April 2019 - MELALUI RUANG

Thursday, April 4, 2019

Challenge Myself! Ikut Lomba Nulis HappyGirl

April 04, 2019 2
Challenge Myself! Ikut Lomba Nulis HappyGirl
Ini ada apa sih pada ngomongin Happy Girl? Itulah yang terlintas di benak saya waktu berselancar di Twitter atau baca grup Whatsapp. Langsung klik URL yang dibagi sama teman deh. Oh ternyata Storial lagi mengadakan lomba menulis Teenlit yang temanya Happy Girl. (Yang mau tahu info lebih lanjut tentang lomba menulis Storial bisa klik di sini )

Sejujurnya setelah baca aturannya saya mikir keras seharian, cuma untuk menemukan ide yang pas. Disebutkan juga selain tema Happy Girl, novel tersebut juga harus mengandung moral value yang mencerdaskan generasi muda. Jadi tidak melulu cinta cintaan. Novel Teenlit memang ringan, tapi bagi saya ini tantangan besar.

Pertama, novel ini harus diselesaikan selama sebulan. Seingat saya, saya belum pernah nulis novel sampai tamat hanya dalam waktu sebulan. Ditambah lagi saya acak-acak draft di laptop dan tidak ada tema yang nyangkut. Otomatis saya harus nulis dari awal, bikin premis, menentukan opening-closing, landmark, subplot, terus dirangkai jadi outline. Masih memeriksa ada keanehan tidak, kadang kan saya gesrek alurnya suka berantakan, hahaha…

Kedua, tema Happy Girl yang berarti tokoh itu harus ceria, memiliki aura positif, apa lagi ini Teenlit berarti harus remaja banget. Sementara itu, saya kan kalau bikin cerita ada saja gitu sentuhan creepy-nya (Ya kan saya suka misteri dan horor) atau bikin konflik yang lumayan berat (Terus kesasar sendiri). Serba bertolak belakang pokoknya. Selain itu karena saya sudah tidak remaja lagi takutnya jadi kurang luwes dalam menyampaikan cerita.

Namun justru tantangan-tantangan tersebut yang membuat saya ingin terus maju, menantang diri saya keluar dari zona nyaman. Banyak kok yang bisa nulis novel sebulan selesai, kenapa saya tidak? Banyak juga yang bisa nulis novel Teenlit yang tidak hanya ringan tapi juga mengandung pesan moral, kenapa saya tidak?

Jadi saya putuskan untuk ikut kompetisi menulis yang diadakan Storial dan Nulis Buku. Sayang banget kan lomba menulis sekece ini dilewatkan, apa lagi jika menang bisa mendapat kesempatan novel diterbitkan. Ini sih yang saya incar, karya saya bisa diterbitkan.

Mari ramaikan kompetisi menulis ini kalian yang memiliki impian menjadi penulis. Jangan cuma simpan karya di komputer untuk diri kalian sendiri. Sudah banyak platform menulis online sebagai wadah, silakan diupload di sana. Dan, jangan lupa mampir ke cerita saya: Paint Your Heart

Kasih komentar kalian, kalau suka dikasih bintang, syukur-syukur disubscribe. Thank you.

Monday, April 1, 2019

Review Novel Gramedia A Sweet Mistake

April 01, 2019 0
Review Novel Gramedia A Sweet Mistake
29 Maret 2019 pukul 19:37 baru saja selesai membaca A Sweet Mistake
Penulis: Vevina Aisyahra
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 248
Tahun terbit: 2017

Bagi Liona, Rey adalah mahasiswa abadi yang selalu sentimen kepadanya, cowok yang tidak punya masa depan. Rey hanya beruntung karena memiliki keluarga kaya. Sementara bagi Rey, Liona adalah tetangga pembawa sial. Gadis tanpa ekspresi yang sok cool dan menyebalkan.

Suatu hari Rey mendapat ide cemerlang untuk mengerjai Liona. Rencana itu dianggapnya akan menjadi tebusan paling manis atas rasa tidak sukanya selama ini. Dan Liona berhasil masuk ke dalam perangkap yang dibuat Rey. Namun, benang takdir punya rencana lain. Tidak hanya Liona, tapi Rey juga terperangkap. Tidak bisa menolak. Akankah hal tersebut membawa keduanya pada akhir yang bahagia? Atau malah menjadi kehancuran bagi keduanya?

Begitulah kira-kira sinopsis yang ada di sampul belakang buku.

Novel terbitan Gramedia a Sweet Mistake adalah pemenang ketiga Gramedia Writing Project batch 3
Novel a Sweet Mistake ©

A Sweet Mistake adalah novel young adult jebolan Gramedia Writing Project batch 3. Novel ini menjadi juara tiga pada kompetisi menulis tersebut. Tidak heran jika novel ini menang, karena menurut saya penulisannya rapi dan karakternya memiliki perkembangan. Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini sederhana tapi enak dibaca. Bagi saya tidak masalah mau gaya bahasa sederhana, unik, indah; tapi yang penting bisa membawa pembaca masuk ke cerita.

Saya suka alur cerita di A Sweet Mistake, tidak bertele-tele. Semua sesuai porsinya. Ceritanya juga berkembang dengan baik. Ada beberapa bagian cerita yang bikin saya ngakak, ada juga yang menyentuh hati. Pokoknya menghiburlah baca A Sweet Mistake.

Karakter utama, Liona dan Rey digambarkan dengan baik. Mereka memiliki warna yang berbeda. Kalau ditanya karakter favorit saya di novel A Sweet Mistake siapa, mungkin Rey. Dia memiliki perkembangan yang baik, bukan berarti Liona tidak ya. Ya bisa dibayangkan Rey itu kan selalu dimanjakan, apa pun yang dia butuhkan selalu ada, itu membuat dia tumbuh menjadi sosok yang effortless. Tapi dia bisa berubah karena keadaan itu cukup drastis menurut saya.

Jadi itu tadi pendapat saya tentang novel A Sweet Mistake. Kalau kalian ingin santai dan tidak ingin bacaan yang berat maka novel ini adalah pilihan yang tepat.

Silakan share rekomendasi novel bagus menurut kalian di kolom komentar.

Comment