Skip to main content

Posts

Review Novel Metropop: False Beat

Penulis: Vie Asano Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2018 Jumlah halaman: 296 Blurb "Lo tinggal pilih aja mau yang mana. Pertama, lo diam dengan kesadaran lo sendiri. Kedua, gue yang bikin lo diam. Kalau perlu, gue bakalan cium lo di sini, sampai lo kehabisan napas dan pingsan." Gara-gara terlilit utang dengan om-nya, Aya harus rela menjadi manajer Keanu & the Squad. Sebenarnya pekerjaan itu tak seburuk yang dia bayangkan andai saja bukan Keanu yang harus dihadapinya. Vokalis sekaligus pentolan band itu mungkin punya banyak fans. Dan harus dicatat, Keanu tuh memiliki wajah ganteng, bibir yang kissable , penampilan trendi, dan suara yang bagus banget. Namun, Keanu punya segudang kelakuan ajaib yang membuat Aya tak bisa berkutik, juga membuat jadwal roadshow band itu berantakan. Aya pun mencari cara agar dapat mengendalikan Keanu karena itu satu-satunya cara agar roadshow berjalan lancar. Baru saja merasa menemukan jawaban, Aya malah terjerumus d...

Review Novel Hyouka (Novel Pertama dari Kotenbu Series)

Penulis: Yonezawa Honobu Penerbit: Haru Media Tahun terbit: 2017 Jumlah halaman: 244 Blurb Kalau kita menyelidikinya, mungkin akan terjadi hal-hal yang tidak baik. Oreki Hotaro adalah pemuda hemat energi. Mottonya adalah, "Kalau tidak butuh dikerjakan, lebih baik tidak dikerjakan. Kalau harus dikerjakan, sebisanya saja." Hanya saja, semua itu berubah saat dia terpaksa bergabung dengan Klub Sastra Klasik. Chitanda Eru, gadis dengan rasa penasaran yang tinggi, mengubah hari-hari Hotaro, dan dia harus memecahkan misteri demi misteri yang terjadi di sekitar mereka. Gara-gara Chitanda, mereka dihadapkan pada kasus 33 tahun yang lalu. Hanya saja, petunjuk mereka hanyalah sebuah antologi berjudul Hyouka. *** Novel Hyouka © Sebelum membaca novel Hyouka, saya cari dulu arti Hyouka di Google Translate. Maklum penasaran. Jadi, menurut Google Translate dan tentu saja penulisan kanjinya sesuai dengan yang ada di kaver, Hyouka berarti 'makanan penutup es...

Review Novel Happy Birth-die (BWM 3)

Penulis: Risma Ridha Anissa Penerbit: Bentang Belia Tahun terbit: 2019 Jumlah halaman: 344 Blurb Pijar sering kali dipanggil zombi oleh teman-temannya. Cewek itu dikenal misterius karena penampilannya yang seram, wajah datar, dan nggak pernah senyum. Banyak yang nggak mau berurusan dengannya, ngeri! Sayangnya, Heksa mau nggak mau harus berdekatan dengan Pijar karena harus tampil bareng di acara sekolah. Heksa sebenarnya malas, takut popularitasnya turun. Lagian, zombi mau ngapain sih di panggung nanti? Bisa-bisa semua penonton kabur ketakutan. Karena acara itu, Pijar dan Heksa jadi dekat. Pijar tahu kelemahan Heksa yang memalukan. Heksa juga tahu kemampuan mistis Pijar. Ternyata cewek itu bisa melihat tahun kematian seseorang saat berulang tahun. Fakta ini membuat hari-hari keduanya dipenuhi ketegangan.  *** Novel Happy Birth-die © Novel Happy Birth-die ini menjadi novel terakhir yang saya baca tahun 2019, sekaligus menjadi novel pertama di tahun 2020....

Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya (Review Novel)

Pengarang: Sabda Armandio Penerbit: Moka Media Tahun terbit: 2015 Jumlah halaman: 348 Novel KAMU Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya adalah salah satu buku yang saya beli di festival literasi Patjar Merah. Saat melihat-lihat katalog di aplikasi Patjar Merah, saya penasaran dengan buku ini. Lalu cari ulasan di Goodreads dan memang menarik perhatian saya. Sejak itu saya sudah menjadikan buku ini sebagai incaran. Hari ketiga saya pun datang ke Patjar Merah. Setelah memutari tumpukan buku lebih dari dua kali baru menemukan buku ini. Untung belum kehabisan. Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya ©  Novel KAMU menggunakan sudut pandang orang pertama, yang sampai akhir cerita pun saya belum tahu nama ‘Aku’ ini siapa. ‘Aku’ menceritakan masa remajanya bersama seorang teman bernama ‘Kamu’. Mereka berada di peralihan antara remaja dan dewasa awal. Tokoh-tokoh di cerita digambarkan memiliki pemikiran yang kritis, unik, dan bisa dikatakan pemberontak. Saya menyukai perjala...

Keris Café Kota Lama Semarang

Sudah lama saya ingin ke Keris Café, tapi tak kunjung mampir. Baru kemarin saat ada acara Patjar Merah saya sekalian mampir. Keris Café berlokasi di Kota Lama Semarang, tepatnya di Jl. Letjen Suprapto, Tj. Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137. Café ini berada di seberang 3D Art Trick Museum dan dekat juga dengan titik berhenti BRT Semarang. Strategis, kan? Interior Keris Café © Ruangan Keris Café bergabung dengan toko batik dan oleh-oleh. Café ini juga menjual berbagai jenis kopi lokal. Cocok untuk wisatawan yang mau ngopi sekalian belanja buah tangan. Saya sangat menyukai interiornya. Ada kesan oldies , tapi juga homey . Meskipun berada di tepi jalan utama, suara bising tidak terdengar dari dalam. Rasanya nyaman duduk lama-lama di café ini. Di Keris Café memang tidak banyak kursi. Dua meja berada di dekat jendela, sedangkan yang lainnya bersebelahan dengan rak oleh-oleh. Ketika saya datang belum ada pengunjung, beberapa lama setelah itu barulah ada pen...

Dua Hari Terakhir di Patjar Merah Semarang 2019

Dua hari menjelang Patjar Merah berakhir, pengunjung festival literasi tersebut tidak surut, malah kian ramai. Bazar buku di lantai satu gedung Soesmans Kantoor selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai usia, begitu juga dengan sesi obrolan, lokakarya, dan pertunjukan. Pada Sabtu 07 Desember 2019 saya mengikuti sesi Berbicara Rasa: Berpuisi dan Bercerita untuk Memahami Diri. Sesi tersebut diisi oleh dua penulis wanita, yaitu Amanda Margareth dan Renita Nozaria. Sementara itu, hari Minggu saya mengikuti sesi Dapur Penerbit: Berburu Penulis dan Naskah Terbaik. Sesungguhnya saya ingin mengikuti sesi Literasi Bercerita: Memanjangkan Ingatan Melalui Dongeng, serta sesi Menulis Ekspresif dan Kesehatan Mental. Namun sangat disayangkan, karena lain hal saya tidak bisa mengikuti sesi tersebut. Padahal sudah excited sekali, tapi baru bisa hadir di sore hari. Berbicara Rasa: Berpuisi dan Bercerita untuk Memahami Diri Amanda dan Renita tidak pernah membayangkan akan menjadi penulis, bah...

Patjar Merah Semarang 01 Desember 2019

Patjar Merah adalah festival literasi dan pasar buku keliling nusantara. Sejak Patjar Merah mengadakan kunjungan mereka ke Jogja, saya sangat ingin menghadiri acara tersebut. Akhirnya Semarang menjadi kota ketiga yang dikunjungi Patjar Merah setelah Malang dan Jogja. Patjar Merah Semarang berlangsung dari tanggal 29 November hingga 08 Desember 2019. Di festival ini diadakan banyak acara menarik mengenai dunia buku dan dunia kreatif lainnya. Ada juga bazar buku dengan diskon hingga 80%. Kurang keren apa coba Patjar Merah ini. Patjar Merah Semarang (dokumentasi pribadi, ©) Ada beberapa fakta menarik tentang Patjar Merah di Semarang. Pertama, tanggal 1 Desember 2019 adalah ulang tahun pertama Patjar Merah. Kedua, lokasi diadakan Patjar Merah adalah dua gedung tua di kawasan Kota Lama. Gedung tersebut adalah Soesmans Kantoor dan Monod Diephuis & Co, yang tentunya memiliki nilai sejarah. Selain dua gedung tersebut, lorong instagramable di depan gedung juga digunakan untuk acara ...