Skip to main content

Review Film Along with the Gods: The Last 49 Days


Genre              : Fantasi, Drama
Aktor               : Ha Jung Woo, Ju Ji Hoon, Kim Hyang Gi, Ma Dong Seok, Kim Dong Wook
Durasi              : 141 menit
Tanggal rilis    : 15 Agustus 2018 (Indonesia)

AWTG The Last 49 Days ini lebih kompleks dan lebih banyak flashback-nya daripada filmnya yang pertama. Namun film pertama dan kedua ini saling berkaitan, jadi kalau mau nonton harus keduanya. Masih menceritakan tentang perjalanan Gang Rim, Haewonmaek, dan Deok Choon yang membantu jiwa untuk melewati percobaan agar bisa reinkarnasi. Kali ini jiwa yang dibantu adalah Su Hong (Muncul di film pertama sebagai arwah yang penuh dendam.) adik dari Ja Hong (Muncul di film pertama, tapi tidak muncul di film kedua.). Selama perjalanan tersebut Gang Rim dkk juga harus berurusan dengan seorang Dewa Pelindung Rumah (Ma Dong Seok) bernama Seong Ju. Namun Seong Ju lah yang akan menguak masa lalu Haewonmaek dan Deok Choon.

Jika di film pertama menceritakan hubungan anak dengan ibu maka di film kedua ini hubungan dengan ayah. Meskipun tidak sesedih film yang pertama, tapi tetap ada bagian yang membuat saya menitikkan air mata. Entah kenapa cerita tentang keluarga itu selalu dapat menyentuh bagi saya. Selain itu di film pertama kisah utamanya tentang Ja Hong, tapi di film kedua ini kisah utamanya adalah para malaikat pelindung. Jadi kisah Su Hong tidak terlalu banyak, tapi tetap ada benang merahnya. Rasa penasaran saya tentang masa lalu ketiga malaikat pelindung itu pun terbayarkan lunas di film kedua.

Karakter Deok Choon dan Haewonmaek tetap menjadi favorit saya di film kedua ini, bahkan saya tambah cinta dengan karakter itu. Hubungan brother-sister antara mereka itu manis sekali, partner in crime bangetlah, meskipun masa lalu mereka tragis. Di film kedua ini juga dibeberkan hubungan antara Gang Rim, Haewonmaek, dan Lee Deok Choon; kenapa ketiganya bisa menjadi malaikat pelindung. Awalnya saya tidak menduga kalau mereka bertiga saling berkaitan, sampai sedikit demi sedikit misteri dibongkar.

Audio dan efek visualnya tetap mengesankan. Dan saya suka bagian saat Su Hong mulai membayangkan hal apa yang dia takuti, sedangkan Gang Rim tidak paham dengan ocehan Su Hong tentang dinosaurus. Lalu kawanan raptor pun muncul yang disusul dengan tiranosaurus, hingga akhirnya mosasaurus.

Mungkin beberapa orang berpandangan alur kompleks dan banyak flashback membuat sedikit bosan, tapi saya tidak bosan sama sekali. Terlebih tetap ada bagian lucu yang bikin ngakak, malah lebih banyak dari film pertamanya.

Mengenai akting para aktornya tidak perlu diragukan lagi. Juara! Apalagi yang membuat saya terkesan adalah akting Ju Ji Hoon. Dia menjadi Haewonmaek seribu tahun lalu dan masa kini, itu adalah dua karakter yang berbeda banget. Kim Hyang Gi dan Ha Jung Woo juga memerankan dua karakter berbeda sih, tapi yang kentara beda banget itu Ji Hoon. Haewonmaek di masa kini kan ceplas-ceplos, sok keren (memang keren sih), tengil; tapi di masa lalu itu dia seorang yang tenang, berwibawa, berhati emas (Jangan bilang saya lebay, memang gitu kok.). Dan akting Ji Hoon memerankan kepribadian yang berbeda drastis itu dapat banget.

Menurut saya, Deok Choon (Kim Hyang Gi) seribu tahun lalu dan masa kini sama-sama pelindung anak, rela berkorban, dan sosok yang warm. Sementara itu Gang Rim masih sosok yang berwibawa seribu tahun lalu dan masa kini, tapi bedanya seribu tahun lalu dia penuh kedengkian dan sekarang dia penuh rasa bersalah.

Mendengar kabar bahwa AWTG masih akan ada sekuel ke tiga dan empatnya saya sangat excited. Selain itu juga akan diproduksi versi drama dan alurnya akan sama dengan yang ada di webtoon. Tapi kalau yang jadi malaikat pelindungnya bukan Jung Woo, Ji Hoon, dan Hyang Gi kayaknya saya harus mikir dua kali untuk nonton versi dramanya. Sudah terlanjur jatuh cinta sama mereka bertiga.

Sekuel ketiga AWTG bisa diprediksi mengisahkan tentang perjalanan akhirat Won Dong Yeon, karena di akhir cerita sudah diperlihatkan bahwa Gang Rim dkk mendapat jiwa teladan, lagi. Lho reinkarnasi mereka gimana? Mm... saya juga masih penasaran. Mungkin akan terjawab di film keempat, entahlah. Mari tunggu saja dua sekuel berikutnya tayang (yang masih lama sekali itu).

Quote Along with the Gods:
"Mereka yg bertemu pada akhirnya harus berpisah, mereka yg berpisah akan bertemu kembali."

"Tidak ada manusia yang jahat sejak lahir hanya keadaan yang mjd buruk. Jadi saat kau merasa benci, marah, dan tdk mengerti cobalah untuk membaca dan berpikir semuanya secara terbalik. Maka semuanya akan masuk akal. Orang-orang ini, dunia ini, tempat ini."

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...