Skip to main content

Review Drama Korea Strangers from Hell

Sebenarnya saya sudah sering lihat Strangers from Hell nongol di antara drama Korea lainnya di Viu, tapi saya belum kepikiran buat nonton. Akhirnya, habis baca thread rekomendasi drama Korea dengan jumlah episode kurang dari 12, saya memutuskan nonton Strangers from Hell.

Strangers from Hell atau disebut juga The Hell is Other People, release tahun 2019. Drama psychological thriller ini diadaptasi dari webtoon. Para aktor yang memainkan peran utama adalah Im Siwan (sebagai Yoon Jong Woo) dan Lee Dong Wook (sebagai Seo Moon Jo).

Strangers from Hell memang cuma memiliki 10 episode, tapi setiap episode tidak henti memberikan ketegangan kepada penonton. Selain itu juga untuk menjaga konsistensi ketegangannya (dan kalau kelamaan episodenya yang nonton bisa ikutan tertekan, probably kan). Jujur saja waktu nonton dua episode awal, saya merasa tidak kuat. Rasanya stressful lihat kondisi kos Eden, mengingatkan saya sama film The Stanford  Prison Experiment. Kos Eden udah kayak penjara saja. Ruangan tertutup, sempit, minim cahaya dan sirkulasi udara. Siapa pun tidak bakal betah tinggal di sana, tapi Jong Woo seorang penulis terpaksa tinggal di sana karena masalah ekonomi. Ia belum memiliki penghasilan tetap, karena baru datang ke Seoul dan magang di sebuah perusahaan milik seniornya.

Jong Woo menempati kamar nomor 303 di kos Eden. Belum ada sehari Jong Woo tinggal di kos Eden saja, ia sudah tidak betah, tapi tidak memiliki pilihan selain bertahan. Bagaimana bisa betah, selain lingkungan  kos Eden yang kumuh dan lokasinya tidak strategis, tetangga-tetangga Jong Woo sangat mengintimidasi. Dimulai dari tetangga di kamar nomor 313 (Nam Bok) yang suka menatapnya dan membuat Jong Woo risih dengan kebiasaan tetangganya itu. Lalu, si kembar  Deuk Jong dan Deuk Soo yang suka cekikikan seakan menganggap Jong Woo lelucon. Kemudian, ada tetangga di kamar nomor 302 (Gi Hyeok) yang selalu bersikap dingin dan misterius. Dan, cuma tetangga di kamar nomor 310 yang ngobrol dengan Jong Woo. Ia sempat mengingatkan Jong Woo agar pindah. Ia pun juga berniat pindah dalam waktu dekat. Selain penghuni, ada tokoh ibu kos yang tidak kalah anehnya dan menyebalkan. Ia seolah bersikap baik dan netral, tapi sebenarnya ada yang ia sembunyikan.

Hari demi hari kejadian buruk dan aneh terus terjadi di sekitar Jong Woo. Semakin lama tinggal di kos Eden, Jong Woo merasa tertekan. Ia merasa tetangga-tetangganya aneh dan mungkin saja adalah psikopat. Terlebih ada dua orang penghuni kos yang tiba-tiba menghilang. Setiap kali jam kantor Jong Woo berakhir, ia akan menghabiskan waktu di luar dan pulang larut. Itu ia lakukan karena ia tidak ingin pulang. Ia ingin langsung tidur saja ketika sampai di kos Eden. Namun, setiap malam Jong Woo selalu mimpi buruk dan ia merasa tidak tenang.

Suatu hari muncul penghuni baru bernama Seo Moon Jo (penghuni kamar nomor 304) yang merupakan dokter gigi dan terlihat baik di depan banyak orang, tapi menyimpan banyak rahasia. Keberadaan Moon Jo justru membuat Jong Woo semakin takut dan tertekan. Daripada penghuni lainnya, Moon Jo lah yang paling menakutkan bagi Jong Woo. Selama ini Jong Woo mengira neraka adalah tempat (kos Eden), tapi ia semakin sadar bahwa orang-orang di sekitarnya bisa saja adalah neraka itu sendiri. Bukan hanya orang-orang di kos Eden, bahkan orang-orang di kantornya juga.

Nah, selama nonton Strangers from Hell ini penonton akan ditunjukkan bagaimana psikologis Jong Woo berubah dari hari ke hari, bagaimana hal-hal di sekelilingnya mengubah dirinya. Setelah mengalami banyak tekanan Jong Woo merasa bingung dengan dirinya sendiri. Ada pertentangan di dalam dirinya tentang pemikiran, perilaku dan sikap. Jong Woo yang tadinya bersikap tenang dan bisa menahan luapan emosinya, mulai menunjukkan sikap agresif. Menurut saya ngeri banget gimana Moon Jo memanipulasi Jong Woo. Gimana cara Moon Jo membangkitkan monster di dalam diri Jong Woo. Bisa dibilang tokoh Jong Woo mengalami perkembangan karakter, tapi jadi lebih buruk.

Saran saya kalau mau nonton Strangers from Hell jangan dalam kondisi lagi capek badan dan pikiran, karena menurut saya itu ngaruh banget sama pengalaman yang akan dirasakan waktu nonton Strangers from Hell. Selain itu ada banyak adegan sadis juga, terlebih memasuki episode-episode terakhir.

Last but not least, saya takjub banget sama akting para aktornya. Dong Wook bisa membawakan tokoh Moon Jo yang manipulatif, dingin, dan tidak punya empati. Tatapan dan senyuman Dong Wook itu berbicara banget. Ngeri. Sementara itu, Im Siwan juga bisa menunjukkan gimana perubahan psikologis tokoh Jong Woo, waktu ia tertekan dan takut. Tokoh lainnya adalah si kembar Deuk Jong/Deuk Soo yang diperankan oleh Park Jong Hwan. Salut saya sama Park Jong Hwan yang bisa menjadi dua tokoh dengan karakter berbeda. Deuk Jong itu digambarkan sebagai orang berkebutuhan khusus dan Deuk Soo tentu saja kebalikannya.

Btw, bakal kayak gimana ya kalau Strangers from Hell ada season 2-nya. Ending-nya potensi buat dibikin season 2 sih.

Comments

  1. duh genre berat, lebih suka komedi romantis yang ringan.. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...