Skip to main content

Posts

Buku yang Saya Baca Januari 2018

Tahun ini saya bertekad untuk bisa membaca buku lebih banyak. Itu menjadi salah satu resolusi di tahun 2018. Nah, sayang banget kalau sudah baca buku tetapi tidak saya bagikan kesan membaca buku-buku tersebut. Rencananya akan saya posting setiap bulan buku apa saja yang saya baca (semoga bisa konsisten). Dimulai pada bulan Januari, tidak ada target jumlah harus baca buku berapa, tapi dalam sebulan harus ada buku yang dibaca pokoknya. Bulan ini saya membaca 3 buku (lumayan sekali ketimbang tahun lalu). Apa saja buku itu? Ini dia... One Of Us Is Lying Saya mengawali tahun ini dengan membaca buku yang ditulis oleh Karen M. Mcmanus, yang mana buku tersebut adalah debutnya. Awal mula saya tertarik baca buku ini tidak lain karena buku ini sering mondar-mandir di timeline twitter saya. Lalu saya mencari tahu tentang buku tersebut dan ternyata ini genre buku yang memang saya suka. Ok, saya harus punya buku itu. Ini dia! One of Us is Lying © 2 - 7 Januari 2018 Pukul 00:11...

Expert Writing Class

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis mengenai Gramedia Writing Project (GWP). Nah, tahun ini GWP mengadakan lomba menulis novel dengan kategori teenlit dan young adult. Pendaftaran mulai dibuka bulan Januari, tapi saya baru tahu akhir Februari (untung nggak ketinggalan). Meskipun sudah tahu dari bulan februari, saya baru daftar akhir bulan Maret.  Lumayan banyak naskah yang diposting di GWP, sekitar 456 kalau nggak salah (pokoknya lebih dari 400). Naskah-naskah tersebut bakal disaring dan yang tersaring bisa ikut Expert Writing Class. Setelah nunggu-nunggu akhirnya pengumuman keluar bulan Mei. Senang banget waktu tahu saya masuk pada tahap seleksi. Jumlah yang masuk seleksi ada 90 orang. Memang lebih banyak dari GWP sebelumnya. Sembilan puluh peserta yang masuk seleksi tahap I ini wajib mengirimkan naskah lengkap sebagai syarat bisa mengikuti Expert Writing Class. Saya langsung semangat buat nerusin naskah dong. Sebelum date line yang ditentukan sudah dikirim. Kap...

Mencoba Menjadi Penulis Lain

Try to be others, this is mistake ! Saya baru sadar setelah membaca beberapa jurnal di blog Eka Kurniawan, meskipun tak segamblang itu tapi ini menggiring saya untuk berpikir demikian. Begitu penting bagi seorang penulis nyaman dengan apa yang ditulis. Celakanya belakangan ini saya berusaha menjadi orang lain hanya karena ingin menang lomba menulis. Hasilnya, tentu saja saya tidak menang. Dalam setahun ada beberapa lomba menulis yang memberikan tema tertentu. Penulis super amatiran seperti saya ini jelas tertarik. Selain bisa untuk latihan juga dapat mengukur semahir apa saya menulis, sejauh mana perkembangan saya. Kebanyakan tema lomba tersebut adalah mengenai percintaan, yang mana saya merasa paling tidak bisa membuat cerita romance. Bahkan dari banyak genre film, genre yang satu ini adalah yang paling tidak saya sukai. Tapi ini membuat saya semakin tertantang untuk membuat cerita romance. Kesalahan saya adalah, saya berusaha menulisnya dengan gaya novel percintaan yang menurut ...

Writing Project

Waktu melihat isi folder bertuliskan ‘ writing project ’‒yang isinya file lumayan banyak‒saya mengernyitkan dahi. Tidak lain karena sebagian file tersebut hanya saya simpan untuk diri saya sendiri (hanya beberapa file yang waktu itu sempat saya terbitkan secara mandiri). OK, saya memutuskan untuk browsing , kira-kira ada cara lain nggak ya untuk ‘memberdayakan’ file saya ini (ahaha). Dan akhirnya menemukan situs gwp.co.id, yah hampir serupa sama wattpad. Hanya saja situs tersebut dikelola oleh penerbit mayor, yang tak lain adalah Gramedia. Situs tersebut dimaksudkan untuk menemukan penulis baru. GWP (Gramedia Writing Project) ini sudah ada sejak tahun 2013, dan saya baru tahu akhir-akhir ini (ke mana saja). Tapi nggak ada kata terlambat untuk berkarya ya. Langsung lah saya menyortir file yang hanya tersimpan di folder itu. Pilihan saya jatuh pada flash fiction yang saya buat setahun yang lalu. Flash fiction tersebut bertema horor dan bisa banget dikembangkan jadi novel. Seha...

Macam-macam Genre Novel

Genre Novel yang Perlu Kalian Ketahui dan Penjelasannya Lama tak nge-blog kali ini saya ingin membahas mengenai berbagai genre novel serta penjelasannya. Literatur fiksi memiliki berbagai macam genre, seperti romance, misteri, science fiction, horor, thriller, suspense, humor, dll. Tidak jarang juga ada karya yang mengandung lebih dari satu genre, misalnya genre romance yang dibumbui dengan genre humor, atau genre misteri yang dibumbui dengan genre horor. Kalau saya selalu suka dengan genre science fiction, fantasi, misteri dan horor. Genre science fiction dan misteri selalu bikin saya ikut berpikir. Sementara genre fantasi membuat saya ikut berimajinasi dan genre horor bikin jantung saya dag-dig-dug. Intinya setiap genre memiliki dampak atau efek berbeda kepada pembaca. Berikut ini penjelasan mengenai genre-genre dalam literatur fiksi. 1. Science fiction Genre sci-fi pada umumnya mengangkat topik yang berhubungan dengan teknologi atau sains. Kecanggihan teknologi ata...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Menerbitkan Buku Secara Mandiri

Menerbitkan buku secara mandiri bukanlah hal yang mustahil. Siapa saja bisa memiliki buku. Bagi yang suka menulis pasti kalian punya impian agar tulisan kalian terbit jadi buku, kan? Saya juga begitu, tapi tidak bisa dipungkiri untuk masuk ke penerbit mayor memang sulit. Mereka memiliki kriteria tersendiri, belum lagi pasti naskah yang masuk ke mereka tidaklah sedikit. Butuh kesabaran untuk menunggu feedback . Nah ada solusi jika kalian ingin segera memiliki buku, yaitu self publishing . Sekarang ini banyak situs self publishing di internet yang memudahkan penulis agar karyanya bisa terbit. Meskipun menerbitkan secara mandiri, tetap harus memperhatikan kaidah penulisan yang benar ya. Terkadang ada tuh yang menulis dengan tanda baca yang tidak sesuai (titik, tanda seru, tanda tanya banyak banget), kata yang digunakan acak-acakan (pakai bahasa luar angkasa yang hurufnya gede kecil dikombinasi sama angka), tidak sesuai KBBI (Ini relatif karena kalau dialognya bahasa gaul jel...