May 2026 - MELALUI RUANG

Tuesday, May 19, 2026

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

May 19, 2026 0
Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977.

Blurb

"Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!"


Review

Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, ternyata buku Kosmos nyaman sekali dibaca. Jangan bayangkan buku sains yang berat dan bikin pusing. Kalimat yang digunakan mudah dipahami. Penuturannya sangat luwes sehingga betah sekali membaca buku Kosmos.


Buku Kosmos terdiri dari 13 bab. Ia membahas makro (alam semesta) hingga mikro (bagian terkecil dalam makhluk hidup). Bab awal dimulai dengan garis besar kelahiran kosmos. Usia kosmos diperkirakan 13,82 miliar tahun. Dalam penjelasan penulis, waktu pembentukan itu dikonversi menjadi 1 tahun kalender agar mudah dipahami dan dibayangkan 


Pada bab selanjutnya pembahasan mulai mengerucut, dijelaskan lebih detail aspek-aspek yang berperan dalam membentuk kehidupan dan peradaban. Ann Druyan membahas konektom kosmik, pengorbanan Cassini, kisah dua atom, hingga Vavilov seorang ahli botani dari Rusia.


Buku Kosmos sarat akan ilmu dan saya merasakan buku ini ditulis dengan empati, bukan sekadar fakta sains. Banyak sekali insight dan pesan yang saya peroleh setelah membaca buku ini. Terima kasih banget karena penulis  sudah membagikan ilmunya.


Demokrasi di dunia tampak rapuh, tapi ada tempat-tempat di Bumi di mana itu tak berlaku. Tiap orang punya suara. Korupsi tak dikenal. Masyarakat bertindak ketika sudah mencapai kesepakatan melalui debat. Di manapun lebah berkumpul, di situlah salah satu tempatnya. (pg. 204) 

Wednesday, May 13, 2026

Review Novel The Dry (Jane Harper)

May 13, 2026 0
Review Novel The Dry (Jane Harper)
Setelah sekian lama tidak menulis di Blog, hari ini saat memeriksa catatan di ponsel, saya menemukan beberapa review singkat yang saya tulis tahun 2022, tapi hanya tersimpan begitu saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk menayangkannya di Blog. Silakan simak review singkat novel The Dry, barangkali jika Anda belum membacanya, review ini bisa berguna.

Novel The Dry ditulis oleh Jane Harper dan diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pan Macmillan Australia Pty Ltd. Kemudian di Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 440 halaman ini berlatar di kota tandus bernama Kiewarra.

Kemarau berkepanjangan & kematian satu keluarga, lebih dari cukup untuk membuat orang-orang ingin menjauh dari Kiewarra. Namun Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya itu untuk menghadiri pemakaman sahabatnya, Luke Hadler.

Selain menghadiri pemakaman, Aaron juga menyelidiki motif di balik pembantaian keji itu. Namun ia justru dipaksa mengingat masa lalu menyakitkan dan alasannya harus meninggalkan Kiewarra. Nostalgia yang jauh dari menyenangkan.

The Dry punya pace lambat, tapi tetap bikin pembaca ingin terus mengikuti perjalanan Aaron. Seperti halnya Aaron, pembaca seolah dibawa berputar-putar di Kiewarra dengan berbagai dugaan yang no one knows mana yang benar.

Kemarau, kondisi menyedihkan Kiewarra, warga setempat; semuanya dideskripsikan dengan detail yang apik. Setting dan tone cerita ini mengambil peran penting. Banyak elemen dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan dampak psikologis. Seolah-olah pembaca bisa merasakan betapa stressful berada di lingkungan tersebut.

Karakterisasi yang kuat membuat pembaca mengenali tokoh secara utuh. Tokoh-tokoh tersebut terasa hidup. Bukan cuma itu yang bikin betah baca novel The Dry, penulisan yang rapi juga ambil peran. Meskipun memiliki alur maju mundur, cerita ini tetap mudah diikuti.

Overall, masih takjub sama setting dan tone yang dihadirkan dalam novel ini, sangat memorable. Pengalaman pribadi waktu panas ekstrim rasanya gampang emosi dan bikin susah fokus. Kalian juga gitu nggak sih?

Comment