Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2018

Perpustakaan Kecil di Angkutan

Di suatu sore itu habis turun hujan, sekitar jam 17:00 saya naik angkutan seperti biasa. Namun, ada yang tidak biasa dengan angkutan yang saya naiki. Di bagian belakang angkutan terdapat deretan buku dan air mineral gratis. Cukup takjub dengan angkutan tersebut karena sejak dulu menggunakan jasa angkutan sampai sekarang belum pernah menemui angkutan serupa. Hal tersebut membuat saya tersentuh, sambil mencari nafkah supir angkutan tersebut menyebarkan budaya membaca di masyarakat. Dokumentasi pribadi Di depan deretan buku tersebut ada tulisan 'timbang ngalamun moco buku lur, nek ngelak ngombeo, gratis', yang artinya 'daripada melamun baca buku saudara, kalau haus minum saja, gratis'. Buku yang diletakkan di rak tersebut memang masih sedikit, sekitar sepuluh mungkin. Namun, bagi saya ajakan untuk membaca itulah yang patut diapresiasi. Saat saya naik angkutan turut juga seorang anak dan ada beberapa ibu-ibu juga. Anak tersebut nampak tertarik membaca buku...

Buku yang Saya Baca Februari 2018

Memasuki bulan kedua di tahun 2018, cukup baik masih konsisten membaca buku. Sebenarnya Februari ini saya khususkan untuk membaca buku tahun lalu yang belum sempat saya selesaikan, alias mandek di tengah jalan. Critical Eleven 15 Februari - 22 Februari 2018 pukul 22:30 baru saja selesai membaca Critical Eleven Siapa sih yang tidak tahu novel ini, pasti sudah pada tahu ya, apalagi setelah difilmkan. Saya mendapat novel ini gratis, dapat dari acara Gramedia punya sekitar bulan Juli 2017. Sebelumnya cuma tahu mengenai Critical Eleven ya dari trailer filmnya (cuma trailer belum pernah nonton juga). Kapan saya mulai baca novel ini jawabannya adalah lupa, mungkin bulan Agustus atau September, entahlah. Yang jelas setelah itu malah mandek. Apa alasan saya berhenti? Bukan karena tidak tertarik, tapi saat itu lebih banyak meluangkan waktu untuk menulis (yang hasilnya belum nampak sampai sekarang hahaha). Critical Eleven © Buku ini memakai sudut pandang orang pertama yang se...