MELALUI RUANG

Sunday, March 10, 2019

Review Film Swing Kids 2018 Dibintangi DO EXO

March 10, 2019 2
Review Film Swing Kids 2018 Dibintangi DO EXO
Seperti biasa kalau mau nonton film bagi saya wajib nonton trailernya dulu, harus cari tahu tentang apa film yang akan ditonton. Setelah nonton trailer Swing Kids saya benar-benar tertarik dengan film ini. Ditambah pemain utamanya adalah Do Kyung Soo atau dikenal juga sebagai D.O. member boy band Exo. Menurut saya Kyungsoo memiliki kemampuan akting yang bagus. Selain hal itu alasan saya tertarik nonton Swing Kids, karena terlihat sangat menjanjikan dengar latar kamp tahanan perang. Entah kenapa ketika nonton trailernya saja saya bisa menangkap nilai di balik film ini.

Plot dan Pesan Moral Swing Kids

Swing Kids tayang Desember 2018 di Korea Selatan dan baru tayang di Indonesia tahun 2019. Film ini bercerita tentang kehidupan Rho Ki Soo sebagai tahanan perang di kamp Pulau Geoje. Di Kamp tersebut dibagi jadi anti-komunis dan pro-komunis. Di tempat yang harusnya terasa seperti neraka Ki Soo menemukan sebuah harapan melalui tarian tap, ketika Sersan Jackson membentuk sebuah tim tari. Selain Ki Soo tiga anggota lainnya juga memiliki tujuan kenapa mereka menari dan bersama-sama mereka berusaha mewujudkannya.

Film ini diperankan oleh Do Kyungsoo sebagai Rho Ki Soo yang berasal dari Korea Utara, Park Hye Soo sebagai Yang Pan Rae yang berasal dari Korea Selatan, Jared Grimes sebagai Sersan Jackson yang tentu saja berasal dari Amerika, Kim Min Ho sebagai Xiao Fang yang berasal dari China, dan Oh Jung Se sebagai Kang Byung Sam berasal dari Korea Selatan.

Ok, kenapa saya repot-repot mengenalkan mereka satu per satu bahkan sampai kewarganegaraannya juga? Cuma mau menunjukkan saja kalau mereka berlima beragam dan bisa bersatu karena tarian. Itu sungguh menenangkan hati. Di film Swing Kids juga menyinggung tentang isu rasis, yang menurut saya hingga saat ini masih terjadi di beberapa belahan dunia.

Perang selalu meninggalkan penderitaan dan kesedihan, itu juga yang terlihat di dalam film Swing Kids. Para tawanan hanya ingin perang berakhir sehingga mereka bisa pulang kepada keluarga mereka. Bagi saya film ini meninggalkan kesan dan pesan yang sangat mendalam.

Para Tokoh dalam Swing Kids

Selain pesan yang kuat, kalian akan dibuat takjub dengan kemampuan menari para aktornya. Saya yakin tap dance tidaklah mudah, para aktor pastilah berlatih sangat keras untuk bisa menari sebagus itu. Big applause.

Seperti yang saya duga sejak awal akting Kyungsoo pun sangat memukau. Sebagai seseorang yang berjiwa nasionalis Ki Soo mengalami pergolakan antara menjadi pahlawan bagi bangsanya atau menari sesuai keinginan hatinya (Bagi orang Korea Utara budaya barat itu tidak bisa mereka terima dan tap dance jelas berasal dari Amerika.). Menurut saya Kyungsoo berhasil menjadi Ki Soo yang penuh pergolakan.

Untuk film Swing Kids saya tidak bisa memilih karakter mana yang paling saya sukai. Menurut saya kelima pemain utama memiliki karakter yang kuat. Bahkan Xiao Fang yang lebih banyak diam pun juga. Xiao Fang berhasil menunjukkan ia ingin menari karena itu memang passionnya. Tapi sempat disebut juga oleh Ki Soo kalau Xiao Fang menari karena ingin kurus. Sementara itu Byung Sam ingin menari demi mencari istrinya yang sempat terpisah. Sepertinya istri Byung Sam ini berbeda kewarganegaraan apa gimana, saya kurang ngerti juga.

Saya juga suka Pan Rae. Ia menggambarkan kekuatan seorang wanita, apalagi di tengah kesulitan hidup karena perang. Ia banyak bekerja keras dan seorang yang pintar. Ia bisa berbicara dalam empat bahasa.

Jackson sebagai seorang kulit hitam juga mengalami ketidakadilan oleh bangsanya sendiri. Ia dikirim ke Geoje tentu karena rekan-rekannya yang berkulit putih tidak menyukainya. Tapi tidak seperti prajurit lain, saya melihat ketulusan dari Jackson. Saya sangat tersentuh ketika ia menyapaikan kata pembuka sebelum melakukan pertunjukan. Intinya semua orang bisa mencapai impian mereka, jika tidak ada perang.

Pada akhirnya film Swing Kids ini worth it untuk ditonton. Apakah kalian juga sudah nonton? Silakan tinggalkan komentar kesan dan pesan apa yang kalian peroleh setelah nonton film ini.

Thursday, March 7, 2019

Drama Mandarin The Big Boss season 1

March 07, 2019 12
Drama Mandarin The Big Boss season 1

Drama Mandarin yang Bikin Ngakak

Bisa dibilang nonton drama The Big Boss ini adalah suatu ketidaksengajaan saat saya berselancar di You Tube. Saya pikir ini drama baru ternyata sudah lumayan lama. Release tahun 2017 The Big Boss memiliki 18 episode dan ada season dua dengan jumlah episode yang sama. Penasaran saya coba nonton episode satu, dan... Gokil!

The Big Boss menceritakan kehidupan SMA seorang perempuan bernama Ye Mu Xi (nickname: Yezi). Ketika hari pertama masuk SMA dia tidak sengaja berpapasan dengan tetangganya, Liao Dan Yi, musuh bebuyutannya. Selama 9 tahun wajib belajar Yezi merasa terkekang oleh sikap Danyi yang suka mengaturnya. Mereka selalu berada di kelas yang sama dan Danyi selalu menjadi ketua kelas. Yezi senang pada akhirnya dia lulus SMP dan bisa menghirup udara kebebasan. Awalnya dia pikir Danyi bersekolah di tempat lain, tapi harapannya pudar ketika dia menemukan bahwa Danyi bersekolah di tempat yang sama, SMA Maple. Bahkan Danyi sekelas dengannya, di kelas 10 (Kelas paling buruk, karena diisi dengan murid yang nilainya jelek.). Padahal sudah jelas bahwa Danyi sangat pintar seharusnya dia bisa berada di kelas 1. Fyi, di SMA Maple kelas-kelas dibagi berdasarkan nilai dari terbaik ke terburuk.

Siapa yang disebut The Big Boss? Tentu saja Yezi. Semuanya berawal dari Danyi yang mengajukan diri untuk menjadi ketua kelas 10, tapi membayangkan Danyi akan mengaturnya Yezi merasa ngeri. Akhirnya dengan berbekal keberanian dia juga mengajukan diri untuk menjadi ketua kelas. Karena kelas 10 itu nyeleneh banget, maka yang terpilih jadi ketua kelas adalah Yezi, meskipun dengan suara 4:3 (Seriusan itu yang pilih cuma orang 11, murid lainnya ngaco pilih ketua kelasnya.).

Awalnya saya agak bingung kok settingnya macam-macam ada fantasinya gitu. Ternyata itu semua hanya imajinasi Yezi, kadang juga imajinasi teman-temannya Yezi. Ya, drama mandarin ini memang memiliki nuansa yang komik banget. Di The Big Boss ini juga diceritakan kalau Yezi suka baca komik. Tidak heran jika dia suka menggambar di buku pelajarannya sambil berimajinasi.

Selain itu di awal disebutkan bahwa The Big Boss ini bukan lah kisah cinta, setidaknya kisah cinta bukan menjadi yang utama. Cerita yang utama dari The Big Boss lebih ke remaja yang sedang mencari jati diri. Hal-hal tentang persahabatan dan impian sangat kental. Cerita yang begini termasuk yang saya sukai, masa remaja tidak melulu soal cinta.

Saya akui akting Eleanor Lee sebagai Ye Mu Xi keren banget, tengilnya dapat. Dia diam saja sudah kelihatan tengil, hahaha... Selain itu dia juga ekspresif banget. Saya bertanya-tanya itu lawan mainnya pada nahan tawa atau tidak waktu adegan sama Ye Mu Xi yang kocak. Bahkan Huang Jun Jie sebagai Danyi harus selalu tampil dengan poker face-nya itu. Saya saja ngakak.

Walaupun The Big Boss dibalut dengan komedi yang kadang receh, tapi tetap ada pesan moral di balik setiap cerita. Yang paling saya rasakan, kadang orang meremehkan seseorang hanya karena nilai akademik mereka tidak bagus. Padahal bisa saja orang-orang tersebut memiliki bakat di bidang lain. Ini sih yang kebanyakan terjadi pada murid di kelasnya Yezi.

Contohnya si kembar Huang Nan dan Huang Yi, mereka itu pintar kimia tapi sayangnya malah digunakan untuk menjahili orang lain, pintar dagang juga (bahkan sepedanya kepala sekolah sampai tidak sengaja dijual juga); Yuan Ke Er itu pintar gambar tapi malah disalurkan dengan bikin mural di jalanan, kurang dapat support; lalu Tian Cheng punya bakat menulis tapi lebih suka menyendiri karena memiliki masalah dengan ayahnya, dia juga tidak peduli dengan kebersihan sehingga dijauhi teman-temannya. Tapi berkat Yezi dan pengurus kelas lainnya Ke Er dan Tian Cheng bisa berubah jadi lebih baik.

Meskipun Danyi selalu menganggap Yezi payah dalam pelajaran, tapi menurut saya Yezi ini memiliki keberanian dan kelebihan untuk merangkul teman-temannya. Kayaknya saja cuek tapi dia termasuk orang yang peduli dengan teman-temannya. Secara pribadi saya suka dengan tokoh Yezi, terlepas dari sifatnya yang kurang mandiri dan pemalas (Ya masa mau sarapan saja kudu kakaknya yang bikin.).


Well, kalau kalian suka cerita khas remaja ala komik, penuh dengan komedi, dan pesan positif; maka The Big Boss adalah pilihan yang tepat.

Tuesday, March 5, 2019

Buku yang Saya Baca Februari 2019

March 05, 2019 0
Buku yang Saya Baca Februari 2019
Bulan Februari saya cuma berhasil membaca dua buku. Kedua buku tersebut adalah buku fiksi terbitan Gramedia. Simak ulasan saya tentang kedua buku tersebut.
Covernya bisa senada gini ya (dok. pribadi)

Breaking Point

13 Februari 2019 11:56 baru saja selesai membaca Breaking Point
Penulis             : Pretty Angelia
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman          : 240
Tahun terbit    : 2017

Breaking Point merupakan jebolan GWP batch 3. Awal saya baca blurb-nya sudah tertarik banget. Breaking Point menceritakan tentang perjuangan orang-orang yang mengikuti program Paket C karena suatu permasalahan. Geta berusia 17 tahun dikeluarkan dari sekolah, padahal dia termasuk murid pandai bahkan pernah menjadi Ketua OSIS. Vierro berusia 18 tahun terpaksa meninggalkan UN karena tidak bisa meninggalkan kompetisi catur di Roma. Daniar berusia 17 tahun memiliki suatu penyakit dan hanya dengan mengikuti program Paket C dia bisa mewujudkan cita-citanya. Terakhir Bogel berusia 20 tahun, seorang mantan napi yang ingin memiliki ijazah.

Novel dengan genre young adult ini ditulis dengan gaya ringan dan mengalir, khas anak remaja. Konflik yang disajikan lebih kompleks, tapi memiliki alur yang cepat. Jadi tidak bikin bosan. Saya suka dengan covernya dan kutipan kalimat di bawah judulnya. “Kesempatan kedua ada bagi mereka yang mau berjuang.” Sudah kelihatan banget kalau novel ini akan sangat menginspirasi dan memang iya. Selama ini banyak yang meremehkan orang yang mengikuti program Paket C, tanpa mengetahui apa alasan mereka.

Tokoh utama yaitu Geta, memiliki karakter pemberani yang kadang justru membuatnya dalam masalah. Dia juga orang yang sengak, menurut saya. Tapi jauh dari sifat sengaknya itu saya suka dengan karakternya yang kuat. Sementara karakter lain tidak terlalu menonjol, meskipun Vierro tampaknya sangat populer dan keren tapi menurut saya biasa saja, haha... Sementara itu, karakter Daniar yang berjuang dengan panyakitnya mampu menyentuh hati saya. Walaupun penyakit itu terus menggerogotinya, tapi dia tidak pasrah dan masih ingin berjuang buat impiannya.

Quote:
“Karena selama orangtua kita ada, selama itulah waktu yang tepat untuk banggain mereka.”
-Vierro-

Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu

28 Februari 2019 pukul 19:55 baru saja selesai membaca Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu
Penulis             : Norman Erikson Pasaribu
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman          : 171
Tahun terbit    : 2014

Saya membeli kumpulan prosa ini dengan versi cover baru, dapat rekomendasi dari teman saya. Awalnya saya tahunya Norman Erikson ini menulis kumpulan puisi Sergius Mencari Bacchus dan kabarnya sudah diterjemahkan dalam bahasa inggris. Satu kata yang dapat menggambarkan kumpulan prosa ini ‘genius’. Buku ini merupakan debut Norman Erikson dan langsung masuk ke dalam Lima Besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2014. Keren!

Terkadang saya bingung gimana mau mengulas buku yang keren, karena rasanya tidak ada kalimat yang mampu mengungkapkannya.

Di dalam buku ini ada 20 prosa dan memiliki atmosfer gloomy. Yang paling saya sukai adalah Pria Murakami (Sebenarnya suka juga dengan Mendaki Bersama Xingjian, tapi karena paling saya harus pilih salah satu.). Mostly, ending cerita prosa di buku ini termasuk open ending, yang tentunya saya sukai. Dan kebanyakan dari cerita tersebut meninggalkan kesan buat saya. Saya juga suka banget dengan gaya penulisan Norman Erikson.

Kayaknya Sergius Mencari Bacchus juga harus masuk list  dan saya tunggu karya-karya selanjutnya dari Norman Erikson Pasaribu.

Quote:
“Sebab, aku selalu menemukan kesepian pada ruang antara deretan tempat duduk itu. Di sana, kutemukan kesunyian yang menganga dan dari lubang besar itu keluar rayap-rayap sepi yang perlahan menggerogoti hatiku.” -Kondektur, hl. 97-


Kalau kalian suka dengan sastra, maka buku Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu adalah pilihan yang tepat. Sebaliknya jika suka dengan bacaan khas remaja bisa baca Breaking Point. Semuanya bagus. Jangan lupa tinggalkan komentar, kasih tahu saya buku bagus apa yang harus saya baca. Terima kasih.

Peacock Koffie dan Kofinary Semarang

March 05, 2019 2
Peacock Koffie dan Kofinary Semarang
Hari Sabtu saya habiskan untuk pergi ke coffee shop sambil ngetik artikel (walaupun keyboard saya lagi rusak dan harus pakai on-screen keyboard, cry). Saya mengunjungi dua coffee shop di daerah Semarang bawah. Kedua coffee shop tersebut dapat dijangkau dengan mudah menggunakan Trans Semarang, apalagi kalau bayar pakai Gopay dapat diskon 50%. Simak ulasan singkat saya tentang coffee shop di Semarang berikut.

Peacock Koffie

Di Semarang Peacock Koffie ada di tiga lokasi, yaitu:
1.      Jalan Gajahmada No. 22, Kembangsari, Semarang Tengah, Kota Semarang, 50133
2.      Jalan Yudistira No. 5, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang, 50131
3.      Jalan Gombel Lama No. 11, Tinjomoyo, Kota Semarang, 50262

Saya ngopi di Peacock Koffie jalan Yudistira dekat sama Kampus Udinus. Coffee shop  di sini buka pukul 06:00 – 23:00 menurut google map, tapi untuk yang di Gajahmada buka 24 jam. Peacock Koffie yang di Gombel Lama entah masih buka atau tidak, soalnya kalau saya lewat sepi banget. Selain itu warung yang gabungan dengan Peacock Koffie di lantai satu itu memang sudah tutup. Lokasinya kurang strategis kalau menurut saya, beda sama dua coffee shop lainnya.

Ruangan di Peacock Koffie Yudistira tergolong sempit. Di bagian dalam ruangan ber-AC dibagi menjadi area non-smoking dan smoking, di bagian teras juga ada kursi. Awalnya saya pikir area dalam khusus non-smoking, saya duduk ngasal dong, baru nyadar ada sign-nya di pintu, hahaha... Di setiap meja ada colokan, itu kan yang biasanya dicari di kedai kopi setelah kopi. Tapi saya lihat ada colokan yang rusak juga. Dan, jujur saja ruangannya kurang nyaman. Bukan berarti di kedai Peacock Koffie Gajahmada dan Gombel Lama juga gitu. Mungkin yang saya rasakan hanya di Yudistira.

Waktu ke sana saya tanya rekomendasi kopinya apa, bartendernya bilang hazelnut atau carmelito. Keduanya disediakan dalam dua versi dingin dan panas. Lalu saya pesan carmelito panas dan pie ayam. Harga total keduanya Rp. 55.000;. For your information, menu yang tertempel di belakang kasir tidak tercantum harganya. Semoga bukan saya yang kurang pay attention.
 
Carmelito dan pie ayam (dok. pribadi)
Ketika pesanan saya tiba tampilannya terlihat menggoda. Kopi disajikan di dalam cangkir berwarna coklat dengan tatakan lebar dan di sampingnya ada semacam nougat. Bagian atasnya ada sedikit busa dan taburan choco granule. Sayangnya waktu saya coba rasanya jauh dari ekspektasi. Di benak saya carmelito itu semacam kopi dengan rasa caramel. Tapi ketika saya coba tidak ada rasa caramel dan rasa kopinya kurang tajam. Rasa yang mendominasi cuma rasa susu. Entahlah apakah memang seperti itu atau ini hanya masalah SOP saja. Well, saya belum membandingkannya dengan kopi di dua kedai lainnya, tidak bisa nge-judge juga. Dan, nougatnya itu enak.

Kofinary

Alamat : Jalan Dokter Cipto No. 183 A, Karangturi, Semarang Timur, Kota Semarang 50124
Jam buka : 08:00 – 23:00

Tadinya saya mau ke Blue Lotus Coffee tapi gara-gara saya salah turun halte jadi kejauhan, akhirnya saya putuskan ke Kofinary. Lokasi Kofinary sangat strategis di jalan utama dekat dengan perempatan. Hanya saja area parkir yang disediakan memang tergolong sempit. Bangunan Kofinary ini tampaknya bergabung dengan bangunan toko furniture yang hanya dibatasi dengan kaca. Atmosfer warm sudah menunggu ketika memasuki Kofinary. Saya suka dengan penataan ruangannya, sederhana tapi nyaman. Ruangannya pun luas, tadinya saya pikir area duduk cuma di depan saja, ternyata area duduknya sampai ke belakang.

Waktu saya tanya rekomendasi kopi di Kofinary bartender menyarankan americano, latte, sama apa lagi gitu saya lupa. Saat itu saya langsung memesan Americano dingin, karena memang lagi kepanasan dan males minum yang ditambah susu lagi (karena tadi sudah minum carmelito yang susu banget itu). Selain itu saya juga pesan macaroni schotel. Setelah pesan saya baru ngeh kalau di situ ada speciality coffee. Mata saya memang agak siwer. Tahu gitu tadi saya pesan speciality coffee, karena sebenarnya saya memang mau mencoba berbagai jenis kopi di Indonesia yang dijual di kedai kopi. Kalau saya perhatikan di samping bar ada dripper, kemungkinan mereka juga menyajikan manual brewing. Mungkin next time waktu ke Kofinary lagi saya akan tanyakan kepada bartendernya.
 
Americano dan macaroni schotel (dok. pribadi)
Setelah menyalakan laptop dan ngetik-ngetik sebentar, pesanan saya pun tiba. Gula cair disediakan terpisah, jadi bisa ditambahkan sesuai selera. Sebelum saya tambahkan gula saya coba dulu americano tanpa gula, penasaran sama cita rasanya. Flavor citrus mendominasi, kalau lidah saya tidak salah. Rasa kopinya pun kuat, bahkan setelah es mencair masih terasa kopinya kok.


Nah itu tadi dua kedai kopi yang saya kunjungi di hari yang sama tapi memiliki kesan yang berbeda. Menurut saya pribadi saya lebih suka nongkrong di Kofinary (di sana juga ada colokan kok guys, haha).

Saturday, March 2, 2019

The Umbrella Academy Episode 02, 03, dan 04

March 02, 2019 2
The Umbrella Academy Episode 02, 03, dan 04
Saya makin cinta dengan TV series The Umbrella Academy, semakin seru dan penuh tanda tanya. Terus jadi pengin komiknya juga. Lihat-lihat di Amazon sudah out of stock. Lihat di web lokal, mahal gila, wajar sih kalau saya baca sebuah artikel disebutkan kalau komik The Umbrella Academy vol. 01 sudah tidak cetak ulang lagi. Bahkan di ebay katanya harga komik tersebut juga melonjak. Semoga saja cetak ulang karena banyak peminatnya.

Langsung saja saya akan membahas The Umbrella Academy episode 02, 03, 04.

Spoiler alert ⚠

Episode 02 Run Boy Run

Episode ini diawali dengan Mom yang memanggil anak-anak Hargreeves untuk makan. Saat itulah Five mengutarakan keinginannya pada ayahnya untuk menjelajah waktu. Tentu saja ayahnya tidak mengizinkan, tapi dasarnya Five ingin tahu maka dia tetap pergi dan tidak kembali (lebih tepatnya tidak bisa kembali).

Di episode 02 ini juga duo penjahat, Cha Cha dan Hazel muncul. Mereka memiliki misi untuk menangkap Five. Sampai di sini masih belum diketahui, kenapa dia memburu Five, sama halnya dengan orang-orang yang ada di kedai donat. Kemungkinan mereka kelompok yang sama.

Setelah Five bercerita pada Vanya dia pergi, karena merasa Vanya tidak memahaminya. Dia pergi untuk mencari tahu pemilik bola mata palsu yang dia temukan di akhir zaman. Sayangnya petugas di Laboratorium tempat pembuatan mata itu tidak mau memberitahu nama orang yang memesan bola mata palsu itu.

Di sini kelihatan banget kalau Five merasa putus asa. Dia melakukan semuanya sendiri karena merasa saudara-saudaranya tidak akan memahaminya. Bahkan partner saat menjelajah waktu yang dia ceritakan pada Vanya ternyata sebuah boneka. Sad.

Episode 03 Extra Ordinary

Allison diajak Pogo ke ruangan rekaman Sir Hargreeves berada. Dia menemukan rekaman mencurigakan saat dia menonton video masa kecilnya bersama saudara-saudaranya. Di video tersebut menunjukkan bahwa Mom adalah orang (eh bukan orang) terakhir yang bersama ayahnya. Curiga bahwa ibunya yang membunuh ayahnya, maka Allison dan Luther mengadakan pertemuan keluarga.

Tentu saja di pertemuan itu Diego membela Mom. Dia juga akhirnya mengakui bahwa monocle ayahnya ada sama dia dan sudah dia buang, karena dia takut Luther akan kehilangan akal dan menuduh Mom.

Sampai di situ banyak kejanggalan menurut saya. Aneh saja tiba-tiba Allison menemukan video ayahnya, kayak sengaja sudah diletakkan di situ. Terus meskipun Diego sudah mengaku, saya masih curiga sama dia. Dia melakukan banyak hal mencurigakan menurut saya. Contohnya saat Cha Cha dan Hazel menyerang rumah mereka, kabel di tangan Mom diputus tapi semua tahunya penjahat itu yang bunuh Mom. Padahal sih Diego sendiri yang memutus kabel di tangan ibunya. Pogo juga sedikit mencurigakan. Dan kenalan Vanya bernama Leonard juga mencurigakan. Kayak dia tiba-tiba saja datang ke kehidupan Vanya, jadi murid lesnya Vanya. Aneh.

Episode 04 Man on the Moon

Setelah melawan Cha Cha dan Hazel, hal yang Luther rahasiakan selama ini terkuak. Dia memiliki tubuh mengerikan seperti monster, karena serum yang disuntikkan oleh ayahnya. Sebenarnya serum itu yang menyelamatkan nyawa Luther saat dia nyaris mati, walaupun tadinya dia shock tapi dia berusaha menerimanya. Di sini kelihatan banget Diego menjelek-jelekkan ayahnya habis dia tahu Luther diubah jadi monster.

Klaus yang selalu tidak pay attention pun harus jadi korban, diculik oleh Cha Cha dan Hazel. Sayangnya tidak ada yang sadar dia hilang. Dia disiksa habis-habisan dan yang selalu ada untuknya cuma Ben. (Ok kayaknya karakter favorit saya tambah lagi selain Five, Ben.)

Ben memberi saran pada Klaus untuk menggunakan kemampuannya berbicara dengan hantu para korban Cha Cha dan Hazel. Klaus mulai ngoceh dan duo penjahat itu kebingungan. Pada akhirnya Klaus berhasil kabur karena bantuan seorang polisi, teman Diego. Sayangnya dia malah mati. Di akhir episode akhirnya saya tahu fungsi koper kuno yang harus selalu dibawa Hazel. Koper itu dibawa Klaus saat dia kabur lewat lubang udara (Hazel sih nyembunyiinnya di situ). Well, Klaus memang bakat bikin orang kesel.

Itu sekilas tentang The Umbrella Academy episode 02, 03, dan 04. Semakin seru kan?

Tuesday, February 26, 2019

Reunion Coffee Semarang

February 26, 2019 0
Reunion Coffee Semarang

Alamat: Jl. Teuku Umar No. 54, Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50262
Jam buka: 11.00 – 23.00

Lokasi Reunion Coffee ini sangat strategis, karena berada di jalan utama dan dekat dengan exit tol Jatingaleh. Kalau dari arah Semarang bawah Reunion Coffee berada di sebelah kiri, tapi harus diperhatikan karena bangunannya agak masuk dan dikelilingi pagar tinggi. Kalian harus memperhatikan palang berwarna biru tua yang tertempel di pagar beton.

Area parkir luas, jadi yang bawa mobil tidak perlu kesulitan cari parkir. Area di bangunan Reunion Coffee dibagi menjadi area ber-AC (bebas rokok) dan area tanpa AC yang ada di halaman depan. Sayangnya area ber-AC ini cukup kecil, jadi kalau area tersebut sudah penuh terpaksa di luar. Di area dalam juga ada colokan listrik, jadi tidak perlu khawatir kalau kalian datang tidak hanya untuk ngopi tapi juga untuk mengerjakan tugas bareng teman.

Reunion memiliki atmosfer yang warm dan nyaman. Meskipun berada di pinggir jalan utama tapi tidak bising. Spot favorit saya ada di area dalam, yaitu meja di pojok yang menghadap ke jalan dengan kursi tinggi. Tapi kalau datang bareng teman enak duduk di sofa.

Harga menu di Reunion relatif murah guys, tidak menguras kantong. Meskipun harganya relatif murah bukan berarti kualitas kopinya tidak bagus. Kualitas kopi di sini menurut saya bagus, tidak kalah dengan coffee shop terkenal lainnya. Saya berkesempatan mengicipi kopi ayam. Kopi ayam adalah kopi yang disajikan dengan susu dan gula jawa. Cita rasa khas kopi sangat terasa (tidak tenggelam) berpadu dengan gula jawa yang berkaramel dan gurihnya susu. Mantap! Apalagi kopi ayam yang panas disajikan di dalam cangkir yang Indonesia banget. Tahu kan guys gambar ayam jago yang suka ada di mangkok-mangkok bakso. Nah ada versi cangkirnya juga (Baru tahu saya, kemana aja deh.). Versi dingin juga ada, tapi saya lebih memilih yang panas karena naksir sama cangkirnya, hahaha...
 
Kopi ayam (dok. pribadi)
Terus seingat saya di Reunion Coffee ada speciality coffee juga. Jadi untuk yang ingin merasakan cita rasa kopi Indonesia bisa mampir ke sini. Seperti pada kedai kopi umumnya, kalian bisa memilih single shot atau double shot. Kalau kopi panas single shot pun kopinya sudah terasa kok.

Di Reunion Coffee juga menyajikan makanan berat dan camilan, jadi tidak usah takut kelaparan. Saya lupa tidak foto menunya, seingat saya camilannya itu ada cireng, pastry, snack basket (nugget, sosis, french fries), dll. Waktu itu saya pesan cireng dengan sambal rujak, enak. Cirengnya tidak keras/alot, rasa sambal rujaknya pas. Selain kopi di Reunion Coffee juga menyediakan minuman non kopi, ada teh, milkshake, chocolate, dll. Cukup banyak pilihan kan guys? Tunggu apalagi, kalau ke Semarang jangan lupa mampir ke Reunion Coffee.

Sunday, February 24, 2019

Main PUBG Mobile: Review Pemula

February 24, 2019 2
Main PUBG Mobile: Review Pemula
Sejujurnya saya tertarik memainkan game PUBG Mobile gara-gara lihat promonya di bungkus kopi (receh bener). Penasaran, terus saya mengunduh di google play store. Ukuran game-nya gede, jadi kalian harus memastikan RAM hp kalian cukup. Kalian tidak mau kan lagi asyik main tiba-tiba hp eror. Ukuran game ini sekitar 1,7 GB dan saya memainkannya menggunakan hp SONY XPERIA XA1 dengan RAM 3 GB, sejauh ini tidak ada masalah.

Soal bungkus kopi ada gunanya juga, soalnya bisa redeem kode yang ada di dalam bungkus kopi dan dapat item menarik secara acak. Seringnya saya dapat outfit, lumayanlah. At least pemain saya tidak kedinginan.

Serunya Main PUBG Mobile 

Awal main PUBG Mobile clueless banget, kebetulan saya tipe yang main-langsung-nggak-baca-tutorial-dulu. Akibatnya baru masuk langsung kelar hidup saya. Jadi kalau kalian mau main baca tutorialnya dulu dan masuk ke mode latihan. Mode latihan itu bermanfaat banget untuk latihan menembak dan berkendara. Periksa juga setting untuk memilih tampilan dan kontrol yang diinginkan. 

Screenshot Pengaturan Graphics

Di PUBG Mobile sejauh ini ada empat peta, yaitu Erangel, Miramar, Sanhok, dan Vikendi. Kalian bisa memilih mau main di server mana, ada Amerika Utara, Eropa, Asia, KRJP, dan Amerika Selatan. Saya awal main sekitar akhir Januari 2019 dan masih main di peta Erangel, baru coba main di server Eropa, Asia, dan KRJP. Beberapa review yang saya baca, ada yang bilang kalau level awal-awal itu main di server Asia susah, tapi kalau di KRJP mudah. Kurang tahu juga benar atau tidak. Saya paling sering main di Asia, jadi belum bisa jadi patokan juga susahan mana.

Selain peta dan server kalian juga bisa pilih mau main mode klasik atau arcade. Kalau tidak suka main lama bisa pilih mode arcade. Pada mode arcade permainan dibatasi oleh waktu dan areanya lebih sempit. Di mode arcade kalian juga langsung mendapat senjata, tidak perlu cari-cari dulu di bangunan kayak mode klasik. Tapi menurut saya pribadi mode klasik lebih seru.

PUBG Mobile menyediakan permainan dengan dua perspektif, yaitu perspektif orang ketiga (TPP) dan orang pertama (FPP). Perbedaan keduanya dari tampilan pemain, di TPP kalian bisa melihat seluruh tubuh pemain, jadi lebih mudah juga mengontrol pergerakan pemain. Sementara itu di FPP kalian tidak bisa melihat tubuh pemain. Berdasarkan artikel tips bermain PUBG Mobile yang saya baca, buat pemula sebaiknya main di TPP dulu. Saya sejauh ini baru coba main di TPP.

Di game ini juga bisa main solo, duo, dan tim. Untuk tim terdiri dari empat orang. Karena saya pengembara, saya lebih suka main solo, tapi bukan berarti saya tidak suka main duo atau tim. Ketika main saya tidak pernah menyalakan speaker dan earphone, soalnya bikin saya gagal fokus (maklum, pemula). Jadi kalau mau komunikasi ya pakai dialog yang sudah disiapkan di PUBG Mobile (ini kalau main duo atau tim).

Senjata di PUBG Mobile 

Silakan periksa terlebih dahulu di gudang, kemampuan berbagai senjata dan gimana perubahannya jika di tambah item-item pelengkap (magasin, kompensator, grip, teropong bidik, peredam suara, peredam api). Ketika memasuki arena kalian bisa membawa dua senapan dan satu pistol. Saya kurang bisa mengendalikan senjata dengan rekoil tinggi, jadi saya cenderung memilih senjata dengan rekoil rendah. Pastikan kalian menggunakan senjata yang nyaman kalian gunakan. Salah satu fungsi mode latihan ya melatih kemampuan untuk menggunakan senjata dan tahu mana yang nyaman untuk kalian.

Penggunaan kompensator dan grip bisa mengurangi rekoil/hentakan, jadi tembakan tidak akan terlalu menyebar. Magasin bisa menambah kapasitas dan mengurangi waktu muat, serta menambah kecepatan menembak. Teropong bidik berguna untuk memperbesar pandangan, sehingga kalian bisa mengintai dari tempat jauh atau tinggi. Dengan teropong bidik menembak juga lebih akurat.

Saya lebih suka dengan senapan AUG, Groza, dan Uzi, pistol lebih suka P29; tapi saya akui saya belum banyak mengeksplor senjata. Scar-L dan M416 juga bagus, apalagi untuk pemula seperti saya. Tapi kadang kita tidak bisa langsung menemukan senjata yang kita inginkan, jadi saya ambil senjata yang pertama ditemui. Ketika nanti saya temui senjata yang lebih baik, baru saya ganti senjata. Soalnya beberapa saat setelah mendarat dari pesawat harus segera pegang senjata, kalau tidak kelar hidup kalian.

Penting juga memerhatikan arah mendarat kalian. Mendaratlah di area yang penuh dengan bangunan, karena kemungkinan menemukan senjata di sana lebih besar. Selain itu banyak tempat sembunyi yang menguntungkan andai kalian belum siap untuk berhadapan dengan lawan.

Ada juga senjata selain senapan dan pistol yang bisa digunakan saat darurat, yaitu linggis, golok, sabit, granat, dan panah. Jujur saja saya belum pernah pakai semua item tersebut.

Item non senjata di PUBG Mobile 

Item non senjata sama pentingnya dengan item senjata. Awal saya main PUBG Mobile saya kurang memerhatikan item ini, karena terlalu fokus dengan senjata. Item non senjata yang ada di PUBG Mobile saya bedakan menjadi tiga kelompok, yaitu item pemulihan/medicine, armor/pelindung, dan pelengkap.

Item pemulihan/medicine antara lain, kotak P3K, perban, minuman pemulih (ada dua jenis), suntikan adrenalin. Pada dasarnya item tersebut berguna untuk meningkatkan stamina, tapi ada beberapa perbedaan. Kotak P3K dan perban hanya bisa digunakan saat stamina kritis atau berwarna merah, sedangkan item lainnya bisa digunakan secara bebas.

Armor/pelindung yang bisa kalian gunakan untuk melindungi diri:
  • Helm (ada levelnya)
  • Rompi (ada levelnya)
  • Wajan: jangan remehkan item ini, karena wajan bisa berguna untuk menangkis peluru dan granat. Wajan adalah armor level empat lho.
  • Bom asap: item ini sebenarnya bukan termasuk armor, tapi saya masukan ke kategori pelindung karena bisa mengecoh pandangan lawan sehingga kita terlindungi. Lagipula bom asap tidak seperti granat yang bisa masuk kategori senjata, karena bom asap tidak memberikan kerusakan.

Item pelengkap lainnya adalah tas punggung dan tas peluru. Tas punggung membantu kita membawa item-item yang kita butuhkan selama berperang, tas ini juga ada levelnya tergantung pada kapasitas muatnya. Sedangkan tas peluru berguna untuk mempercepat waktu muat peluru. 

Screenshot Pemain

Dalam bermain PUBG Mobile ternyata kita harus punya mental yang kuat agar tenang saat bermain. Soalnya saya sering terbawa oleh kepanikan saya sendiri, karena ingin chicken dinner, tapi sekarang chicken dinner kayaknya tidak penting-penting amat. Justru yang jadi utama bisa melumpuhkan musuh sebanyak-banyaknya.

Pantang menyerah itu juga bisa jadi faktor kemenangan saat main PUBG Mobile. Maksud saya di sini ketika kita menghadapi keadaan sulit jangan pasrah, contohnya waktu kita tidak sengaja masuk zona kritis/zona yang berwarna biru. Otomatis tenaga kita akan terus berkurang. Yang harus kalian lakukan ya keluar dari zona tersebut. Berlari secepat mungkin dan temukan kendaraan, sesekali berhenti untuk memulihkan tenaga dengan menggunakan item medicine. Kadang sudah urgent masih ada pemain yang tiba-tiba menembaki, padahal sama-sama terjebak di zona kritis. Kalau ada yang kayak gitu tidak saya ladenin, yang penting saya keluar dulu dari zona kritis.

Saya pernah dua kali terjebak dalam situasi di mana saya belum dapat senjata dan di bangunan tersebut tidak ada senjata. Lalu ada pemain yang tiba-tiba masuk di bangunan yang sama dan sudah pegang senjata dong. Yang saya lakukan menghindar dulu, terus ya dihadapi dengan tangan kosong alias menghandalkan pukulan, karena tidak memungkinkan untuk lari. Di situasi pertama pemain saya langsung mati, karena tidak lama setelah itu muncul pemain lain. Di situasi kedua, di luar dugaan—hanya dengan mengandalkan pukulan sedangkan lawan saya pakai senapan—saya menang. Tuh kan jangan menyerah dulu!

Hingga saat ini saya masih di level 20 dan lencana tertinggi adalah perak (ngenesss), karena sekarang mainnya kadang-kadang aja. Login-nya sih sering, cuma biar dapat bonus harian.

Itu beberapa hal yang saya pahami sebagai seorang pemula tentang PUBG Mobile, yang tentunya tidak lepas dari bantuan tutorial. Main PUBG Mobile bisa bikin ketagihan jika kalian tidak bisa mengatur waktu, soalnya game ini seru banget. Untung saya tidak kecanduan.

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman ini, jangan lupa tinggalkan komentar dan berkunjung ke halaman lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat buat sesama pemula PUBG Mobile.

Comment