Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Menulis

Cara Menulis Premis Cerita Fiksi

Sebelum mengikuti kelas skenario, saya tidak pernah menulis premis untuk setiap naskah cerita yang salah tulis. Semua cuma berangkat dari ide kasar. Bahkan tidak pernah memetakan dan bikin outline cerita. Tapi, buat saya yang suka ngada-ngada kalau bikin cerita, premis dan outline itu jadi penting, karena bisa digunakan sebagai patokan sekaligus pagar. Selain itu, belakangan ini banyak lomba menulis novel yang mengharuskan mencantumkan premis. Menurut KBBI premis adalah apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan; dasar pemikiran; alasan, asumsi, dan bisa disebut sebagai kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dalam logika. Kalau sederhananya menurut saya, premis itu bentuk singkat yang memuat garis besar dari cerita yang kita tulis (lebih singkat dari sinopsis). Menulis premis ini susah menurut saya, karena kita harus bisa menulis satu kalimat yang menggambarkan keseluruhan cerita. Tapi kalimat itu harus menarik dan mampu membuat editor tertarik den...

Fiksi: Plot Driven vs Character Driven

Sebelumnya, ketika menulis cerita fiksi saya tidak terlalu memerhatikan mau menggunakan  plot driven atau character driven . Biasanya lebih fokus ke genre, tokoh, alur, dan POV. Tanpa saya sadari, saya lebih banyak berkutat di plot driven . Lalu, saat kelas menulis skenario Ernest Prakasa, plot driven dan character driven sedikit disinggung. Semenjak itu jadi cari tahu lebih tentang plot driven dan character driven . Apakah itu plot driven dan character driven ? Apa perbedaan dari keduanya? Simak penjelasan saya berikut. ©️ Plot Driven Cerita fiksi yang ditulis menggunakan plot driven umumnya fokus terhadap kejadian eksternal yang akan mendorong cerita terus bergerak. Tujuan dari cerita juga akan lebih eksternal, karena plot driven fokus pada pengembangan situasi. Ciri-ciri cerita plot driven biasanya terdapat plot twist , ada aksi, dan konflik eksternal. Pada umumnya tokoh di cerita plot driven  dipaksa untuk mengambil tindakan cepat. Tindakan tokoh ters...

Situs Gramedia Writing Project Bertransformasi

Di artikel sebelumnya saya sempat membahas writing platform di Indonesia, salah satunya GWP ( klik di sini ). Namun di saat itu tampilan GWP masih lawas, sekarang GWP telah bertransformasi dengan tampilan yang lebih fresh . Alamat situs yang semula gwp.co.id pun berganti menjadi gwp.id. Sebelum membahas perbedaan GWP dulu dan sekarang, kenalan sebentar yuk dengan GWP. Apa sih GWP itu? Gramedia Writing Project alias GWP adalah platform menulis yang dinaungi oleh Gramedia. Siapa pun yang menulis di GWP memiliki kesempatan diterbitkan karyanya dalam bentuk digital ataupun cetak oleh penerbit yang tergabung dalam Gramedia. Penerbit tersebut adalah Gramedia, Elexmedia, Grasindo, BIP, KPG, dan M&C. Satu lagi ada Rekata (bukan penerbit). Sejauh pengetahuan saya, Rekata itu yang memproduksi short movie Tak Ada yang Gila di Kota Ini. Dengan banyaknya penerbit yang bergabung, maka peluang penulis agar tulisannya dilirik penerbit tentu besar ya. Apa bedanya GWP yang dulu dan sekarang?...

Kelas Menulis Skenario Ernest Prakasa Batch 3 di Semarang

Ketika saya mendapat informasi Ernest Prakasa akan mengadakan kelas menulis skenario di Semarang saya langsung excited . Biasanya kelas-kelas seperti ini kan lebih banyak ada di Jakarta atau kota lainnya. Entah di Semarang kok jarang tahu, apa saya yang kudet atau gimana. Jadi untuk mengikuti kelas Ernest ini bisa gratis kalau mengikuti jalur beasiswa, tapi saat saya tahu infomasi tersebut waktu submit jalur beasiswa sudah kelewat. Saya pun mengikuti jalur reguler. Kapan lagi kan ada kelas seperti ini, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Kelas menulis skenario di Semarang diadakan pada 13 Oktober 2019 di ballroom Hotel Grasia, dari pukul 09:00 - 13:00. Saya hadir setengah jam sebelum kelas dimulai. Saat itu masih sepi banget, hanya ada saya lalu peserta lain pun satu persatu datang. Kami masuk ke dalam ruangan dan mengisi daftar kehadiran. Di ujung ruang juga disediakan snack dan minuman. Posisi kursi diatur membentuk huruf U, saya langsung duduk paling depan dong....

Fiksi yang Saya Tulis September - Oktober

Di akhir bulan September saya menulis dua cerpen dan satu novel. Tujuannya untuk ikutan kompetisi dan latihan nulis tentu saja. Cerpen pertama yang saya selesaikan berjudul Reverse dengan genre fantasi. Reverse saya tulis untuk lomba yang diselenggarakan oleh penerbit indie Inspo Creative. Syarat halaman cerpen lumayan banyak sejumlah 16 halaman tidak boleh lebih atau kurang. Cerpen kedua yang saya selesai tulis berjudul Pejuang Penantian di Kota Mati. Cerpen tersebut saya tulis untuk mengikuti kompetisi yang diadakan oleh Hipwee. Gara-gara ikut kompetisi tersebut, saya jadi tahu ternyata siapa pun bisa berkontribusi nulis di Hipwee. Selama ini kenalnya dengan blog dan writing platform kayak GWP, Storial, Wattpad. Di Hipwee artikel yang ditulis tidak langsung terbit, ada tahapan penyuntingan oleh editor. Apakah artikel sudah layak atau belum, karena ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti saat mengunggah artikel. Cerpen Pejuang Penantian di Kota Mati ini menyesuaik...

Mengenal Subgenre dalam Novel Part 2

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sub- (bentuk terikat) memiliki arti bawah, dekat, agak. Sementara itu, genre (Sas) memiliki arti sebagai jenis, tipe, atau kelompok sastra atas dasar bentuknya, ragam sastra. Untuk lebih mudah dipahami saya mengartikan subgenre sebagai turunan dari suatu genre. Subgenre dalam novel jika didata jumlahnya tentu sangat banyak. Salah satu contohnya sains fiksi saja memiliki subgenre seperti cyberpunk, steampunk, clockpunk, biopunk; belum genre lain juga memiliki subgenre. Kalian bisa membuka Goodreads dan dijamin akan menemukan berderet-deret genre dan subgenre novel. Oleh sebab itu untuk menyambung artikel sebelumnya tentang subgenre, maka saya membuat bagian keduanya. Baca juga mengenal subgenre dalam novel bagian pertama di sini . Nah mari simak penjelasan saya berikut ini. Bildungsroman atau Coming of Age Novel dengan subgenre bildungsroman atau coming of age menceritakan tentang perkembangan kehidupan tokoh dari ia remaja hingga b...

Tantangan Menulis dari Storial

Sebulan lalu Storial baru saja mengadakan kompetisi menulis bertema #HappyGirl dengan date line sebulan. Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut kompetisi tersebut. Dan… Saya berhasil menuntaskan tulisan saya. Yeah! Menyelesaikan tulisan yang saya buat dari nol hingga tamat dalam kurun waktu sebulan itu rekor baru saya. Malahan mungkin tidak sebulan penuh, karena ada hari di mana saya tidak menulis sama sekali. Rupanya berhasil menyelesaikan tantangan dari Storial sangat membahagiakan (Kenapa saya sebut tantangan, ya karena di luar kebiasaan saya menulis.), terlepas nanti akan menang atau tidak saya tetap bangga dengan apa yang telah saya kerjakan. Bicara mengenai tantangan, usai kompetisi menulis #HappyGirl Storial memberikan tantangan lainnya dong ( Thank you Storial). Kompetisi kali ini bertema #NulisSukaSuka yang berarti penulis bebas mau nulis novel genre dan tema apa saja. Saya menyambut dengan tangan terbuka tantangan kedua, apa lagi nulis suka-suka j...

Challenge Myself! Ikut Lomba Nulis HappyGirl

Ini ada apa sih pada ngomongin Happy Girl? Itulah yang terlintas di benak saya waktu berselancar di Twitter atau baca grup Whatsapp. Langsung klik URL yang dibagi sama teman deh. Oh ternyata Storial lagi mengadakan lomba menulis Teenlit yang temanya Happy Girl. (Yang mau tahu info lebih lanjut tentang lomba menulis Storial bisa klik di sini ) Sejujurnya setelah baca aturannya saya mikir keras seharian, cuma untuk menemukan ide yang pas. Disebutkan juga selain tema Happy Girl, novel tersebut juga harus mengandung moral value yang mencerdaskan generasi muda. Jadi tidak melulu cinta cintaan. Novel Teenlit memang ringan, tapi bagi saya ini tantangan besar. Pertama, novel ini harus diselesaikan selama sebulan. Seingat saya, saya belum pernah nulis novel sampai tamat hanya dalam waktu sebulan. Ditambah lagi saya acak-acak draft di laptop dan tidak ada tema yang nyangkut. Otomatis saya harus nulis dari awal, bikin premis, menentukan opening-closing, landmark, subplot, terus dirangkai ...

Melawan Writer's Block

Cara Mengatasi Writer's Block Siapa sih yang tidak pernah mengalami writer's block , mostly orang-orang yang melakukan kegiatan menulis pasti pernah mengalami ini. Termasuk saya. Saya akan membagikan bagaimana cara saya mengatasi writer's block yang datangnya tidak sekali dua kali. Beberapa cara mungkin bisa berhasil atau tidak bagi kalian, semuanya kembali ke individu masing-masing. Mencari Suasana Baru Kadang jika tempat kerja kita di situ-situ saja terus akan muncul rasa jenuh yang mungkin bisa berakibat pada kinerja saat menulis. Saya sempat mencoba untuk menulis di tempat lain, misalnya kedai kopi atau yang sederhana ubah saja lokasi menulis yang ada di rumah. Tadinya menulis di meja kerja bisa pindah ke ruang tengah, ruang tamu, atau teras. Iya sesimpel itu. Intinya mencari suasana baru yang nyaman. Membaca Sudah dipaksa-paksa mau nulis tapi tetap tidak bisa, berhenti dulu. Saya sendiri bisa melakukan banyak aktivitas lain, salah satunya membaca buk...

Mengenal Sub Genre dalam Novel

Sebelumnya saya sudah pernah memberikan contoh dan penjelasan tentang genre cerita fiksi, bisa dibaca di sini . Genre tersebut selanjutnya bisa dikelompokkan lagi menjadi sub genre. Sub genre dalam cerita fiksi bermacam-macam, tapi saya akan menjelaskan empat di antaranya yang familiar bagi saya. Sebagian penjelasan saya dapat dari kelas diskusi dalam komunitas menulis. Silakan simak penjelasan berikut. Teenlit Cerita Teenlit sangat dekat dengan dunia remaja, dari namanya saja Teenlit yaitu teen literature. Tokoh utama dalam cerita Teenlit sudah pasti seorang remaja. Ceritanya berkisar di dunia sekolah, persahabatan, dan keluarga. Konflik yang disajikan pun tidak kompleks. Bahasa yang digunakan ringan. Contoh novel Teenlit adalah Twinwar oleh M. Dwipatra, Things About Him oleh Nara Lahmusi, Caramellove Recipe oleh Lia Nurida. Young Adult Cerita Young Adult atau biasa disingkat YA tokoh utamanya sudah bukan anak remaja lagi, kalau pun remaja biasanya hampir lulus SMA. Konflik y...

4 Platform Menulis Online yang Populer

Saat ini banyak platform menulis online yang bisa dijadikan wadah untuk menulis. Empat di antaranya yang populer di Indonesia adalah Wattpad, GWP, Storial, dan Sweek. Menulis di platform memiliki kelebihan tersendiri. Kita bisa melatih kemampuan menulis, langsung tahu gimana respon pembaca, bisa punya banyak kenalan atau partner yang mungkin punya selera bacaan sama, kalau karya kita bagus bisa dilirik editor. Kelebihan yang terakhir pastinya yang diimpikan banyak orang yang bercita-cita jadi penulis (Saya juga.). Intinya banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari menulis. Contohnya saya sempat mengikuti kompetisi menulis di GWP dan saya bisa mengikuti pelatihan menulis yang dimentori oleh penulis-penulis hebat. Kalian bisa membaca lebih lanjut pengalaman saya mengikuti kelas menulis tersebut di sini . Selanjutnya simak ulasan saya tentang keempat platform menulis online yang populer berikut. Wattpad Siapa yang tidak tahu Wattpad sih, pasti nama ini sudah tidak asing di teli...

Expert Writing Class

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis mengenai Gramedia Writing Project (GWP). Nah, tahun ini GWP mengadakan lomba menulis novel dengan kategori teenlit dan young adult. Pendaftaran mulai dibuka bulan Januari, tapi saya baru tahu akhir Februari (untung nggak ketinggalan). Meskipun sudah tahu dari bulan februari, saya baru daftar akhir bulan Maret.  Lumayan banyak naskah yang diposting di GWP, sekitar 456 kalau nggak salah (pokoknya lebih dari 400). Naskah-naskah tersebut bakal disaring dan yang tersaring bisa ikut Expert Writing Class. Setelah nunggu-nunggu akhirnya pengumuman keluar bulan Mei. Senang banget waktu tahu saya masuk pada tahap seleksi. Jumlah yang masuk seleksi ada 90 orang. Memang lebih banyak dari GWP sebelumnya. Sembilan puluh peserta yang masuk seleksi tahap I ini wajib mengirimkan naskah lengkap sebagai syarat bisa mengikuti Expert Writing Class. Saya langsung semangat buat nerusin naskah dong. Sebelum date line yang ditentukan sudah dikirim. Kap...

Mencoba Menjadi Penulis Lain

Try to be others, this is mistake ! Saya baru sadar setelah membaca beberapa jurnal di blog Eka Kurniawan, meskipun tak segamblang itu tapi ini menggiring saya untuk berpikir demikian. Begitu penting bagi seorang penulis nyaman dengan apa yang ditulis. Celakanya belakangan ini saya berusaha menjadi orang lain hanya karena ingin menang lomba menulis. Hasilnya, tentu saja saya tidak menang. Dalam setahun ada beberapa lomba menulis yang memberikan tema tertentu. Penulis super amatiran seperti saya ini jelas tertarik. Selain bisa untuk latihan juga dapat mengukur semahir apa saya menulis, sejauh mana perkembangan saya. Kebanyakan tema lomba tersebut adalah mengenai percintaan, yang mana saya merasa paling tidak bisa membuat cerita romance. Bahkan dari banyak genre film, genre yang satu ini adalah yang paling tidak saya sukai. Tapi ini membuat saya semakin tertantang untuk membuat cerita romance. Kesalahan saya adalah, saya berusaha menulisnya dengan gaya novel percintaan yang menurut ...

Writing Project

Waktu melihat isi folder bertuliskan ‘ writing project ’‒yang isinya file lumayan banyak‒saya mengernyitkan dahi. Tidak lain karena sebagian file tersebut hanya saya simpan untuk diri saya sendiri (hanya beberapa file yang waktu itu sempat saya terbitkan secara mandiri). OK, saya memutuskan untuk browsing , kira-kira ada cara lain nggak ya untuk ‘memberdayakan’ file saya ini (ahaha). Dan akhirnya menemukan situs gwp.co.id, yah hampir serupa sama wattpad. Hanya saja situs tersebut dikelola oleh penerbit mayor, yang tak lain adalah Gramedia. Situs tersebut dimaksudkan untuk menemukan penulis baru. GWP (Gramedia Writing Project) ini sudah ada sejak tahun 2013, dan saya baru tahu akhir-akhir ini (ke mana saja). Tapi nggak ada kata terlambat untuk berkarya ya. Langsung lah saya menyortir file yang hanya tersimpan di folder itu. Pilihan saya jatuh pada flash fiction yang saya buat setahun yang lalu. Flash fiction tersebut bertema horor dan bisa banget dikembangkan jadi novel. Seha...

Macam-macam Genre Novel

Genre Novel yang Perlu Kalian Ketahui dan Penjelasannya Lama tak nge-blog kali ini saya ingin membahas mengenai berbagai genre novel serta penjelasannya. Literatur fiksi memiliki berbagai macam genre, seperti romance, misteri, science fiction, horor, thriller, suspense, humor, dll. Tidak jarang juga ada karya yang mengandung lebih dari satu genre, misalnya genre romance yang dibumbui dengan genre humor, atau genre misteri yang dibumbui dengan genre horor. Kalau saya selalu suka dengan genre science fiction, fantasi, misteri dan horor. Genre science fiction dan misteri selalu bikin saya ikut berpikir. Sementara genre fantasi membuat saya ikut berimajinasi dan genre horor bikin jantung saya dag-dig-dug. Intinya setiap genre memiliki dampak atau efek berbeda kepada pembaca. Berikut ini penjelasan mengenai genre-genre dalam literatur fiksi. 1. Science fiction Genre sci-fi pada umumnya mengangkat topik yang berhubungan dengan teknologi atau sains. Kecanggihan teknologi ata...