaya untuk anak-anak. Terus waktu dikejar oleh mobil orang-orang dari Laboratorium Hawkins hanya bisa pakai karakter Mike. Kenapa saya suka Nancy, karena kemampuan Nancy memukul memiliki dampak kerusakan yang besar, bahkan bisa menghancurkan tembok yang tidak bisa dilakukan dengan tinjuan Jim. Sedangkan kemampuan Lucas sangat cocok untuk pertempuran jarak jauh atau menjangkau hal-hal yang jauh lah. Kalau kemampuan Dustin itu berguna sekali waktu menghadapi elite group, lumayan untuk mengecoh mereka.
Untuk karakter tertentu seperti Lucas, Dustin, dan Max kalian harus mengumpulkan batu; pudding; dan koin. Soalnya itu adalah sumber kekuatan mereka. Kalian bisa menemukan item tersebut di sekitar semak, tong sampah, loker, lemari, atau bahkan setelah mengalahkan musuh kalian bisa mendapatkan item tersebut.
Beberapa musuh memiliki kekebalan dan tidak bisa dihancurkan hanya dengan pukulan, yang bisa kalian lakukan adalah mengecohnya. Musuh yang memiliki kekebalan ini biasanya masuk ke elite group dan akan muncul sebelum kalian mengakhiri misi di suatu dungeon. Kalau kalian sudah masuk ke area para elite group berada, maka mau tidak mau kalian harus mengalahkan mereka karena tidak ada jalan untuk kembali.
Selain mengalahkan musuh di sini juga ada gangguan dari hewan guys. Itu lumayan annoying sih soalnya bisa mengurangi daya hidup. Hewan yang mengganggu di gim ini adalah burung hantu dan satu lagi beruang. Kalau beruang tidak bikin daya hidup berkurang, tapi dia menutup beberapa akses jadi kalian harus mengecohnya. Eh ada lagi semacam makhluk dari Upside Down. Kalau ditembak mereka akan membelah diri. Mereka juga bisa mengurangi daya hidup.
Ketika daya hidup habis kalian bisa mengulangi permainan di check point yang sudah ditentukan, jadi kalian tidak akan sepenuhnya keluar dari dungeon kok. Kan nyesek ya kalau harus mengulang dari awal. Sejauh ini daya hidup saya ada 13 hati, lumayan membantu waktu menghadapi elite group.
Ada satu karakter non-player yang berguna untuk memulihkan daya hidup, yaitu Joyce Bryers. Tapi kalian harus menemuinya di rumahnya, dekat hutan Mirkwood. Kurang membantu sih kalau kalian sudah terjebak di dalam dungeon.
Nah menurut kalian gimana, seru dan menarik kan gim Stranger Things. Menurut saya sih seru. Silakan coba main untuk membuktikan sendiri.

Wednesday, January 30, 2019

Kedai Kopi Tarik Ungaran

January 30, 2019 4
Kedai Kopi Tarik Ungaran

Berlokasi di Jl. Kartini No. 230 B, Sembungan, Ungaran, Kedai Kopi Tarik memanfaatkan rumah hunian sebagai area usaha. Kedai ini memang tidak tampak seperti kedai kopi pada umumnya. Saya yang sering melewati lokasi tersebut pun tidak notice ada kedai kopi di situ. Apalagi lokasi kedai tersebut di tikungan dan tidak menyediakan area parkir, ya karena memang jarak halaman dan jalan raya itu mepet sekali. Tapi kalian bisa parkir di seberang, ada cukup area yang tidak membuat kendaraan memenuhi badan jalan.
Dok. pribadi

Saya tahu lokasi Kedai Kopi Tarik Ungaran justru dari teman saya. Waktu itu saya ke kedai tersebut sekitar jam 19:00 saat weekday, suasana lumayan lengang. Di bagian halaman ada area semacam bar gitulah, area khusus untuk meracik kopi. Beberapa peralatan juga digantung di sisi-sisi bar. Ketika bartender membuat kopi tarik jadi semacam atraksi saja sih. Kursi-kursi untuk pelanggan berada di halaman dan juga di dalam rumah. Saya memilih kursi di bagian teras dan belum pesan apa-apa karena teman belum datang. Sambil menunggu saya melihat-lihat menu, ternyata kedai ini tidak cuma menyajikan kopi tapi juga minuman berempah (saya lupa tidak memfoto menu minuman rempahnya). Saking banyaknya varian kopi saya bingung mau memesan yang mana. Sementara itu untuk menu makanan berat dan camilan memang sangat kurang. Hanya ada indomie, nasi telur, mendoan, pisang goreng, singkong goreng (cuma itu saja sejauh yang saya ingat).
Dok. pribadi


Dok. pribadi

Setengah jam kemudian teman saya datang, lalu kami pindah ke kursi di dalam yang di sampingnya ada rak buku.  Semakin malam orang-orang berdatangan dan kursi terisi seluruhnya. Bahkan pemilik terpaksa menolak pelanggan karena sudah tidak ada tempat duduk lagi.
Setelah memilih-milih saya memutuskan untuk memesan cold brew coffee. Cold brew coffee adalah kopi yang direndam dalam air selama 18-24 jam untuk mendapatkan konsentrat kopi yang selanjutnya diencerkan ketika akan disajikan. Saya kurang tahu metode apa yang mereka gunakan, karena memang ada beberapa metode untuk membuat cold brew coffee. Ngomong-ngomong, cold brew coffee, cold drip coffee dan iced coffee beda ya guys. Yang membedakan mereka ini jelas metode pembuatannya dan cita rasa yang muncul. Cold drip coffee dibuat dengan cara brewing kopi menggunakan air dingin yang diteteskan secara perlahan ke bubuk kopi, sehingga teknik ini memerlukan dripper. Proses brewing tersebut dapat mencapai 1 – 24 jam.
Di kedai ini juga menyediakan menu cold drip cofffee. Sebenarnya saya juga tertarik dengan kopi tariknya, namanya saja Kedai Kopi Tarik Ungaran sudah jelas ya spesialis kopi tarik, tapi mungkin lain kali saja saya pesan kopi tarik. Saya juga pesan semua camilan (ya karena adanya itu saja).
Waktu untuk menu-menu yang saya pesan tiba di meja itu lama banget. Mengingat pelanggannya banyak banget dan mungkin peralatan serta tenaga mereka juga kurang. Menu itu pun tiba antara setengah hingga satu jam. Jadi kalau kalian kurang sabar mending kalian datangnya agak sorean saja, kalau semakin malam justru tambah ramai. Pengunjung pun tidak hanya anak muda, beberapa kali saya lihat ada orang tua dan anak-anak.
Cita rasa cold brew coffee tidak begitu pahit meskipun tanpa gula, sedikit asam, aroma kopinya terasa banget. Saya cuma bisa mendeskripsikan sebatas itu maklum belum expert dalam dunia perkopian (belum bisa membedakan guys spicy, caramel, chocolate, floral & fruty, slight earthy, herbal, nutty, herbal, dll). Body-nya pun aku belum bisa membedakan. Haha...
Kopi yang mereka gunakan ini ternyata berasal dari daerah sekitar lho. Ada beberapa keterangan di menu mereka, jadi mereka pakai kopi dari petani Ungaran. Keren ya, itu membantu banget untuk para petani lokal.
Lanjut untuk makanannya jujur saja saya tidak rekomendasikan. Kalau bisa kalian sudah kenyang kalau ke sana dan memang cuma pengin minum saja. Beberapa orang sih memang cuma minum sambil ngobrol dan diskusi. Cuma malam itu saya dan teman saya lagi lapar-laparnya, jadi tetap pesan makanan.
Dilihat dari segi harga, relatif murah guys jadi jangan takut dompet kalian bolong. Harga secangkir kopi mulai dari Rp. 9000; dan tidak lebih dari Rp. 30.000; (Saya lupa harga kopi termahal berapa, kalau tidak salah masih sekitar 20.000an).

Review Kdrama Memories of the Alhambra

January 30, 2019 2
Review Kdrama Memories of the Alhambra

Memories of the Alhambra drama korea tentang VR game

Sejujurnya drama Korea Memories of the Alhambra (MOA) promosinya sudah sering saya lihat wara-wiri di Youtube, Instagram lah. Awalnya saya kira murni drama percintaan. Kalau dibaca dari judulnya saya berasumsi ini tentang memori di masa lalu atau apalah (Biasa sok tahu banget), ternyata jauh guys. Waktu tahu Park Chanyeol main di sini juga, saya tertarik dong. Maklum Chanyeol ini salah satu role model saya guys, orangnya gigih dan suka senyum soalnya (Apaan dah). Saya pun memutuskan mencari info ini drama tentang apa sih. Simak review saya berikut ini.

Judul : Memories of the Alhambra
Genre : Fiksi ilmiah, thriller
Jumlah episode : 16
Jaringan penyiar : tvN, streaming Netflix Asia

Jadi MOA ini drama tentang gim VR (virtual reality), wah sudah pasti bakal seru (Jadi alasan nonton sudah bukan karena Chanyeol lagi. Hehe...). Gim VR memberikan pengalaman kepada pemain menyerupai dunia nyata dengan merangsang persepsi dan indera dari penggunanya. Gim VR dan AR (augmented reality) itu ternyata beda guys. Gim VR membutuhkan sejumlah perangkat, kalau di MOA mereka pakai softlens. Sementara itu gim AR cukup pakai smartphone saja, contoh gim AR adalah Pokemon Go.
Pemain utama MOA adalah Yoo Jin Woo yang diperankan aktor terkenal bernama Hyun Bin dan co-starnya adalah Park Shin Hye yang memerankan tokoh Jung Hee Joo. Mereka berdua dipertemukan di sebuah kota bernama Granada. Hee Joo adalah pemilik Hostel Bonita tempat Jin Woo menginap. Kalau aku bilang sih pertemuan mereka bukan karena sengaja, ya memang Jin Woo ini pergi ke Granada karena mau bertemu dengan adiknya Hee Joo, yaitu Jung Se Joo yang diperankan oleh Chanyeol. Jin Woo yang merupakan direktur perusahaan J One ingin membeli gim buatan Se Joo.
First impression nonton MOA sama sekali tidak mengecewakan. Di episode pertama saya dibuat takjub dengan ide dan graphic gim-nya. Keren! Selain itu saya juga belum bisa menebak jalan ceritanya. Penuh akan teka-teki. Nah rasa penasaran ini bikin nagih dan tidak bisa berhenti untuk nonton episode selanjutnya. Intinya episode pertama itu menjanjikan sekali.
Alur MOA ini maju mundur, tapi tidak bikin bingung kok. Malah itu menambah keseruan dan rasa penasaran. Selain itu ada juga narasi oleh Jin Woo di sela-sela adegan.
Bagaimana dengan plot twist? Oh tentu saja di sini ada, tapi belum akan saya beberkan di bagian mana. Silakan nonton MOA, bisa streaming di Netflix. Episodenya sudah tamat kok, jadi tidak perlu khawatir menunggu, karena menunggu itu tidak enak guys.

(Spoiler alert! Bagi yang belum nonton MOA berhenti baca sampai sini saja. Bagi yang sudah nonton dan mau diskusi silakan lanjut baca.)



Siapa yang sangka sih mati di dalam gim eh di dunia nyata juga mati. Serem amat. Beda cerita ya guys kalau main gim non stop terus kecapekan dan meninggal (Ada lho beneran). Saya speechless sih waktu tahu Dr. Cha meninggal, karena awalnya saya beranggapan dia akan menjadi tokoh antagonis sampai akhir. Maksud saya berkonflik secara nyata gitu lho, tidak muncul jadi KNP (Karakter Non-Player) di gim. Ternyata malah Prof. Cha yang lebih jahat (Jangan bingung ya, Prof. Cha ini bapaknya Dr. Cha.).
Nah bagian hujan, ada petir, terus lagu Memories of The Alhambra dimainkan itu epik sih. Orisinil banget dan akan selalu diingat sama penonton. Saya juga baru tahu lho kalau Memories of The Alhambra ini adalah lagu karena nonton drama ini. Sebelumnya sih clueless...
Misteri utama di MOA kan adalah di mana keberadaan Se Joo dan gimana Jin Woo bertahan di antara dunia nyata dan gim. Bisa saja sih kalau ternyata Jin Woo itu benar-benar berhalusinasi (Aku bakal kesel kalau plot twist-nya ini, syukurlah tidak) dan Se Joo sudah mati lalu mayatnya ditemukan. Tapi kalau gitu doang tidak seru dong ya.
Dari awal saya sudah percaya sama Jin Woo kalau dia tidak berhalusinasi, nah tentang Se Joo nih yang saya tidak bisa menebak dia masih hidup atau sudah mati. Cuplikan yang akhirnya menunjukkan Se Joo terkapar di samping rel kereta itu juga belum memberikan titik cerah sama sekali (Ini karena saya bukan pemain gim, jadi belum tahu ada yang namanya Instance Dungeon).
Sungguh alur ini drama bergejolak dan tidak dapat ditebak. Contohnya saat Jin Woo jatuh dari lantai 6 gara-gara KNP Dr. Cha tiba-tiba muncul. Tapi terbukti bahwa adegan itu memang ada tujuannya. Pasca jatuh memang kaki Jin Woo jadi cacat. Kaki Jin Woo yang cacat itulah yang membedakan saat dia di dunia nyata, sedangkan saat dia di dunia gim kakinya normal.
Kdrama tidak lengkap tanpa kisah percintaan. Menurut saya kisah percintaan antara Jin Woo dan Hee Joo sesuai porsinya. Ya karena memang premis MOA bukan kisah cinta antara mereka. Selain itu walaupun Hee Joo ini banyak dibuat khawatir oleh Jin Woo, saya masih anggap kisah cinta mereka ini tidak lah menye-menye.
Bagian yang paling mengharukan itu bukan saat Jin Woo dan Hee Joo berpisah, tapi saat sekretarisnya Jin Woo meninggal. Duh padahal dia itu setia banget. Akhirnya Jin Woo harus melawan para zombie-zombie granada sendirian. Salah satu yang tidak saya sangka adalah saat KNP-nya Sekretaris Seo tiba-tiba muncul, sejenak saya pikir dia masih hidup. Sudah berapa kali coba Jin Woo menghadapi masa kritis dan Sekretaris Seo yang masih menjadi sekutunya itu muncul. Dia jadi semacam pelindungnya Jin Woo.
Episode ke belakang tetap seru, karena masih banyak teka-teki sampai akhir. Akhirnya saya tahu Emma (KNP) itu memiliki fungsi tertentu, tadinya saya pikir dia cuma pemanis. Emma adalah lambang perdamaian, jadi tidak bisa ada pertempuran di dekatnya. Semua senjata akan otomatis dihilangkan oleh Emma jika masih nekat mau bertempur di hadapan Emma. Oleh sebab itu di Cafe Alcazaba kondisinya damai meskipun merupakan tempat pertemuan pemain.
Yang membuat saya bertanya-tanya adalah ngapain sih Marco dan Se Joo masuk ke gim dulu waktu mau bertemu dengan Dr. Cha untuk menawarkan gim buatan mereka? Apa cuma buat ngetes gim doang? Seriusan saya masih bingung bagian itu kalau ada yang paham tolong kasih tahu saya. Waktu itu Emma melihat Marco menusuk Se Joo dengan pisau sungguhan di cafe. Itulah yang mengakibatkan error pada gim. Kalau itu senjata dari gim sih Emma bisa langsung menghilangkan senjata itu, tapi ini senjata beneran. Bahkan gara-gara error di gim itu Marco saja sampai mengira Se Joo menembaknya pakai pistol sungguhan. Akhirnya terjadilah tembak menembak dan Marco mati.
Pada akhirnya Marco menjadi KNP yang terus meneror Se Joo. Itulah mengapa Se Joo terpaksa bersembunyi di Instance Dungeon. Instance Dungeon adalah area salinan yang hanya bisa dimasuki oleh pemain tertentu, dalam hal ini pemain dengan skor tertinggi. Di Instance Dungeon pemain akan aman karena tidak seorang pun menyadari keberadaannya baik musuh maupun pemain lain.
Nah plot twist dari MOA ini ada di Emma. Tidak ketebak kan? Yes saya mau misuh-misuh waktu bagian di gereja itu. Ketika akhirnya Jin Woo berhasil di level 100 dan dia memberikan kunci surga ke Emma. Harapan saya pintu surga itu benar-benar akan terbuka yang artinya mungkin Se Joo bisa kembali ke dunia nyata. Eh ternyata Jin Woo malah dikenali sebagai bug atau kekutu (Suatu error yang terjadi pada sistem atau perangkat lunak) dan harus dihapus guys.
Sampailah ke ending yang kebanyakan orang anggap tidak menyenangkan alias bikin kesel, tapi saya tidak beranggapan demikian. Saya tidak kecewa sama sekali dengan ending MOA. Jadi ending itu ada dua jenis guys, yaitu closed ending dan open ending. Menurut saya MOA ini tergolong ke open ending. Tujuan open ending ada dua, pertama dibuat demikian karena akan ada season 2, kedua hanya untuk memberikan penonton kebebasan menentukan ending-nya.
Saya belum menduga sih kalau MOA akan ada season 2, karena takut malah merusak season 1 andai season 2 tidak dibuat sebagus mungkin (Artinya tidak ada plot hole gitu). Meskipun itu drama nagih banget, tapi saya putuskan saja untuk menentukan ending versi saya. Jadi gimana bisa Jin Woo bersembunyi di Instance Dungeon, tapi secara bersamaan dia adalah bug dan harus dihapus? Ya sudah bagi saya Jin Woo sudah dihapus (Kejam ya!).
Mungkin yang masih menjadi pertanyaan adalah di mana tubuh Jin Woo, karena Dr. Cha, Prof. Cha, dan Sekretaris Seo yang juga dideteksi sebagai bugs tubuhnya memang sudah tidak bernyawa. Jadi yang dihapus adalah KNP-nya yang masuk ke gim itu. Makanya banyak yang berasumsi Jin Woo ada di Instance Dungeon, ditambah pula ucapan dari Se Joo. Tapi di episode terakhir para pemain bisa melihat Jin Woo, lah berarti dia tidak sembunyi di Instance Dungeon dong lha wong pemain lain bisa lihat. Apa lagi yang bisa punya privilage Instance Dungeon adalah pemain dengan peringkat atas. Sementara itu andai yang muncul KNP-nya Jin Woo berarti dia bug dong, kan bukan berasal dari gim itu. (Nah loh yang dihapus apa?)
Jadi saya beranggapan yang muncul itu memang KNP-nya Jin Woo dan dia bug karena dia membantu pemain lain untuk mengalahkan musuh. Otomatis pemain diuntungkan, karena pemain jadi memiliki kemudahan bermain gim itu. Di Indonesia sendiri ada kasus beberapa oknum sengaja mencari bugs dalam sebuah perangkat lunak atau sistem untuk memberikan keuntungan bagi mereka.
Jangan kesel kalau ending-nya seperti itu, kok gantung lah (bukan gantung tapi open ending), kasihan Hee Joo patah hati lah. Dari awal kan memang Jin Woo yang mau menyelesaikan gim itu dan bug adalah salah satu hal yang bisa menjelaskan kecacatan pada gim. Andai Jin Woo tetap hidup (Artinya tidak dihapus.) ya gim-nya tidak bisa direset oleh Emma, kemungkinan Se Joo pun tidak akan bisa kembali. Pilihannya ada di Jin Woo atau Se Joo. Tidak bisa keduanya.
Tapi masih ada pertanyaan yang berkecamuk (Tetap ya tanda tanya yang tiada akhir.), apakah artinya yang terhapus adalah tubuh asli Jin Woo makanya KNP-nya masih muncul di dalam gim? Soalnya kasus Jin Woo ini berbeda dengan Marco, Dr. Cha, Sekretaris Seo, dan Prof. Cha. Sesungguhnya yang jadi pertanyaan memang status Jin Woo. Haha. Dia player atau non-player atau bug?
Yuk diskusi di kolom komentar.

Thursday, January 3, 2019

Buku yang Saya Baca Akhir Tahun 2018 part 2

January 03, 2019 0
Buku yang Saya Baca Akhir Tahun 2018 part 2
Selamat tahun baru 2019 guys! Maafkan saya baru bisa menepati janji memposting ulasan saya di tahun 2019. Ini dia part 2 buku yang saya baca akhir tahun. Silakan disimak.

Things About Him

06 Desember 2018 pukul 17:19 baru saja selesai membaca Things About Him.
Penulis : Nara Lahmusi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 248
Tahun terbit : 2018

Things About Him ini tidak hanya menceritakan kisah cinta anak SMA, tapi ada juga hubungan antar keluarga. Thing About Him dibungkus dengan cara yang berbeda sehingga tidak mainstream. Ada masa lalu, ada misteri, ada masa kini. Saya suka cara penulis menyajikan alur maju mundur. Sementara itu berbicara tentang tokoh, saya suka dengan tokoh Cinta yang mandiri (Duh kalau ada tokoh yang namanya Cinta bawaannya pengin nyanyi Ada Apa Dengan Cinta).

Novel Gramedia Things About Him
Things About Him ©

Tadi saya bilang ada misterinya kan, nah saya sudah bisa nebak misterinya di tengah-tengah karena di awal bab sudah ada clue (senang kalau bisa nebak haha...). Ini nih yang membuat saya tidak bosan, karena saya ingin selalu tahu lembar berikutnya apa. Meskipun tadi saya bisa menebak satu misteri, tapi tidak semuanya. Masih banyak misteri lain yang akan dibongkar di akhir cerita. Di novel ini semua pertanyaan yang berkecamuk sudah dijawab semua oleh penulis.

O iya yang tidak kalah menarik dari Things About Him, di novel ini juga sedikit berbau pelajaran biologi. Tokoh utama, Cinta, memang suka dengan pelajaran biologi. Ayah Cinta sendiri suka membuat nata di rumah, bahkan dia memiliki laboratorium pribadi (Nata ini jadi mengingatkan saya pada praktikum nata de coco saya yang gagal). Percakapan-percakapan Cinta dengan temannya juga tidak luput dari pelajaran biologi, kadang mereka membuat suatu analogi.
Lewat foto, kita bukan cuma mengabadikan kenangan, tapi juga bisa menyentuh perasaan. Melembutkan hati orang-orang. -Dion-


Rahasia Tergelap

08 Desember 2018 pukul 21:59 baru saja selesai membaca Rahasia Tergelap.
Penulis : Lexie Xu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 304
Tahun terbit : 2016

Sebenarnya saya sudah mulai membaca buku ini dari bulan September, tapi sempat berhenti lama. Sampai akhirnya saya bisa membacanya sampai tamat. Lega.

Novel Rahasia Tergelap ditulis oleh Lexie Xu
Rahasia Tergelap ©

Novel ini berkisah tentang misteri kematian seorang cewek bernama Merly. Cewek itu melompat dari gedung kampus. Giselle, salah satu teman kampus Merly, merasa ada yang tidak beres dengan kematian Merly. Lalu, dia dan teman-temannya berusaha menguak misteri kematian itu.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi ada dua tokoh yang bernarasi yaitu Giselle dan Daryl. Saya menikmati narasi Giselle, tapi saya kurang menikmati bagian Daryl. Di narasi Giselle saya bisa membedakan suara Giselle dan teman-temannya. Dialognya ngalir.

Di pertengahan akhirnya saya menemukan satu karakter yang saya sukai. Siapa dia? Iya, karakter itu adalah Grey.
Kalo ternyata yang kita temukan adalah aib, ya udah, mari kita kubur dalam-dalam hasil penyelidikan kita. Yang udah meninggal, ya biarlah meninggal dengan tenang. Nggak usah ditambah dengan membuka aibnya segala. -Grey-


Caramellove Recipe

21 Desember 2018 pukul 16:32 baru saja selesai membaca Caramellove Recipe
Penulis : Lia Nurida
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 240
Tahun terbit : 2018

Kalau kalian membaca judul novel yang satu ini apa yang terlintas? Masakan, iya kan? Entah kenapa karena ada kata caramel-nya saya mikirnya tentang kue-kue gitu, ternyata nggak. Tapi tetap tidak jauh dari makanan. Tokoh utama di sini ada Karmel, Satria, dan Sadam. Mereka sama-sama hobi memasak. Karmel dan Satria sudah bersahabat sejak lama dan mereka sedang berjuang untuk menjadi pemenang Teen Cooking Competition. Namun tiba-tiba Satria sakit tifus dan itu membuat Karmel terpaksa bekerja sama dengan Sadam di Teen Cooking Competition.

Novel Teenlit Caramellove Recipe oleh Lia Nurida
Caramellove Recipe ©

Novel ini mengingatkan saya dengan acara TV Master Chef. Cukup mudah untuk membayangkan suasana saat kompetisi. Cerita yang disajikan tergolong ringan, namun tidak luput dari moral value yang bisa dipetik dari perjuangan setiap tokoh. Setiap tokoh berusaha menekan ego demi memenangkan kompetisi. Dan yang saya sukai dari novel ini adalah ending-nya, yang tergolong dalam open ending. Ada dua kemungkinan open ending karena mau dibikin sekuel atau memang sudah ending saja. Saya suka open ending karena penulis memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berspekulasi atau menentukan ending.
Kadang ia merasa mimpi mereka terlalu tinggi. Namun, bukankah semua orang bebas bermimpi tentang apa pun?


Ocean Breeze

31 Desember 2018 15:32 baru saja selesai membaca Ocean Breeze
Penulis : Cepi R. Dini
Penerbit : Ice Cube
Halaman : 254
Tahun terbit : 2015

Hal yang manis dari novel ini adalah hubungan father daughter. Setting di Miami, cerita ini mengisahkan seorang remaja bernama Ocean yang harus tinggal bersama ayahnya yang selama ini tidak ia kenal, setelah ibunya meninggal. Kebayangkan betapa kikuknya Ocean serumah dengan ayah yang baru ia kenal. Cara penulis menggambarkan hubungan anak ayah ini benar-benar pas. Lalu konflik Ocean dengan teman-temannya, benar-benar konflik khas remaja.

Dokumentasi pribadi

Ngomong-ngomong soal tokoh-tokoh di dalam novel ini, saya membayangkannya seperti aktor-aktor di film Fast & Furious. Kalau kalian pecinta Fast & Furious kemungkinan juga akan merasakan hal yang sama dengan saya. Yah itu tidak mengganggu saya, tapi justru membantu saya membayangkan setiap adegan lebih baik.

Kesimpulan saya, Ocean Breeze adalah cerita sederhana yang ditulis dengan baik dan rapi. Novel ini juga sudah menutup akhir tahun saya dengan cerita yang manis antara ayah dan anak.
Kau putriku. Aku tak perlu alasan untuk mencintai putriku.

Tahun 2018 sudah berakhir dan ternyata saya hanya mampu melahap 18 buku. Baiklah tidak masalah setidaknya itu lebih banyak dari tahun lalu. Kalian di tahun 2019 sudah ada rencana mau membaca berapa banyak buku? Saya mungkin berharap bisa membaca 22-26 buku, syukur lebih dari itu. Tadi saya baru saja membereskan buku-buku yang saya tata menjadi pohon natal, sekalian menghitung jumlah buku yang belum dibaca. Lumayan ada 11 buku yang belum saya baca, jadi setidaknya tahun 2019 harus menambah 15 buku untuk mencapai target. Saya juga akan mencoba untuk membaca buku versi e-book, setelah sebelumnya selalu mandek karena merasa tidak puas kalau tidak menggenggam buku. Hahaha

Tuesday, December 18, 2018

Buku yang Saya Baca Akhir Tahun 2018 part 1

December 18, 2018 2
Buku yang Saya Baca Akhir Tahun 2018 part 1
Tidak terasa sudah di penghujung tahun 2018. Saya mau merangkum buku apa saja yang saya baca beberapa bulan terakhir ini, antara bulan Agustus hingga Desember. Saat ini saya masih berusaha membaca buku-buku yang saya timbun tahun ini (jadi ketahuan tukang timbun buku). Ulasan kali ini akan saya bagi menjadi dua bagian agar tidak terlalu panjang. Silakan disimak barangkali bisa digunakan untuk referensi bacaan. Namun ingat bahwa review ini murni pendapat saya pribadi, bukan patokan mutlak buku itu bagus atau tidak. Pendapat itu tidak ada yang salah atau benar, dan ini kadang tentang selera. Selera saya dan selera Anda bisa berbeda.

Halo Tifa

20 Agustus 2018 pukul 01:05 baru saja selesai membaca Halo Tifa.
Penulis : Ayu Welirang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 256
Tahun terbit: 2016

Halo Tifa ini sudah menjadi incaran sejak saya baca preview-nya di web Gramedia Writing Project (GWP). Saya cari di toko buku tapi sudah tidak ada, cuma waktu itu kok tidak kepikiran beli online ckck. Kemudian wishlist ini terlupakan begitu saja dengan menambahnya wishlist lain. Nah tahun ini kebetulan teman saya jual buku bekas online, ada Halo Tifa langsung sikat dong.

Novel Gramedia Halo Tifa oleh Ayu Welirang
Halo Tifa ©

Bagi saya Halo Tifa itu fresh, karena setting-nya sendiri di Sekolah Menengah Kejuruan yang mana kebanyakan novel remaja adalah kehidupan anak SMA (atau saya saja yang baca bukunya kurang banyak ya). Poin itu saja sudah membuat saya tertarik. Selain itu tokoh Tifa dan Terra itu memiliki karakter yang kuat, tokoh yang selalu diingat.

Sejak awal membaca Halo Tifa pembaca sudah disungguhi teka-teki (bukan teka-teki silang lho). Ini yang membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Saya selalu penasaran dan terus membalik lembar demi lembar halaman untuk menemukan jawaban dari teka-teki tersebut. Pembaca tidak akan bosan, karena tidak ada narasi yang bertele-tele. Meskipun gaya bahasanya cenderung biasa, tapi saya menikmatinya. Saya pikir inilah yang disebut meniupkan nyawa ke dalam karakter. Seperti apa pun gaya bahasanya, jika karakter itu hidup maka pembaca tidak akan bosan. Pembaca akan merasakan kehadiran tokoh tersebut.
Kadang orang yang merasa dirinya paling kuat harus dikalahkan dulu untuk paham masih banyak orang yang lebih hebat. Dengan begitu, dia nggak ngerasa paling hebat atau ngerasa bisa berjalan sendirian terus. -Terra-


Dokumen Delapan

20 September 2018 pukul 22:33 baru saja selesai membaca Dokumen Delapan.
Penulis : Probo Nella
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 320
Tahun terbit : 2018

Saya excited sekali membicarakan novel ini. Ini menjadi salah satu novel favorit saya. Ya Dokumen Delapan ini adalah novel bergenre misteri, salah satu genre favorit saya. Lagi, saya tertarik dengan novel ini saat membaca preview-nya di web GWP. Sesuai judulnya ada delapan identitas yang menjadi pusat cerita di novel ini. Mereka bergabung dalam situs misterius dan menggunakan nama samaran. Hanya dengan bergabung dalam situs tersebut mereka mendapatkan pertolongan yang mereka butuhkan. Sampai di situ saja saya sudah penasaran setengah mati.

Novel Gramedia Dokumen Delapan oleh Probo Nella
Dokumen Delapan ©

Delapan tokoh ini memiliki cerita yang menarik dan sama-sama kuat. Saya sedikit pun tidak pernah bosan, benar-benar menikmati alur cerita. Selain itu saya juga dibuat berpikir keras dan menebak-nebak beberapa hal. Well, itu sensasi yang saya sukai setiap membaca novel misteri. Bahkan saya sengaja membuat bagan tokoh-tokoh di dalam novel ini lho, agar saya lebih paham keterkaitan antar tokoh. Misteri dalam novel ini dibongkar secara perlahan dan mulus. Ketika sampai di halaman terakhir saya benar-benar speechless. This novel is pretty damn great! Saya tidak akan banyak cerita, takut spoiler. Enam kata sebelumnya sudah banyak menjelaskan betapa kerennya novel ini.
Kami sepakat dalam satu hal: hidup berubah, seiring masa yang berganti. Hanya satu yang tetap, bahwa kita lahir di dunia ini menjalani hidup singkat yang penuh misteri, hingga akhirnya dipanggil untuk kembali. -Diamond-


Semua Ikan di Langit

12 November 2018 (lupa selesai pukul berapa) baru saja selesai membaca Semua Ikan di Langit.
Penulis: Ziggy Zezyazeoviennazabriezkie
Penerbit : Grasindo
Halaman : 259
Tahun terbit : 2017

Pemenang Pertama Sayembara Novel DKJ 2016, siapa lagi yang meragukan kekerenan buku Semua Ikan di Langit. Sudut pandang yang digunakan saja unik. Buku ini menceritakan perjalanan ‘Aku’ bersama seorang anak laki-laki menjelajahi alam semesta. Di awal cerita tidak diketahui siapa ‘Aku’ ini, tapi lambat laun ‘Aku’ akan memberitahu siapa dirinya. Saya pikir semua karakter di buku ini sangat kuat, terutama 'Aku' dan si anak laki-laki, bahkan anak laki-laki yang lain juga. Selain itu ruang dan waktu di buku ini adalah suatu hal yang tidak tetap. Bukan waktu yang terus maju, bukan ruang yang familiar.

Novel Semua Ikan di Langit oleh Ziggy adalah pemenang Sayembara DKJ tahun 2016
Semua Ikan di Langit ©

Saya sangat suka dengan diksi yang digunakan, enak banget dibaca. Penulis seolah membawa saya ikut bertualang dengan ‘Aku’ dan si anak laki-laki. Alur cerita yang tidak biasa membuat buku ini sangat unik, mind blowing banget. Bebas, satu kata yang bisa menggambarkan saat saya membaca buku ini. Di lembar-lembar akhir saya sempat menitikkan air mata, serius. Padahal bukan tipe saya banget baca buku sambil nangis. Yah soalnya ada hal yang menyentuh sekali.
Hancur berkeping-keping demi mempertahankan perasaan cinta yang begitu kuat bukanlah hal besar ketika tidak ada hal lain yang lebih penting dari rasa itu. Kehancuran diri ini tidak berarti apa-apa bagi saya, karena saya hancur demi dirinya. -Aku-


Absolute Justice

25 November 2018 pukul 21:40 baru saja selesai membaca Absolute Justice.
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru
Halaman : 268
Tahun terbit : 2016

Ini buku rekomendasi dari teman-teman di grup kepenulisan. Setelah saya baca review-nya langsung tertarik. Tetap dong genre misteri itu selalu dengan mudah membuat saya tertarik. Beberapa orang bilang habis baca buku ini mereka ingin misuh-misuh alias berkata kasar. Saya semakin penasaran dengan buku ini. Dan, benar sih kata mereka. Tapi saya tidak seekstrim itu ingin berkata kasar, cuma kesal aja.

Novel Absolute Justice oleh Akiyoshi Rikako
Absolute Justice ©

Kata-kata dan tindakan yang mungkin dianggap sepele atau kecil ternyata bisa merubah hidup seseorang atau mengacaubalaukannya. Absolute Justice, yah kedengarannya hukum itu memang mutlak ya (tapi tidak semuanya guys). Setelah membaca buku ini kalian akan paham kenapa hukum yang mutlak itu menyakitkan.

Cerita misteri tidak lengkap tanpa plot twist, iya kan? Hehehe... Plot twist di novel ini tidak mengada-ada, memang sudah dipersiapkan secara matang. Diletakkan di bagian yang tidak mudah ditebak. Saya sempat terkecoh, tapi bahkan saya selalu bertanya-tanya pada diri saya sendiri, ‘Tidak mungkin cuma begini, pasti ada sesuatu.’ Tapi saya tidak bisa menebak apa itu. Good job Akiyoshi-san!
Hanya menilai sesuatu berdasarkan benar atau salah. Tidak memahami perasaan orang.” -Kazuki-“Pahlawan kebenaran yang selalu sempurna tidak akan bisa mengerti kelemahan manusia biasa. -Yumiko-


Match Point

01 Desember 2018 pukul 21:35 baru saja selesai membaca Match Point.
Penulis : Saufina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 240
Tahun terbit : 2018

Buat pecinta badminton wajib baca buku ini, karena buku ini menceritakan tentang seorang atlet badminton (ya iyalah). Bukan cuma karena itu sih, kalian akan tahu bagaimana kehidupan seorang atlet dan apa yang sebenarnya mereka rasakan ketika kekalahan menimpa mereka. Kebetulan saya kenal dengan si penulis, jebolan GWP batch 3. Beberapa waktu lalu sempat ikut talk show di Gramedia Balaikota Semarang, salah satunya membicarakan mengenai Match Points. Riset penulis ini tidak main-main, penulis memang memiliki narasumber atlet dari pelatnas (tapi bukan Ginting ya guys).

Novel terbitan Gramedia Match Point oleh Saufina
Match Point ©

Penulis mengangkat cerita mengenai fenomena netizen yang suka mem-bully atlet yang kalah. (Ingat netizen yang budiman, kata-kata bisa setajam belati atau selembut kapuk. Kalau comment tolong yang wajar. Atlet juga manusia.) Meskipun bercerita seputar dunia badminton novel ini tidak berat kok guys. Saya enjoy selama baca, cocok sambil santai atau kalau ingin baca yang ringan. Ada beberapa bagian juga yang membuat saya tersentuh dan menyadarkan saya akan suatu hal. Meskipun kita terpuruk, jatuh ke dalam jurang paling dalam, kita tidak boleh lupa untuk merangkak dan bangkit. (Tiba-tiba saya menjadi motivator. haha...)

Game point itu cuma gerbang, dan puncaknya adalah saat berhasil menaklukkan match point lalu jadi juara. -Ragil-

Saturday, May 26, 2018

Buku yang Saya Baca April 2018

May 26, 2018 0
Buku yang Saya Baca April 2018
Gagal deh rutin membaca setiap bulan. Saya telah melewatkan bulan Maret, tapi ya sudahlah saya harus move on. Mari membahas buku-buku yang saya baca di bulan April.

Twinwar

23 Maret - 11 April 2018 pukul 21:50 baru saja selesai membaca Twinwar
Tadi saya sempat bilang bulan Maret saya tidak baca buku, sebenarnya baca sih tapi selesainya April. Progress baca saya memang lamban, 2 minggu lebih baru selesai karena banyak berhentinya. Ok, sudah basa-basinya, jadi Twinwar adalah novel yang ditulis oleh Dwipatra, juara 1 Gramedia Writing Project batch 3 yang digelar pada tahun 2017. Dari judulnya sudah menggambarkan kalau novel ini mengisahkan pertengkaran antara saudara kembar. Kenapa pertengkaran itu bisa terjadi? Baca sendiri kalau penasaran. Novel ini tergolong teenlit, jadi konfliknya khas anak remaja.

Novel Gramedia Twinwar ditulis oleh Dwipatra merupakan pemenang pertama kompetisi Gramedia Writing Project batch 3
Twinwar ©

Sebelumnya saya sudah pernah baca beberapa bab di situs gwp.co.id dan langsung suka dengan konflik cerita tersebut. Akhirnya bisa baca secara utuh.

Tokoh utama di novel Twinwar adalah si kembar Gara dan Hisa. Perseteruan antara Gara dan Hisa terasa banget di dalam novel ini. Penulisannya rapi (tidak kayak saya suka lompat-lompat kayak katak, eh curhat). Semua pertanyaan yang muncul di awal cerita dijawab oleh penulis, jadi jangan khawatir akan mengernyitkan dahi atau penasaran setengah mati setelah kata 'tamat'.

... sedih atau bahagianya kita tidak tergantung pada siapa pun selain diri kita sendiri. hl. 247

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

15 - 19 April 2018 pukul 21:59 baru saja selesai membaca Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Ini adalah kumpulan cerpen karya Eka Kurniawan, terdiri dari 15 cerita. Sebagian besar adalah cerpen yang pernah dimuat di media cetak. Menurut saya cerpen-cerpen dalam buku ini sarat akan pesan moral. Kadang perlu berpikir untuk menangkap makna tersirat dari suatu cerpen. Sempat berpikir juga "ini penafsiran saya benar nggak ya". Namun, pada dasarnya cerita ketika sampai di tangan pembaca, maka pembaca memiliki kebebasan menafsirkan tulisan yang ia baca. Tidak harus persis dengan maksud penulis.

Kumpulan Cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi oleh Eka Kurniawan
Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi ©

That's all, cuma 2 buku yang saya baca di bulan April. Dan, baru sempat posting di akhir Mei ini. Terus gimana dengan buku yang saya baca di bulan Mei? Saya membaca buku Menggali Sumur dengan Ujung Jarum (itu satu-satunya buku yang saya baca di bulan Mei). Buku ini berisi cerita pendek dan esai para penulis terkenal dunia, seperti Luis Borges, Orhan Pamuk, Garcia Marquez, Naguib Mahfouz, Seamus Heaney, dan William Saroyan.

Jujur saja saya harus berpikir cukup keras saat membaca buku ini. Selain karena makna yang tersirat dan gaya penulisan, terdapat beberapa kosa kata yang asing di telinga saya, beberapa kali saya harus mencari artinya di search engine (tapi ini bagus untuk menambah kosa kata saya). Jika dibaca dari judulnya saja sudah menunjukkan makna tersirat di sana. Menggali sumur dengan ujung jarum? Mungkin saja dilakukan, tapi berat. Ada perihal yang hampir mustahil diwujudkan atau setidaknya butuh usaha ekstra berat untuk mewujudkannya. Itu sih penafsiran saya, orang lain boleh saja berbeda. Namun, harus saya akui tidak ada cerpen yang menjadi favorit di dalam buku ini, saya tetap lebih suka Padang Rumput Afrika-nya Ray Bradbury dan 13-nya Zakaria Tamer (tidak tahu kalau nanti ada lagi yang lebih menohok).

Buku Menggali Sumur dengan Ujung Jarum
Menggali Sumur dengan Ujung Jarum ©

Silakan tinggalkan komentar atau share buku apa saja yang sedang kalian baca.

Saturday, March 17, 2018

Perpustakaan Kecil di Angkutan

March 17, 2018 0
Perpustakaan Kecil di Angkutan
Di suatu sore itu habis turun hujan, sekitar jam 17:00 saya naik angkutan seperti biasa. Namun, ada yang tidak biasa dengan angkutan yang saya naiki. Di bagian belakang angkutan terdapat deretan buku dan air mineral gratis. Cukup takjub dengan angkutan tersebut karena sejak dulu menggunakan jasa angkutan sampai sekarang belum pernah menemui angkutan serupa. Hal tersebut membuat saya tersentuh, sambil mencari nafkah supir angkutan tersebut menyebarkan budaya membaca di masyarakat.

Dokumentasi pribadi

Di depan deretan buku tersebut ada tulisan 'timbang ngalamun moco buku lur, nek ngelak ngombeo, gratis', yang artinya 'daripada melamun baca buku saudara, kalau haus minum saja, gratis'. Buku yang diletakkan di rak tersebut memang masih sedikit, sekitar sepuluh mungkin. Namun, bagi saya ajakan untuk membaca itulah yang patut diapresiasi.

Saat saya naik angkutan turut juga seorang anak dan ada beberapa ibu-ibu juga. Anak tersebut nampak tertarik membaca buku cerita, sedangkan ibu-ibu membuka-buka buku resep masakan. Hal itu menunjukkan sebenarnya keinginan masyarakat untuk membaca itu ada hanya mungkin ada beberapa faktor penghambat, entah karena harga buku masih relatif mahal bagi mereka atau keberadaan perpustakaan yang kurang maksimal.

Sebagai seorang yang suka baca buku saya sendiri belum bisa melakukan tindakan nyata untuk mengajak masyarakat membaca buku, tapi saya berharap suatu saat bisa berpartisipasi. Semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya membaca.

Comment