MELALUI RUANG

Saturday, March 2, 2019

The Umbrella Academy Episode 02, 03, dan 04

March 02, 2019 2
The Umbrella Academy Episode 02, 03, dan 04
Saya makin cinta dengan TV series The Umbrella Academy, semakin seru dan penuh tanda tanya. Terus jadi pengin komiknya juga. Lihat-lihat di Amazon sudah out of stock. Lihat di web lokal, mahal gila, wajar sih kalau saya baca sebuah artikel disebutkan kalau komik The Umbrella Academy vol. 01 sudah tidak cetak ulang lagi. Bahkan di ebay katanya harga komik tersebut juga melonjak. Semoga saja cetak ulang karena banyak peminatnya.

Langsung saja saya akan membahas The Umbrella Academy episode 02, 03, 04.

Spoiler alert ⚠

Episode 02 Run Boy Run

Episode ini diawali dengan Mom yang memanggil anak-anak Hargreeves untuk makan. Saat itulah Five mengutarakan keinginannya pada ayahnya untuk menjelajah waktu. Tentu saja ayahnya tidak mengizinkan, tapi dasarnya Five ingin tahu maka dia tetap pergi dan tidak kembali (lebih tepatnya tidak bisa kembali).

Di episode 02 ini juga duo penjahat, Cha Cha dan Hazel muncul. Mereka memiliki misi untuk menangkap Five. Sampai di sini masih belum diketahui, kenapa dia memburu Five, sama halnya dengan orang-orang yang ada di kedai donat. Kemungkinan mereka kelompok yang sama.

Setelah Five bercerita pada Vanya dia pergi, karena merasa Vanya tidak memahaminya. Dia pergi untuk mencari tahu pemilik bola mata palsu yang dia temukan di akhir zaman. Sayangnya petugas di Laboratorium tempat pembuatan mata itu tidak mau memberitahu nama orang yang memesan bola mata palsu itu.

Di sini kelihatan banget kalau Five merasa putus asa. Dia melakukan semuanya sendiri karena merasa saudara-saudaranya tidak akan memahaminya. Bahkan partner saat menjelajah waktu yang dia ceritakan pada Vanya ternyata sebuah boneka. Sad.

Episode 03 Extra Ordinary

Allison diajak Pogo ke ruangan rekaman Sir Hargreeves berada. Dia menemukan rekaman mencurigakan saat dia menonton video masa kecilnya bersama saudara-saudaranya. Di video tersebut menunjukkan bahwa Mom adalah orang (eh bukan orang) terakhir yang bersama ayahnya. Curiga bahwa ibunya yang membunuh ayahnya, maka Allison dan Luther mengadakan pertemuan keluarga.

Tentu saja di pertemuan itu Diego membela Mom. Dia juga akhirnya mengakui bahwa monocle ayahnya ada sama dia dan sudah dia buang, karena dia takut Luther akan kehilangan akal dan menuduh Mom.

Sampai di situ banyak kejanggalan menurut saya. Aneh saja tiba-tiba Allison menemukan video ayahnya, kayak sengaja sudah diletakkan di situ. Terus meskipun Diego sudah mengaku, saya masih curiga sama dia. Dia melakukan banyak hal mencurigakan menurut saya. Contohnya saat Cha Cha dan Hazel menyerang rumah mereka, kabel di tangan Mom diputus tapi semua tahunya penjahat itu yang bunuh Mom. Padahal sih Diego sendiri yang memutus kabel di tangan ibunya. Pogo juga sedikit mencurigakan. Dan kenalan Vanya bernama Leonard juga mencurigakan. Kayak dia tiba-tiba saja datang ke kehidupan Vanya, jadi murid lesnya Vanya. Aneh.

Episode 04 Man on the Moon

Setelah melawan Cha Cha dan Hazel, hal yang Luther rahasiakan selama ini terkuak. Dia memiliki tubuh mengerikan seperti monster, karena serum yang disuntikkan oleh ayahnya. Sebenarnya serum itu yang menyelamatkan nyawa Luther saat dia nyaris mati, walaupun tadinya dia shock tapi dia berusaha menerimanya. Di sini kelihatan banget Diego menjelek-jelekkan ayahnya habis dia tahu Luther diubah jadi monster.

Klaus yang selalu tidak pay attention pun harus jadi korban, diculik oleh Cha Cha dan Hazel. Sayangnya tidak ada yang sadar dia hilang. Dia disiksa habis-habisan dan yang selalu ada untuknya cuma Ben. (Ok kayaknya karakter favorit saya tambah lagi selain Five, Ben.)

Ben memberi saran pada Klaus untuk menggunakan kemampuannya berbicara dengan hantu para korban Cha Cha dan Hazel. Klaus mulai ngoceh dan duo penjahat itu kebingungan. Pada akhirnya Klaus berhasil kabur karena bantuan seorang polisi, teman Diego. Sayangnya dia malah mati. Di akhir episode akhirnya saya tahu fungsi koper kuno yang harus selalu dibawa Hazel. Koper itu dibawa Klaus saat dia kabur lewat lubang udara (Hazel sih nyembunyiinnya di situ). Well, Klaus memang bakat bikin orang kesel.

Itu sekilas tentang The Umbrella Academy episode 02, 03, dan 04. Semakin seru kan?

Tuesday, February 26, 2019

Reunion Coffee Semarang

February 26, 2019 0
Reunion Coffee Semarang

Alamat: Jl. Teuku Umar No. 54, Tinjomoyo, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50262
Jam buka: 11.00 – 23.00

Lokasi Reunion Coffee ini sangat strategis, karena berada di jalan utama dan dekat dengan exit tol Jatingaleh. Kalau dari arah Semarang bawah Reunion Coffee berada di sebelah kiri, tapi harus diperhatikan karena bangunannya agak masuk dan dikelilingi pagar tinggi. Kalian harus memperhatikan palang berwarna biru tua yang tertempel di pagar beton.

Area parkir luas, jadi yang bawa mobil tidak perlu kesulitan cari parkir. Area di bangunan Reunion Coffee dibagi menjadi area ber-AC (bebas rokok) dan area tanpa AC yang ada di halaman depan. Sayangnya area ber-AC ini cukup kecil, jadi kalau area tersebut sudah penuh terpaksa di luar. Di area dalam juga ada colokan listrik, jadi tidak perlu khawatir kalau kalian datang tidak hanya untuk ngopi tapi juga untuk mengerjakan tugas bareng teman.

Reunion memiliki atmosfer yang warm dan nyaman. Meskipun berada di pinggir jalan utama tapi tidak bising. Spot favorit saya ada di area dalam, yaitu meja di pojok yang menghadap ke jalan dengan kursi tinggi. Tapi kalau datang bareng teman enak duduk di sofa.

Harga menu di Reunion relatif murah guys, tidak menguras kantong. Meskipun harganya relatif murah bukan berarti kualitas kopinya tidak bagus. Kualitas kopi di sini menurut saya bagus, tidak kalah dengan coffee shop terkenal lainnya. Saya berkesempatan mengicipi kopi ayam. Kopi ayam adalah kopi yang disajikan dengan susu dan gula jawa. Cita rasa khas kopi sangat terasa (tidak tenggelam) berpadu dengan gula jawa yang berkaramel dan gurihnya susu. Mantap! Apalagi kopi ayam yang panas disajikan di dalam cangkir yang Indonesia banget. Tahu kan guys gambar ayam jago yang suka ada di mangkok-mangkok bakso. Nah ada versi cangkirnya juga (Baru tahu saya, kemana aja deh.). Versi dingin juga ada, tapi saya lebih memilih yang panas karena naksir sama cangkirnya, hahaha...
 
Kopi ayam (dok. pribadi)
Terus seingat saya di Reunion Coffee ada speciality coffee juga. Jadi untuk yang ingin merasakan cita rasa kopi Indonesia bisa mampir ke sini. Seperti pada kedai kopi umumnya, kalian bisa memilih single shot atau double shot. Kalau kopi panas single shot pun kopinya sudah terasa kok.

Di Reunion Coffee juga menyajikan makanan berat dan camilan, jadi tidak usah takut kelaparan. Saya lupa tidak foto menunya, seingat saya camilannya itu ada cireng, pastry, snack basket (nugget, sosis, french fries), dll. Waktu itu saya pesan cireng dengan sambal rujak, enak. Cirengnya tidak keras/alot, rasa sambal rujaknya pas. Selain kopi di Reunion Coffee juga menyediakan minuman non kopi, ada teh, milkshake, chocolate, dll. Cukup banyak pilihan kan guys? Tunggu apalagi, kalau ke Semarang jangan lupa mampir ke Reunion Coffee.

Sunday, February 24, 2019

Main PUBG Mobile: Review Pemula

February 24, 2019 2
Main PUBG Mobile: Review Pemula
Sejujurnya saya tertarik memainkan game PUBG Mobile gara-gara lihat promonya di bungkus kopi (receh bener). Penasaran, terus saya mengunduh di google play store. Ukuran game-nya gede, jadi kalian harus memastikan RAM hp kalian cukup. Kalian tidak mau kan lagi asyik main tiba-tiba hp eror. Ukuran game ini sekitar 1,7 GB dan saya memainkannya menggunakan hp SONY XPERIA XA1 dengan RAM 3 GB, sejauh ini tidak ada masalah.

Soal bungkus kopi ada gunanya juga, soalnya bisa redeem kode yang ada di dalam bungkus kopi dan dapat item menarik secara acak. Seringnya saya dapat outfit, lumayanlah. At least pemain saya tidak kedinginan.

Serunya Main PUBG Mobile 

Awal main PUBG Mobile clueless banget, kebetulan saya tipe yang main-langsung-nggak-baca-tutorial-dulu. Akibatnya baru masuk langsung kelar hidup saya. Jadi kalau kalian mau main baca tutorialnya dulu dan masuk ke mode latihan. Mode latihan itu bermanfaat banget untuk latihan menembak dan berkendara. Periksa juga setting untuk memilih tampilan dan kontrol yang diinginkan. 

Screenshot Pengaturan Graphics

Di PUBG Mobile sejauh ini ada empat peta, yaitu Erangel, Miramar, Sanhok, dan Vikendi. Kalian bisa memilih mau main di server mana, ada Amerika Utara, Eropa, Asia, KRJP, dan Amerika Selatan. Saya awal main sekitar akhir Januari 2019 dan masih main di peta Erangel, baru coba main di server Eropa, Asia, dan KRJP. Beberapa review yang saya baca, ada yang bilang kalau level awal-awal itu main di server Asia susah, tapi kalau di KRJP mudah. Kurang tahu juga benar atau tidak. Saya paling sering main di Asia, jadi belum bisa jadi patokan juga susahan mana.

Selain peta dan server kalian juga bisa pilih mau main mode klasik atau arcade. Kalau tidak suka main lama bisa pilih mode arcade. Pada mode arcade permainan dibatasi oleh waktu dan areanya lebih sempit. Di mode arcade kalian juga langsung mendapat senjata, tidak perlu cari-cari dulu di bangunan kayak mode klasik. Tapi menurut saya pribadi mode klasik lebih seru.

PUBG Mobile menyediakan permainan dengan dua perspektif, yaitu perspektif orang ketiga (TPP) dan orang pertama (FPP). Perbedaan keduanya dari tampilan pemain, di TPP kalian bisa melihat seluruh tubuh pemain, jadi lebih mudah juga mengontrol pergerakan pemain. Sementara itu di FPP kalian tidak bisa melihat tubuh pemain. Berdasarkan artikel tips bermain PUBG Mobile yang saya baca, buat pemula sebaiknya main di TPP dulu. Saya sejauh ini baru coba main di TPP.

Di game ini juga bisa main solo, duo, dan tim. Untuk tim terdiri dari empat orang. Karena saya pengembara, saya lebih suka main solo, tapi bukan berarti saya tidak suka main duo atau tim. Ketika main saya tidak pernah menyalakan speaker dan earphone, soalnya bikin saya gagal fokus (maklum, pemula). Jadi kalau mau komunikasi ya pakai dialog yang sudah disiapkan di PUBG Mobile (ini kalau main duo atau tim).

Senjata di PUBG Mobile 

Silakan periksa terlebih dahulu di gudang, kemampuan berbagai senjata dan gimana perubahannya jika di tambah item-item pelengkap (magasin, kompensator, grip, teropong bidik, peredam suara, peredam api). Ketika memasuki arena kalian bisa membawa dua senapan dan satu pistol. Saya kurang bisa mengendalikan senjata dengan rekoil tinggi, jadi saya cenderung memilih senjata dengan rekoil rendah. Pastikan kalian menggunakan senjata yang nyaman kalian gunakan. Salah satu fungsi mode latihan ya melatih kemampuan untuk menggunakan senjata dan tahu mana yang nyaman untuk kalian.

Penggunaan kompensator dan grip bisa mengurangi rekoil/hentakan, jadi tembakan tidak akan terlalu menyebar. Magasin bisa menambah kapasitas dan mengurangi waktu muat, serta menambah kecepatan menembak. Teropong bidik berguna untuk memperbesar pandangan, sehingga kalian bisa mengintai dari tempat jauh atau tinggi. Dengan teropong bidik menembak juga lebih akurat.

Saya lebih suka dengan senapan AUG, Groza, dan Uzi, pistol lebih suka P29; tapi saya akui saya belum banyak mengeksplor senjata. Scar-L dan M416 juga bagus, apalagi untuk pemula seperti saya. Tapi kadang kita tidak bisa langsung menemukan senjata yang kita inginkan, jadi saya ambil senjata yang pertama ditemui. Ketika nanti saya temui senjata yang lebih baik, baru saya ganti senjata. Soalnya beberapa saat setelah mendarat dari pesawat harus segera pegang senjata, kalau tidak kelar hidup kalian.

Penting juga memerhatikan arah mendarat kalian. Mendaratlah di area yang penuh dengan bangunan, karena kemungkinan menemukan senjata di sana lebih besar. Selain itu banyak tempat sembunyi yang menguntungkan andai kalian belum siap untuk berhadapan dengan lawan.

Ada juga senjata selain senapan dan pistol yang bisa digunakan saat darurat, yaitu linggis, golok, sabit, granat, dan panah. Jujur saja saya belum pernah pakai semua item tersebut.

Item non senjata di PUBG Mobile 

Item non senjata sama pentingnya dengan item senjata. Awal saya main PUBG Mobile saya kurang memerhatikan item ini, karena terlalu fokus dengan senjata. Item non senjata yang ada di PUBG Mobile saya bedakan menjadi tiga kelompok, yaitu item pemulihan/medicine, armor/pelindung, dan pelengkap.

Item pemulihan/medicine antara lain, kotak P3K, perban, minuman pemulih (ada dua jenis), suntikan adrenalin. Pada dasarnya item tersebut berguna untuk meningkatkan stamina, tapi ada beberapa perbedaan. Kotak P3K dan perban hanya bisa digunakan saat stamina kritis atau berwarna merah, sedangkan item lainnya bisa digunakan secara bebas.

Armor/pelindung yang bisa kalian gunakan untuk melindungi diri:
  • Helm (ada levelnya)
  • Rompi (ada levelnya)
  • Wajan: jangan remehkan item ini, karena wajan bisa berguna untuk menangkis peluru dan granat. Wajan adalah armor level empat lho.
  • Bom asap: item ini sebenarnya bukan termasuk armor, tapi saya masukan ke kategori pelindung karena bisa mengecoh pandangan lawan sehingga kita terlindungi. Lagipula bom asap tidak seperti granat yang bisa masuk kategori senjata, karena bom asap tidak memberikan kerusakan.

Item pelengkap lainnya adalah tas punggung dan tas peluru. Tas punggung membantu kita membawa item-item yang kita butuhkan selama berperang, tas ini juga ada levelnya tergantung pada kapasitas muatnya. Sedangkan tas peluru berguna untuk mempercepat waktu muat peluru. 

Screenshot Pemain

Dalam bermain PUBG Mobile ternyata kita harus punya mental yang kuat agar tenang saat bermain. Soalnya saya sering terbawa oleh kepanikan saya sendiri, karena ingin chicken dinner, tapi sekarang chicken dinner kayaknya tidak penting-penting amat. Justru yang jadi utama bisa melumpuhkan musuh sebanyak-banyaknya.

Pantang menyerah itu juga bisa jadi faktor kemenangan saat main PUBG Mobile. Maksud saya di sini ketika kita menghadapi keadaan sulit jangan pasrah, contohnya waktu kita tidak sengaja masuk zona kritis/zona yang berwarna biru. Otomatis tenaga kita akan terus berkurang. Yang harus kalian lakukan ya keluar dari zona tersebut. Berlari secepat mungkin dan temukan kendaraan, sesekali berhenti untuk memulihkan tenaga dengan menggunakan item medicine. Kadang sudah urgent masih ada pemain yang tiba-tiba menembaki, padahal sama-sama terjebak di zona kritis. Kalau ada yang kayak gitu tidak saya ladenin, yang penting saya keluar dulu dari zona kritis.

Saya pernah dua kali terjebak dalam situasi di mana saya belum dapat senjata dan di bangunan tersebut tidak ada senjata. Lalu ada pemain yang tiba-tiba masuk di bangunan yang sama dan sudah pegang senjata dong. Yang saya lakukan menghindar dulu, terus ya dihadapi dengan tangan kosong alias menghandalkan pukulan, karena tidak memungkinkan untuk lari. Di situasi pertama pemain saya langsung mati, karena tidak lama setelah itu muncul pemain lain. Di situasi kedua, di luar dugaan—hanya dengan mengandalkan pukulan sedangkan lawan saya pakai senapan—saya menang. Tuh kan jangan menyerah dulu!

Hingga saat ini saya masih di level 20 dan lencana tertinggi adalah perak (ngenesss), karena sekarang mainnya kadang-kadang aja. Login-nya sih sering, cuma biar dapat bonus harian.

Itu beberapa hal yang saya pahami sebagai seorang pemula tentang PUBG Mobile, yang tentunya tidak lepas dari bantuan tutorial. Main PUBG Mobile bisa bikin ketagihan jika kalian tidak bisa mengatur waktu, soalnya game ini seru banget. Untung saya tidak kecanduan.

Terima kasih sudah berkunjung ke halaman ini, jangan lupa tinggalkan komentar dan berkunjung ke halaman lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat buat sesama pemula PUBG Mobile.

Tuesday, February 19, 2019

The Umbrella Academy Episode 01: Misteri yang Bertebaran

February 19, 2019 2
The Umbrella Academy Episode 01: Misteri yang Bertebaran
The Umbrella Academy tayang di Netflix tanggal 15 Februari 2019. Saya sudah excited dengan serial televisi ini dari sebelum release. Nah, simak ulasan episode 01 The Umbrella Academy berikut.

Sekilas tentang The Umbrella Academy

TV series ini bercerita tentang anak-anak yang diadopsi oleh seorang kaya raya, Reginald Hargreeves. Anak-anak tersebut dilahirkan oleh beberapa wanita yang sebelumnya bahkan tidak mengalami kehamilan di hari pertama pada tahun 1989. Sir Reginald mengadopsi 7 anak, meskipun sebenarnya ada 43 anak. Suatu ketika tiba-tiba Sir Reginald meninggal dunia dan peristiwa itu meninggalkan banyak teka-teki yang harus dipecahkan oleh anak-anaknya.

Anak pertama atau biasa disebut number one bernama Luther adalah seorang yang memiliki badan besar nan kuat. Ia memiliki profesi sebagai astronot.

Number two bernama Diego memiliki kemampuan melempar pisau yang sangat akurat dan dapat menahan napas selama mungkin bahkan tak terbatas. Ia sering membantu polisi dalam memberantas kejahatan.

Number three bernama Allison memiliki profesi sebagai aktris. Kemampuan Allison berhubungan dengan rumor, rumor apa pun yang ia sebarkan akan menjadi nyata.

Number four bernama Klaus. Klaus seseorang yang bermasalah dengan obat-obatan dan minuman keras. Ia sering masuk pusat rehabilitasi. Kemampuannya adalah bisa bicara dengan orang yang sudah mati dan telekinesis.

Number five namanya ya number five, kayaknya dia satu-satunya yang tidak dikasih nama sama Mom. Ia memiliki kemampuan bergerak dengan cepat sehingga bisa menjelajah waktu.

Number six bernama Ben. Ia sudah meninggal dan belum diketahui penyebabnya. Ia memiliki monster di dalam tubuhnya, tapi kurang jelas juga bentuknya seperti apa.

Number seven bernama Vanya. Ia seorang pemain biola dan satu-satunya yang tidak memiliki kemampuan super.

The Umbrella Academy Episode 01

Dibuka dengan Vanya yang sedang main biola membawakan lagu The Phantom of The Opera, satu per satu anggota The Umbrella Academy muncul dengan kegiatan mereka masing-masing. Tapi number five belum muncul dan number six juga, tentu saja karena ia sudah mati. Yang ada hanya patung number six sebagai peringatan kematiannya.

Di awal episode ini sudah banyak misteri bertebaran. Sir Reginald meninggal karena serangan jantung, tapi Luther merasa ada yang ganjil dengan kematian ayahnya itu. Diego menganggap semuanya wajar. Klaus justru senang ayahnya mati dan dia malah menantikan warisannya. Di sini kayaknya yang sedih cuma Luther, Vanya, dan Allison; meskipun Allison juga ingat gimana perlakuan ayahnya dulu.

Saya bisa bilang kalau Sir Reginald itu hanya menjadikan mereka sebagai bahan penelitian. Terang saja hati mereka terluka mengetahui fakta tersebut. Diego juga menyebutkan bahwa ayahnya itu cuma pria tua yang seperti monster. Bahkan Sir Reginald tidak memberi mereka nama, cuma memberi nomor. Jadi yang memberi mereka nama itu adalah Mom. Mom adalah pengasuh anak-anak Hargreeves sejak kecil. Tadinya saya heran kenapa Mom ini tidak menua, tampaknya ia bukan manusia sih.

Misteri lainnya adalah keberadaan number five. Tadinya saya pikir ia akan ada bersama-sama dengan saudaranya. Ternyata ia sudah pergi dari rumah sejak 17 tahun lalu. Dan tiba-tiba kembali dengan wujud saat ia berusia 13 tahun, sementara saudara-saudaranya sudah berusia 30 tahun. Sejauh ini karakter yang paling saya suka adalah number five. Di balik poker face-nya itu tersimpan kemampuan hebat. Hahaha…

Number five kembali tentu saja dengan kabar mengejutkan, setelah ia menjelajah selama 50 tahun. Ia sedang menimbang-nimbang harus percaya dengan siapa. Akhirnya ia menceritakan kepada Vanya tentang dunia yang akan musnah dalam delapan hari lagi. Vanya cuma bengong.

Misteri lainnya adalah kematian Ben,karena ada hubungannya dengan Vanya. Diego kelihatan benci banget sama Vanya, karena hal tersebut. Ia bahkan tidak menganggap Vanya sebagai bagian dari mereka. Ben muncul sekilas di episode satu ini ketika Klaus menumpang di mobil Diego. Itu tambah bikin penasaran tentang sosok Ben.

Saya tidak tahu kenapa monocle Sir Reginald ada sama Diego, tapi itu juga salah satu teka-tekinya kan. Luther juga bertanya-tanya di mana monocle itu berada, tapi Diego diam saja. Yah mungkin itu cuma untuk menggiring opini kalau Diego jahat atau gimana.

Saya juga penasaran dengan orang-orang yang mengejar number five. Tiba-tiba ia disergap oleh orang-orang saat ia lagi ngopi di kedai donat. Kan number five menjelajah waktu ya dan baru saja kembali. Berarti orang-orang itu juga dari masa depan.

Gimana menurut kalian, bertebaran misteri kan? Ini nih yang bikin tidak bisa berpaling dari The Umbrella Academy. Really anticipate for episode two.

(Btw, saya apresiasi aktingnya Robert Sheehan sebagai Klaus, asli ngeselinnya. Kalau ngomong nggak pakai saringan. Saya ingat dia main di Mortal Engine, tapi akting dia di sini beda banget. Great!)

Monday, February 18, 2019

5 Hal Tentang Drama Korea Kingdom

February 18, 2019 0
5 Hal Tentang Drama Korea Kingdom
Selain drama korea Memories of the Alhambra, drama korea Kingdom juga menjadi original series di saluran Netflix. Jika kalian penasaran bisa menonton trailernya dulu di You Tube. Waktu itu saya juga sempat nonton trailer drama korea bertema zombie ini, tapi masih belum tergugah untuk nonton. Lalu baca komentar teman di Twitter jadi penasaran, katanya recommended banget. Cusss saya nonton serial televisi Kingdom.

Drama korea kolosal Kingdom bercerita tentang rumor aneh yang menyebar di kerajaan mengenai penyakit yang diderita oleh Raja. Kemudian wabah misterius menyerang negeri tersebut, menyebabkan orang-orang memangsa satu sama lain. Putra Mahkota yang mengetahui konspirasi dan penyebab wabah tersebut menjadi satu-satunya harapan. Kingdom diadaptasi dari webtoon berjudul Land of the Gods yang ditulis oleh Kim Eun Hee. Pangeran Lee Chang diperankan oleh Ju Ji Hoon, Ryu Seung Ryong berperan sebagai Ketua Dewan Kerajaan bernama Cho Hak Ju (dari klan Hae Won Cho), dan Bae Doona sebagai tabib bernama Seo Bi.

Jumlah episode drama korea Kingdom ini cukup sedikit, hanya ada 6 episode; tapi karena akan ada season kedua jadi wajarlah. Setelah nonton episode pertama, saya semangat untuk lanjut ke episode selanjutnya, pokoknya menjanjikan banget. Kita sudah langsung paham premis cerita hanya dengan nonton episode pertama. Cerita kerajaan itu memang tidak jauh-jauh dari politik kekuasaan, di Kingdom ini juga hal tersebutlah yang mendasari berbagai peristiwa yang terjadi. Jika kalian sudah nonton trailernya maka diperlihatkan bahwa Sang Raja menjadi zombie. Tentu Raja tidak menjadi zombie dengan sendirinya. Itu adalah ulah orang-orang yang ingin mempertahankan kekuasaan mereka. Lalu apa yang menarik dari drama korea Kingdom ini, simak penjelasan saya berikut.

Setting Lokasi dan Waktu 

Drama korea Kingdom yang bertema zombie mengambil setting waktu pada era Joseon membuatnya unik. Kebanyakan film zombie yang saya tonton punya setting waktu di zaman modern. Dengan berbagai teknologi canggih saya rasa itu sangat membantu mereka untuk membasmi para zombie. Tapi kalau di zaman dulu yang semua masih serba manual, bakal lebih kesulitan. Selain itu setting lokasi di Kingdom sangat detail, gambaran desa-desa terpencil nan miskin; Jiyulheon (semacam puskesmas di era saat itu) yang porak poranda setelah pasien terkena wabah; benteng yang di bangun di setiap jalan masuk ke Sangju (salah satu kawasan). That’s cool!

Akting Para Aktor 

Akting zombie-nya itu keren banget, mencuri perhatian saya, hahaha. Badan bisa meliuk-liuk gitu, terus ekspresinya juga dapat banget. Saya merasa merinding dan ketakutan waktu bagian dikejar-kejar. Kayaknya kalau itu saya yang dikejar, saya tidak akan sanggup untuk lari, sudah lemes duluan kaki ini. Menurut saya zombie di Kingdom lebih serem daripada zombie di Resident Evil ataupun I am Legend. Kalau aktor lainnya tidak usah dipertanyakan lagi, aktor senior Ryu Seung Ryong sudah bermain di berbagai drama dan film, Ju Ji Hoon pun demikian; ia terkenal dengan perannya di drama Goong dan film Along with the Gods, Bae Doona bermain di film US seperti Jupiter Ascending dan serial Sense8.

Make up dan Kostum 

Saya kurang tahu apakah mereka menggunakan boneka atau patung lilin untuk beberapa scene, tapi harusnya memang pakai karena ada beberapa scene tubuh zombie saling bertumpukan, terus jangan kaget juga kalau ada kepala menggelinding. Tapi saya takjub dengan make up para zombie yang terlihat sangat nyata. Mulai dari warna kulit hingga luka-luka pada tubuh zombie. Kostum yang digunakan juga menggambarkan setiap ocassion. Pakaian tradisional Korea yang menarik tampak indah dikenakan oleh orang-orang di kerajaan, tapi sangat kontras dengan warga biasa yang cenderung miskin.

Moral Value

Kingdom tidak hanya menceritakan wabah misterius yang menyebar dan intrik di dunia politik, tapi juga sisi lain tentang isu ketidakadilan. Di drama korea ini tampak jelas bagaimana pejabat hidup dengan makmur sedangkan rakyat hidup kekurangan karena pajak yang terlalu tinggi. Para pejabat cenderung memperkaya diri dan mengabaikan keadilan bagi rakyat. Bahkan mereka tidak segan menggunakan kebohongan demi mendapatkan kekuasaan. Orang-orang yang jujur dan bermoral justru dijatuhkan. Ketika Pangeran Lee Chang keluar dari kawasan kerajaan, ia menyadari ketimpangan sosial tersebut. Ia ingin bertahan hidup demi menjadi pemimpin yang baik kelak.

Plot Twist 

Kingdom tentu menghadirkan plot twist dan tidak akan saya sebutkan apa itu, nanti spoiler. Yang jelas saya tidak menduganya sejak awal. Salah satu plot twist-nya bikin saya merasa miris. Orang yang gila kekuasaan memang bisa sekejam itu. Terus plot twist yang satunya lagi juga bikin gregetan. Tidak terbayang bagaimana nasib mereka di season dua nanti. Kayaknya bakal lebih banyak pertumpahan darah.

Saya sangat menantikan Kingdom season dua. Kabarnya bulan Februari tahun ini mulai dilakukan penggarapan season dua. Namun belum diketahui kapan season dua akan release, kemungkinan tahun depan, semoga saja. Jika kalian belum nonton buruan nonton di Netflix.

Tuesday, February 12, 2019

Kompetisi Menulis 2019

February 12, 2019 0
Kompetisi Menulis 2019
Saya termasuk orang yang suka berburu kompetisi menulis, karena bisa dijadikan sebagai latihan dan tolak ukur kemampuan menulis. Tahun 2019 ini ada beberapa kompetisi menulis yang sayang untuk dilewatkan. Simak informasinya di bawah ini.

Sayembara oleh Dewan Kesenian Jakarta

Tahun ini Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan beberapa sayembara, yaitu sayembara novel, cerita anak dan kritik sastra. DKJ memang rutin membuat sayembara, tentu ini adalah peluang yang bagus untuk para penulis Indonesia. Apalagi penilaian karya tidak terpaku pada nama penulis, jadi penilaian murni secara objektif.
Syarat Umum:
- Mengisi formulir di web DKJ.
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya.
- Tema bebas.
- Karya belum pernah dipublikasikan dalam versi utuh.
- Karya asli, bukan jiplakan, bukan saduran.
- Peserta merupakan WNI, dibuktikan dengan fotokopi tanda pengenal.
- Tidak perlu membubuhkan nama penulis di naskah. Biodata ditulis di lembar terpisah.
- Empat salinan naskah dikirim ke: Panitia Sayembara Novel DKJ 2019, Dewan Kesenian Jakarta, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta 10330
- Batas akhir 3 September 2019 (cap pos).

Ketentuan khusus Sayembara Cerita Anak:
- Panjang karya minimal 10.000 kata (format kertas A4, spasi 1,5, huruf TNR ukuran 12).
Informasi lebih lanjut kunjungi Sayembara Cerita Anak DKJ.

Ketentuan khusus Sayembara Novel:
- Panjang karya minimal 20.000 kata (format kertas A4, spasi 1,5, huruf TNR ukuran 12).
Informasi lebih lanjut kunjungi Sayembara Novel DKJ.

Ketentuan khusus Kritik Sastra:
- Harus membahas satu karya sastra (buku tunggal karya satu penulis).
- Panjang kritik minimal 15 halaman (format kertas A4, spasi 1,5, huruf TNR ukuran 12).
Informasi lebih lanjut kunjungi Sayembara Kritik Sastra DKJ.

Lomba Menulis Flash Fiction oleh Penerbit Spring

Ketentuan lomba:
- Tema: Retelling cerita rakyat Indonesia yang mengandung unsur kemerdekaan.
- Karya belum pernah dipublikasikan.
- Panjang naskah 750-1000 kata.
- Format kertas A4, huruf TNR 12 pt, spasi 1,5, margin normal.
- Karya dikirim ke email portalfantasi@gmail.com dengan format Spring in Summer_Nama_Judul
- Batas akhir pengiriman naskah 10 Agustus 2019.
Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi Instagram Penerbit Spring atau Portal PNFI.

Festival Internasional Sastra Gunung Bintan

Ketentuan pengiriman puisi:
- Terbuka untuk umum (Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Thailand.)
- Tema: Segara Sakti, Rantau Bertuah (Jazirah Melayu dalam puisi).
- Peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 karya.
- Puisi disertai dengan biodata dan foto diri.
- Karya dikirim ke email panitia: antologipuisijazirah@gmail.com atau rliamsipku@gmail.com atau fhardelia2@gmail.com
- Batas akhir pengiriman karya 31 Agustus 2019.
- Penyair yang puisinya dimuat akan diundang ke acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 di Tanjungpinang, Riau. (Akomodasi dan konsumsi selama acara ditanggung panitia, tapi transportasi dari tempat asal penyair ke tempat acara tidak ditanggung oleh panitia.)
- Puisi yang dimuat tidak mendapat honorarium.
- Infomasi lebih lanjut hubungi panitia: WA 08117001943 atau Fatih Muftih 085376022456.

Lomba Cerpen Genre Punk oleh LCDP

Ketentuan lomba:
- Genre wajib: Punk (bisa cyberpunk, biopunk, steampunk, clockpunk)
- Panjang karya 3000-5000 kata.
- Karya belum pernah dipublikasikan.
- Hanya boleh mengirim satu naskah.
- Karya bukan fanfic, SARA dan NSFW diperbolehkan tapi diluar tanggung jawab panitia.
- Boleh ditulis lebih dari satu penulis, tapi dengan satu nama pena.
- Bonus poin jika: tidak ada typo, bukan isekai, tidak ada "ternyata ini hanya mimpi".
- Karya dikirim ke email kastel.lcdp@gmail.com dengan format judul Nama Pena_Judul Cerpen_LCDP 2019, eksistensi file doc atau docx.
- Batas akhir pengiriman naskah 17 Agustus 2019.
Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs LCDP 2019.

Buruan kalau kalian memiliki naskah cerpen, novel atau puisi yang sesuai tema segera diperbaiki lalu dikirim. Batas akhir pengiriman sudah dekat nih. Siapa tahu karya kalian bisa menarik perhatian juri. Semangat menulis.

Review Film Along with the Gods: The Last 49 Days

February 12, 2019 0
Review Film Along with the Gods: The Last 49 Days

Genre              : Fantasi, Drama
Aktor               : Ha Jung Woo, Ju Ji Hoon, Kim Hyang Gi, Ma Dong Seok, Kim Dong Wook
Durasi              : 141 menit
Tanggal rilis    : 15 Agustus 2018 (Indonesia)

AWTG The Last 49 Days ini lebih kompleks dan lebih banyak flashback-nya daripada filmnya yang pertama. Namun film pertama dan kedua ini saling berkaitan, jadi kalau mau nonton harus keduanya. Masih menceritakan tentang perjalanan Gang Rim, Haewonmaek, dan Deok Choon yang membantu jiwa untuk melewati percobaan agar bisa reinkarnasi. Kali ini jiwa yang dibantu adalah Su Hong (Muncul di film pertama sebagai arwah yang penuh dendam.) adik dari Ja Hong (Muncul di film pertama, tapi tidak muncul di film kedua.). Selama perjalanan tersebut Gang Rim dkk juga harus berurusan dengan seorang Dewa Pelindung Rumah (Ma Dong Seok) bernama Seong Ju. Namun Seong Ju lah yang akan menguak masa lalu Haewonmaek dan Deok Choon.

Jika di film pertama menceritakan hubungan anak dengan ibu maka di film kedua ini hubungan dengan ayah. Meskipun tidak sesedih film yang pertama, tapi tetap ada bagian yang membuat saya menitikkan air mata. Entah kenapa cerita tentang keluarga itu selalu dapat menyentuh bagi saya. Selain itu di film pertama kisah utamanya tentang Ja Hong, tapi di film kedua ini kisah utamanya adalah para malaikat pelindung. Jadi kisah Su Hong tidak terlalu banyak, tapi tetap ada benang merahnya. Rasa penasaran saya tentang masa lalu ketiga malaikat pelindung itu pun terbayarkan lunas di film kedua.

Karakter Deok Choon dan Haewonmaek tetap menjadi favorit saya di film kedua ini, bahkan saya tambah cinta dengan karakter itu. Hubungan brother-sister antara mereka itu manis sekali, partner in crime bangetlah, meskipun masa lalu mereka tragis. Di film kedua ini juga dibeberkan hubungan antara Gang Rim, Haewonmaek, dan Lee Deok Choon; kenapa ketiganya bisa menjadi malaikat pelindung. Awalnya saya tidak menduga kalau mereka bertiga saling berkaitan, sampai sedikit demi sedikit misteri dibongkar.

Audio dan efek visualnya tetap mengesankan. Dan saya suka bagian saat Su Hong mulai membayangkan hal apa yang dia takuti, sedangkan Gang Rim tidak paham dengan ocehan Su Hong tentang dinosaurus. Lalu kawanan raptor pun muncul yang disusul dengan tiranosaurus, hingga akhirnya mosasaurus.

Mungkin beberapa orang berpandangan alur kompleks dan banyak flashback membuat sedikit bosan, tapi saya tidak bosan sama sekali. Terlebih tetap ada bagian lucu yang bikin ngakak, malah lebih banyak dari film pertamanya.

Mengenai akting para aktornya tidak perlu diragukan lagi. Juara! Apalagi yang membuat saya terkesan adalah akting Ju Ji Hoon. Dia menjadi Haewonmaek seribu tahun lalu dan masa kini, itu adalah dua karakter yang berbeda banget. Kim Hyang Gi dan Ha Jung Woo juga memerankan dua karakter berbeda sih, tapi yang kentara beda banget itu Ji Hoon. Haewonmaek di masa kini kan ceplas-ceplos, sok keren (memang keren sih), tengil; tapi di masa lalu itu dia seorang yang tenang, berwibawa, berhati emas (Jangan bilang saya lebay, memang gitu kok.). Dan akting Ji Hoon memerankan kepribadian yang berbeda drastis itu dapat banget.

Menurut saya, Deok Choon (Kim Hyang Gi) seribu tahun lalu dan masa kini sama-sama pelindung anak, rela berkorban, dan sosok yang warm. Sementara itu Gang Rim masih sosok yang berwibawa seribu tahun lalu dan masa kini, tapi bedanya seribu tahun lalu dia penuh kedengkian dan sekarang dia penuh rasa bersalah.

Mendengar kabar bahwa AWTG masih akan ada sekuel ke tiga dan empatnya saya sangat excited. Selain itu juga akan diproduksi versi drama dan alurnya akan sama dengan yang ada di webtoon. Tapi kalau yang jadi malaikat pelindungnya bukan Jung Woo, Ji Hoon, dan Hyang Gi kayaknya saya harus mikir dua kali untuk nonton versi dramanya. Sudah terlanjur jatuh cinta sama mereka bertiga.

Sekuel ketiga AWTG bisa diprediksi mengisahkan tentang perjalanan akhirat Won Dong Yeon, karena di akhir cerita sudah diperlihatkan bahwa Gang Rim dkk mendapat jiwa teladan, lagi. Lho reinkarnasi mereka gimana? Mm... saya juga masih penasaran. Mungkin akan terjawab di film keempat, entahlah. Mari tunggu saja dua sekuel berikutnya tayang (yang masih lama sekali itu).

Quote Along with the Gods:
"Mereka yg bertemu pada akhirnya harus berpisah, mereka yg berpisah akan bertemu kembali."

"Tidak ada manusia yang jahat sejak lahir hanya keadaan yang mjd buruk. Jadi saat kau merasa benci, marah, dan tdk mengerti cobalah untuk membaca dan berpikir semuanya secara terbalik. Maka semuanya akan masuk akal. Orang-orang ini, dunia ini, tempat ini."

Comment