August 2019 - MELALUI RUANG

Wednesday, August 28, 2019

Ulasan TV Series Netflix Wu Assassins Season 1

August 28, 2019 0
Ulasan TV Series Netflix Wu Assassins Season 1
Akhirnya TV series yang saya tunggu-tunggu tayang juga di Netflix. Wu Assassins mulai tayang tanggal 8 Agustus 2019 dengan episode sebanyak 10. TV series ini bercerita tentang seorang koki di China Town San Fransisco bernama Kai Jin (Iko Uwais) yang ternyata adalah seorang Wu Assassin terakhir. Kai berusaha mengungkap misteri kuno dan mengalahkan para Wu (Wu dengan elemen api, air, tanah, logam, dan kayu) yang memiliki kekuatan supernatural. Saya sudah penasaran banget sejak banyak berita muncul tentang keterlibatan Iko Uwais di TV series Netflix. Wu Assassins sekaligus menjadi TV series pertama Iko. 

Sejujurnya saat menonton trailer Wu Assassins saya banyak mengerutkan kening, terlalu khawatir akan seperti apa alur TV series ini. Namun saya tidak mau terburu-buru menyimpulkan, pokoknya harus tetap nonton Wu Assassins meskipun trailernya terasa cheesy (terutama efek visualnya). 

Setelah nonton episode 1, rasanya campur aduk. Kesal dengan detail-detail kecil yang diabaikan. Semuanya baik-baik saja sebelum adegan Kai Jin (Iko Uwais) menabrak seorang perempuan yang diketahui bernama Ying Ying (Celia Au). Di bagian ini perpindahan antara dimensi satu dengan dimensi lainnya kurang mulus, begitu pula dengan perpindahan selanjutnya. Sekalian saja saya bicarakan efek visual dari segi penonton. Maaf saja untuk sekelas Netflix efek visual Wu Assassins tidak cakep. Jatuhnya malah mengganggu.

Selain efek visual dan editing yang tidak dipoles dengan baik, ada dialog yang tidak masuk akal (Sebut saja dialog ponsel antara seorang pria dengan Wu Tanah.), serta make up untuk karakter yang terluka kurang real. Detail-detail seperti ini yang jika diabaikan akan sangat mengganggu. Kalau masalah plot saya tidak terlalu mempermasalahkan, mainstream tidak apa-apa asal dikemas dengan baik, sayangnya ini tidak. Sangat disayangkan sih, seperti menyia-nyiakan bakat para pemainnya. 

Terlepas dari kekurangan tadi saya terkejut bahwa saya tetap menikmati menonton Wu Assassins. Apalagi pada episode semakin ke belakang cerita semakin menarik dan kompleks. Misteri terkuak perlahan-lahan. Saya juga tidak menduga jalan alurnya. Konfliknya juga cukup padat. Adegan-adegan pertarungannya sudah pasti badass, Iko Uwais sih tidak perlu diragukan lagi. Tapi jika dibandingkan dengan adegan fighting di film Iko yang lain saya lebih suka koreografi di film Head Shots misalnya.

Soal akting saya paling suka sama aktingnya Li Jun Li sebagai Jenny Wah. Dia termasuk salah satu karakter yang meninggalkan kesan. Ia memerankan seorang wanita tangguh yang berusaha menjaga kakaknya, Tommy (Lawrence Kao), yang selalu membuat kekacauan. Ia juga memikul tanggung jawab untuk meneruskan bisnis orang tua, meskipun ia tidak ingin. Li Jun Li menggambarkan sosok Jenny Wah yang tepat. Chemistry Li Jun Li dengan Lawrence Kao sebagai kakak adik juga bagus.

Karakter lainnya yang mencuri perhatian adalah Wu Kayu (Tom Flanagan). Meskipun karakter Wu Kayu muncul di pertengahan episode, tapi saya bisa sedikit memahami betapa depresi, terobsesi, dan kacaunya ia.

Di Wu Assassins juga diselipkan isu rasis, tentang warga keturunan Tionghoa. Sejujurnya saya tidak banyak tahu kasus rasis orang Amerika terhadap warga keturunan Tionghoa. Namun saya tahu bahwa hal-hal rasis masih banyak terjadi di dunia, bahkan di Indonesia sendiri, entah itu antar agama, suku, ras. Menurut saya pesan dari adegan terkait isu rasis tersebut sebenarnya bukan hanya untuk ras tertentu, tapi juga peringatan untuk kasus rasis di seluruh dunia. 

Secara keseluruhan Wu Assassins masih bisa dinikmati, terlepas dari kekurangan-kekurangannnya, tapi saya tahu seluruh crew sudah bekerja dengan keras untuk mewujudkan TV series ini. Harapannya kalau memang ada season 2, buatlah season 2 lebih baik lagi.

Tuesday, August 6, 2019

Ulasan Chilling Adventure of Sabrina Season 1 Netflix

August 06, 2019 0
Ulasan Chilling Adventure of Sabrina Season 1 Netflix
Setelah mengurungkan niat untuk nonton The Society, akhirnya saya memutuskan nonton Chilling Adventure of Sabrina saja. Mungkin nanti tetap coba nonton The Society. Chilling Adventure of Sabrina diadaptasi dari komik dengan judul serupa. Komik terbitan Archie Comics tersebut ditulis oleh Roberto Aguirre-Sacasa dan ilustrasi oleh Robert Hack. Chilling Adventure of Sabrina season 1 ini sebenarnya sudah tayang setahun yang lalu, sedangkan season 2 tayang tahun ini. Season 1 TV series ini berjumlah 11 episode dengan durasi rata-rata 50 – 60 menit.

Chilling Adventure of Sabrina berkisah tentang seorang remaja setengah manusia setengah penyihir bernama Sabrina Spellman (diperankan oleh Kiernan Shipka). Ia mengalami dilema antara menjadi penyihir seutuhnya atau tetap tinggal di dunia manusia bersama teman-temannya. Sementara itu sebentar lagi usianya 16 tahun, tidak banyak waktu untuk berpikir. Saat itu ia harus mengikuti ritual agar bisa menjadi penyihir seutuhnya, lalu pergi ke Unseen Academy.

Jika kalian sempat berpikir bahwa penyihir di Chilling Adventure of Sabrina ini akan mirip-mirip dengan Harry Potter apalagi ada sekolahnya juga, maka usir pikiran tersebut. Penyihir di Sabrina ini lebih creepy dan thrilling. Selain itu Chilling Adventure of Sabrina memang termasuk ke genre horor, tapi mungkin juga bisa dikategorikan sebagai horor supernatural.

Set lokasi Chilling Adventure of Sabrina berada di kota kecil bernama Greendale dekat dengan hutan dan tambang. Selain hutan yang terlihat menyimpan banyak rahasia, properti-properti yang digunakan dalam set pun dibuat sedemikian rupa sehingga memberikan kesan suram, misalnya desain rumah keluarga Spellman. Apalagi ada kuburan di halaman rumah keluarga Spellman. Bahkan sampai carang pohon di depan rumah mereka dibuat khas animasi horor.

Menurut saya tidak ada yang terlalu spesial dari TV series ini. Alur cerita yang harusnya misterius, tapi jatuhnya tidak misterius bagi saya. Misalnya kisah di balik kematian orang tua Sabrina yang disebutkan sebagai kecelakaan. Jujur saja tidak terlalu membuat saya penasaran. Soalnya sudah jelas pasti kematian mereka memang tidak wajar. Walaupun gimana dan kenapa mereka meninggal belum terungkap. Kilas balik yang beberapa kali dimunculkan justru tidak berhasil membuat saya semakin penasaran. Lalu beberapa sub plot membuat saya bosan, contohnya di episode 5 yang berjudul Dreams in a Witch House. Serius saya rasanya mau skip saja episode tersebut.

Beberapa bagian di Chilling Adventure of Sabrina juga menyinggung tentang kaum LGBT, tapi menurut saya itu malah kesannya hanya tempelan. Kalau dibandingkan dengan 13 Reasons Why, saya lebih suka cara 13 Reasons Why menyampaikan isu tersebut. Sama halnya dengan isu LGBT, ada juga isu tentang pelarangan buku-buku tertentu beredar di sekolah karena mengandung hal sensitif. Saya kurang tahu detailnya buku-buku yang dilarang itu isinya seperti apa. Yang jelas isu itu juga hanya sekadar lewat.

Lanjut ke penokohan, menurut saya tokoh utama di sini karakternya tidak terlalu kuat. Justru tokoh Zelda dan Hilda (keduanya adalah Bibi Sabrina) itu yang karakternya lebih hidup. Mereka menyajikan hubungan kakak-adik yang kadang suka berselisih pendapat, tapi juga saling sayang. Lalu guru Sabrina‒yang biasa dipanggil Ms. Wardwell‒karakternya juga hidup.

Sementara itu, karakter Sabrina digambarkan sebagai sosok yang keras kepala, ia selalu merasa bisa menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri, tapi termasuk pemberani. Sayangnya karakter Sabrina tetap hambar bagi saya, kurang hidup. Ditambah lagi ada hal-hal yang kurang bisa dipercaya tentang karakter Sabrina. Sabrina selalu dimudahkan, selalu berhasil, kalaupun gagal sedikit imbasnya tidak pada dirinya langsung.

Sedikit spoiler, di episode 10 berjudul The Witching Hour bagian mengembalikan roh-roh 13 penyihir itu agak aneh. Si Sabrina ini kan tidak tahu apa-apa lho tentang mereka. Ia juga belum banyak belajar tentang mantra dan ilmu sihir, sebut saja masih amatir. Tapi ia bisa lho mengusir penyihir itu. Semudah teriak sambil mengangkat tangan. See? Ia hidupnya dimudahkan, rintangan itu soal gampang bagi Sabrina.

Season 2 release tahun ini dengan jumlah episode 9 dan saya tidak penasaran. Haha... Kayaknya cerita akan berpusat di akademi tak kasat mata. Tentu masih melanjutkan petualangan-petualangan Sabrina dalam mengungkap kisah kematian orang tuanya yang belum terbongkar di season 1.

Nah itu dulu ulasan saya tentang TV series Netflix Chilling Adventure of Sabrina. Silakan kunjungi artikel lain, ada ulasan tentang Stranger Things Season 3 juga lho. Terima kasih sudah menyimak.

Comment