Skip to main content

The Umbrella Academy Episode 01: Misteri yang Bertebaran

The Umbrella Academy tayang di Netflix tanggal 15 Februari 2019. Saya sudah excited dengan serial televisi ini dari sebelum release. Nah, simak ulasan episode 01 The Umbrella Academy berikut.

Sekilas tentang The Umbrella Academy

TV series ini bercerita tentang anak-anak yang diadopsi oleh seorang kaya raya, Reginald Hargreeves. Anak-anak tersebut dilahirkan oleh beberapa wanita yang sebelumnya bahkan tidak mengalami kehamilan di hari pertama pada tahun 1989. Sir Reginald mengadopsi 7 anak, meskipun sebenarnya ada 43 anak. Suatu ketika tiba-tiba Sir Reginald meninggal dunia dan peristiwa itu meninggalkan banyak teka-teki yang harus dipecahkan oleh anak-anaknya.

Anak pertama atau biasa disebut number one bernama Luther adalah seorang yang memiliki badan besar nan kuat. Ia memiliki profesi sebagai astronot.

Number two bernama Diego memiliki kemampuan melempar pisau yang sangat akurat dan dapat menahan napas selama mungkin bahkan tak terbatas. Ia sering membantu polisi dalam memberantas kejahatan.

Number three bernama Allison memiliki profesi sebagai aktris. Kemampuan Allison berhubungan dengan rumor, rumor apa pun yang ia sebarkan akan menjadi nyata.

Number four bernama Klaus. Klaus seseorang yang bermasalah dengan obat-obatan dan minuman keras. Ia sering masuk pusat rehabilitasi. Kemampuannya adalah bisa bicara dengan orang yang sudah mati dan telekinesis.

Number five namanya ya number five, kayaknya dia satu-satunya yang tidak dikasih nama sama Mom. Ia memiliki kemampuan bergerak dengan cepat sehingga bisa menjelajah waktu.

Number six bernama Ben. Ia sudah meninggal dan belum diketahui penyebabnya. Ia memiliki monster di dalam tubuhnya, tapi kurang jelas juga bentuknya seperti apa.

Number seven bernama Vanya. Ia seorang pemain biola dan satu-satunya yang tidak memiliki kemampuan super.

The Umbrella Academy Episode 01

Dibuka dengan Vanya yang sedang main biola membawakan lagu The Phantom of The Opera, satu per satu anggota The Umbrella Academy muncul dengan kegiatan mereka masing-masing. Tapi number five belum muncul dan number six juga, tentu saja karena ia sudah mati. Yang ada hanya patung number six sebagai peringatan kematiannya.

Di awal episode ini sudah banyak misteri bertebaran. Sir Reginald meninggal karena serangan jantung, tapi Luther merasa ada yang ganjil dengan kematian ayahnya itu. Diego menganggap semuanya wajar. Klaus justru senang ayahnya mati dan dia malah menantikan warisannya. Di sini kayaknya yang sedih cuma Luther, Vanya, dan Allison; meskipun Allison juga ingat gimana perlakuan ayahnya dulu.

Saya bisa bilang kalau Sir Reginald itu hanya menjadikan mereka sebagai bahan penelitian. Terang saja hati mereka terluka mengetahui fakta tersebut. Diego juga menyebutkan bahwa ayahnya itu cuma pria tua yang seperti monster. Bahkan Sir Reginald tidak memberi mereka nama, cuma memberi nomor. Jadi yang memberi mereka nama itu adalah Mom. Mom adalah pengasuh anak-anak Hargreeves sejak kecil. Tadinya saya heran kenapa Mom ini tidak menua, tampaknya ia bukan manusia sih.

Misteri lainnya adalah keberadaan number five. Tadinya saya pikir ia akan ada bersama-sama dengan saudaranya. Ternyata ia sudah pergi dari rumah sejak 17 tahun lalu. Dan tiba-tiba kembali dengan wujud saat ia berusia 13 tahun, sementara saudara-saudaranya sudah berusia 30 tahun. Sejauh ini karakter yang paling saya suka adalah number five. Di balik poker face-nya itu tersimpan kemampuan hebat. Hahaha…

Number five kembali tentu saja dengan kabar mengejutkan, setelah ia menjelajah selama 50 tahun. Ia sedang menimbang-nimbang harus percaya dengan siapa. Akhirnya ia menceritakan kepada Vanya tentang dunia yang akan musnah dalam delapan hari lagi. Vanya cuma bengong.

Misteri lainnya adalah kematian Ben,karena ada hubungannya dengan Vanya. Diego kelihatan benci banget sama Vanya, karena hal tersebut. Ia bahkan tidak menganggap Vanya sebagai bagian dari mereka. Ben muncul sekilas di episode satu ini ketika Klaus menumpang di mobil Diego. Itu tambah bikin penasaran tentang sosok Ben.

Saya tidak tahu kenapa monocle Sir Reginald ada sama Diego, tapi itu juga salah satu teka-tekinya kan. Luther juga bertanya-tanya di mana monocle itu berada, tapi Diego diam saja. Yah mungkin itu cuma untuk menggiring opini kalau Diego jahat atau gimana.

Saya juga penasaran dengan orang-orang yang mengejar number five. Tiba-tiba ia disergap oleh orang-orang saat ia lagi ngopi di kedai donat. Kan number five menjelajah waktu ya dan baru saja kembali. Berarti orang-orang itu juga dari masa depan.

Gimana menurut kalian, bertebaran misteri kan? Ini nih yang bikin tidak bisa berpaling dari The Umbrella Academy. Really anticipate for episode two.

(Btw, saya apresiasi aktingnya Robert Sheehan sebagai Klaus, asli ngeselinnya. Kalau ngomong nggak pakai saringan. Saya ingat dia main di Mortal Engine, tapi akting dia di sini beda banget. Great!)

Comments

  1. Film-film netflix banyak yang emnarik ya, tapi saya sendiri ga pernah nonton netflix. Konsep ceritanya bagus dan keren... Wah si five bisa nemeni flash nih, mereka punya kemampuan yang sama, wheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak yang bagus. Oiya samaan, tapi nggak yakin bakal akur kalau dijadiin satu.haha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...