Skip to main content

Mencoba Menjadi Penulis Lain

Try to be others, this is mistake! Saya baru sadar setelah membaca beberapa jurnal di blog Eka Kurniawan, meskipun tak segamblang itu tapi ini menggiring saya untuk berpikir demikian. Begitu penting bagi seorang penulis nyaman dengan apa yang ditulis. Celakanya belakangan ini saya berusaha menjadi orang lain hanya karena ingin menang lomba menulis. Hasilnya, tentu saja saya tidak menang.

Dalam setahun ada beberapa lomba menulis yang memberikan tema tertentu. Penulis super amatiran seperti saya ini jelas tertarik. Selain bisa untuk latihan juga dapat mengukur semahir apa saya menulis, sejauh mana perkembangan saya. Kebanyakan tema lomba tersebut adalah mengenai percintaan, yang mana saya merasa paling tidak bisa membuat cerita romance. Bahkan dari banyak genre film, genre yang satu ini adalah yang paling tidak saya sukai. Tapi ini membuat saya semakin tertantang untuk membuat cerita romance. Kesalahan saya adalah, saya berusaha menulisnya dengan gaya novel percintaan yang menurut saya laku keras di pasaran, ketimbang menulisnya dengan gaya saya sendiri. Kebodohan tersebut juga terjadi karena saya beranggapan bahwa jika saya dapat menulis cerita seperti yang laku di pasaran itu, saya akan menang.

Setelah kekalahan telak (berkali-kali), saya semakin bertanya-tanya apa sih patokan sebuah karya itu disebut bagus? Saya pikir tulisan saya cukup bagus untuk bisa menang (mungkin semua penulis pernah mikir seperti itu). Dan pertanyaan saya tak pernah terjawab secara pasti. Bahkan saya berusaha menjawab sendiri. Jawabannya, mungkin karena selera (aku suka maka ini yang terbaik); atau karena karya tersebut mudah diterima; atau karena itu laku keras. Entahlah. Yang jelas saya setuju 100% sama kata bang Eka, bahwa setiap penulis harus menemukan cara mereka sendiri untuk menulis. Jangan sampai seperti saya yang berusaha menjadi orang lain, sampai sampai gaya tulisan saya juga. Percaya dengan banyak membaca, menganalisis yang kita baca, dan menulis; saya akan menemukan cara saya sendiri untuk menulis. Never try to be someone else! Yang penting nyaman dengan apa yang ditulis dan cara menulis.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...