Skip to main content

Review Film Swing Kids 2018 Dibintangi DO EXO

Seperti biasa kalau mau nonton film bagi saya wajib nonton trailernya dulu, harus cari tahu tentang apa film yang akan ditonton. Setelah nonton trailer Swing Kids saya benar-benar tertarik dengan film ini. Ditambah pemain utamanya adalah Do Kyung Soo atau dikenal juga sebagai D.O. member boy band Exo. Menurut saya Kyungsoo memiliki kemampuan akting yang bagus. Selain hal itu alasan saya tertarik nonton Swing Kids, karena terlihat sangat menjanjikan dengar latar kamp tahanan perang. Entah kenapa ketika nonton trailernya saja saya bisa menangkap nilai di balik film ini.

Plot dan Pesan Moral Swing Kids

Swing Kids tayang Desember 2018 di Korea Selatan dan baru tayang di Indonesia tahun 2019. Film ini bercerita tentang kehidupan Rho Ki Soo sebagai tahanan perang di kamp Pulau Geoje. Di Kamp tersebut dibagi jadi anti-komunis dan pro-komunis. Di tempat yang harusnya terasa seperti neraka Ki Soo menemukan sebuah harapan melalui tarian tap, ketika Sersan Jackson membentuk sebuah tim tari. Selain Ki Soo tiga anggota lainnya juga memiliki tujuan kenapa mereka menari dan bersama-sama mereka berusaha mewujudkannya.

Film ini diperankan oleh Do Kyungsoo sebagai Rho Ki Soo yang berasal dari Korea Utara, Park Hye Soo sebagai Yang Pan Rae yang berasal dari Korea Selatan, Jared Grimes sebagai Sersan Jackson yang tentu saja berasal dari Amerika, Kim Min Ho sebagai Xiao Fang yang berasal dari China, dan Oh Jung Se sebagai Kang Byung Sam berasal dari Korea Selatan.

Ok, kenapa saya repot-repot mengenalkan mereka satu per satu bahkan sampai kewarganegaraannya juga? Cuma mau menunjukkan saja kalau mereka berlima beragam dan bisa bersatu karena tarian. Itu sungguh menenangkan hati. Di film Swing Kids juga menyinggung tentang isu rasis, yang menurut saya hingga saat ini masih terjadi di beberapa belahan dunia.

Perang selalu meninggalkan penderitaan dan kesedihan, itu juga yang terlihat di dalam film Swing Kids. Para tawanan hanya ingin perang berakhir sehingga mereka bisa pulang kepada keluarga mereka. Bagi saya film ini meninggalkan kesan dan pesan yang sangat mendalam.

Para Tokoh dalam Swing Kids

Selain pesan yang kuat, kalian akan dibuat takjub dengan kemampuan menari para aktornya. Saya yakin tap dance tidaklah mudah, para aktor pastilah berlatih sangat keras untuk bisa menari sebagus itu. Big applause.

Seperti yang saya duga sejak awal akting Kyungsoo pun sangat memukau. Sebagai seseorang yang berjiwa nasionalis Ki Soo mengalami pergolakan antara menjadi pahlawan bagi bangsanya atau menari sesuai keinginan hatinya (Bagi orang Korea Utara budaya barat itu tidak bisa mereka terima dan tap dance jelas berasal dari Amerika.). Menurut saya Kyungsoo berhasil menjadi Ki Soo yang penuh pergolakan.

Untuk film Swing Kids saya tidak bisa memilih karakter mana yang paling saya sukai. Menurut saya kelima pemain utama memiliki karakter yang kuat. Bahkan Xiao Fang yang lebih banyak diam pun juga. Xiao Fang berhasil menunjukkan ia ingin menari karena itu memang passionnya. Tapi sempat disebut juga oleh Ki Soo kalau Xiao Fang menari karena ingin kurus. Sementara itu Byung Sam ingin menari demi mencari istrinya yang sempat terpisah. Sepertinya istri Byung Sam ini berbeda kewarganegaraan apa gimana, saya kurang ngerti juga.

Saya juga suka Pan Rae. Ia menggambarkan kekuatan seorang wanita, apalagi di tengah kesulitan hidup karena perang. Ia banyak bekerja keras dan seorang yang pintar. Ia bisa berbicara dalam empat bahasa.

Jackson sebagai seorang kulit hitam juga mengalami ketidakadilan oleh bangsanya sendiri. Ia dikirim ke Geoje tentu karena rekan-rekannya yang berkulit putih tidak menyukainya. Tapi tidak seperti prajurit lain, saya melihat ketulusan dari Jackson. Saya sangat tersentuh ketika ia menyapaikan kata pembuka sebelum melakukan pertunjukan. Intinya semua orang bisa mencapai impian mereka, jika tidak ada perang.

Pada akhirnya film Swing Kids ini worth it untuk ditonton. Apakah kalian juga sudah nonton? Silakan tinggalkan komentar kesan dan pesan apa yang kalian peroleh setelah nonton film ini.

Comments

  1. lumayan juga nih kyknya filmnya cukup menarik juga untuk di tonton hehehe...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...