Skip to main content

Perpustakaan Kecil di Angkutan

Di suatu sore itu habis turun hujan, sekitar jam 17:00 saya naik angkutan seperti biasa. Namun, ada yang tidak biasa dengan angkutan yang saya naiki. Di bagian belakang angkutan terdapat deretan buku dan air mineral gratis. Cukup takjub dengan angkutan tersebut karena sejak dulu menggunakan jasa angkutan sampai sekarang belum pernah menemui angkutan serupa. Hal tersebut membuat saya tersentuh, sambil mencari nafkah supir angkutan tersebut menyebarkan budaya membaca di masyarakat.

Dokumentasi pribadi

Di depan deretan buku tersebut ada tulisan 'timbang ngalamun moco buku lur, nek ngelak ngombeo, gratis', yang artinya 'daripada melamun baca buku saudara, kalau haus minum saja, gratis'. Buku yang diletakkan di rak tersebut memang masih sedikit, sekitar sepuluh mungkin. Namun, bagi saya ajakan untuk membaca itulah yang patut diapresiasi.

Saat saya naik angkutan turut juga seorang anak dan ada beberapa ibu-ibu juga. Anak tersebut nampak tertarik membaca buku cerita, sedangkan ibu-ibu membuka-buka buku resep masakan. Hal itu menunjukkan sebenarnya keinginan masyarakat untuk membaca itu ada hanya mungkin ada beberapa faktor penghambat, entah karena harga buku masih relatif mahal bagi mereka atau keberadaan perpustakaan yang kurang maksimal.

Sebagai seorang yang suka baca buku saya sendiri belum bisa melakukan tindakan nyata untuk mengajak masyarakat membaca buku, tapi saya berharap suatu saat bisa berpartisipasi. Semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya membaca.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Review Novel The Dry (Jane Harper)

Setelah sekian lama tidak menulis di Blog, hari ini saat memeriksa catatan di ponsel, saya menemukan beberapa review singkat yang saya tulis tahun 2022, tapi hanya tersimpan begitu saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk menayangkannya di Blog. Silakan simak review singkat novel The Dry, barangkali jika Anda belum membacanya, review ini bisa berguna. Novel The Dry ditulis oleh Jane Harper dan diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pan Macmillan Australia Pty Ltd. Kemudian di Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 440 halaman ini berlatar di kota tandus bernama Kiewarra. Kemarau berkepanjangan & kematian satu keluarga, lebih dari cukup untuk membuat orang-orang ingin menjauh dari Kiewarra. Namun Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya itu untuk menghadiri pemakaman sahabatnya, Luke Hadler. Selain menghadiri pemakaman, Aaron juga menyelidiki motif di balik pembantaian keji itu. Namun ia justru dipaksa mengingat masa lalu menyakitkan dan alasannya harus...