Skip to main content

Posts

Perpustakaan Kecil di Angkutan

Di suatu sore itu habis turun hujan, sekitar jam 17:00 saya naik angkutan seperti biasa. Namun, ada yang tidak biasa dengan angkutan yang saya naiki. Di bagian belakang angkutan terdapat deretan buku dan air mineral gratis. Cukup takjub dengan angkutan tersebut karena sejak dulu menggunakan jasa angkutan sampai sekarang belum pernah menemui angkutan serupa. Hal tersebut membuat saya tersentuh, sambil mencari nafkah supir angkutan tersebut menyebarkan budaya membaca di masyarakat. Dokumentasi pribadi Di depan deretan buku tersebut ada tulisan 'timbang ngalamun moco buku lur, nek ngelak ngombeo, gratis', yang artinya 'daripada melamun baca buku saudara, kalau haus minum saja, gratis'. Buku yang diletakkan di rak tersebut memang masih sedikit, sekitar sepuluh mungkin. Namun, bagi saya ajakan untuk membaca itulah yang patut diapresiasi. Saat saya naik angkutan turut juga seorang anak dan ada beberapa ibu-ibu juga. Anak tersebut nampak tertarik membaca buku...

Buku yang Saya Baca Februari 2018

Memasuki bulan kedua di tahun 2018, cukup baik masih konsisten membaca buku. Sebenarnya Februari ini saya khususkan untuk membaca buku tahun lalu yang belum sempat saya selesaikan, alias mandek di tengah jalan. Critical Eleven 15 Februari - 22 Februari 2018 pukul 22:30 baru saja selesai membaca Critical Eleven Siapa sih yang tidak tahu novel ini, pasti sudah pada tahu ya, apalagi setelah difilmkan. Saya mendapat novel ini gratis, dapat dari acara Gramedia punya sekitar bulan Juli 2017. Sebelumnya cuma tahu mengenai Critical Eleven ya dari trailer filmnya (cuma trailer belum pernah nonton juga). Kapan saya mulai baca novel ini jawabannya adalah lupa, mungkin bulan Agustus atau September, entahlah. Yang jelas setelah itu malah mandek. Apa alasan saya berhenti? Bukan karena tidak tertarik, tapi saat itu lebih banyak meluangkan waktu untuk menulis (yang hasilnya belum nampak sampai sekarang hahaha). Critical Eleven © Buku ini memakai sudut pandang orang pertama yang se...

Buku yang Saya Baca Januari 2018

Tahun ini saya bertekad untuk bisa membaca buku lebih banyak. Itu menjadi salah satu resolusi di tahun 2018. Nah, sayang banget kalau sudah baca buku tetapi tidak saya bagikan kesan membaca buku-buku tersebut. Rencananya akan saya posting setiap bulan buku apa saja yang saya baca (semoga bisa konsisten). Dimulai pada bulan Januari, tidak ada target jumlah harus baca buku berapa, tapi dalam sebulan harus ada buku yang dibaca pokoknya. Bulan ini saya membaca 3 buku (lumayan sekali ketimbang tahun lalu). Apa saja buku itu? Ini dia... One Of Us Is Lying Saya mengawali tahun ini dengan membaca buku yang ditulis oleh Karen M. Mcmanus, yang mana buku tersebut adalah debutnya. Awal mula saya tertarik baca buku ini tidak lain karena buku ini sering mondar-mandir di timeline twitter saya. Lalu saya mencari tahu tentang buku tersebut dan ternyata ini genre buku yang memang saya suka. Ok, saya harus punya buku itu. Ini dia! One of Us is Lying © 2 - 7 Januari 2018 Pukul 00:11...

Expert Writing Class

Di artikel sebelumnya saya sudah menulis mengenai Gramedia Writing Project (GWP). Nah, tahun ini GWP mengadakan lomba menulis novel dengan kategori teenlit dan young adult. Pendaftaran mulai dibuka bulan Januari, tapi saya baru tahu akhir Februari (untung nggak ketinggalan). Meskipun sudah tahu dari bulan februari, saya baru daftar akhir bulan Maret.  Lumayan banyak naskah yang diposting di GWP, sekitar 456 kalau nggak salah (pokoknya lebih dari 400). Naskah-naskah tersebut bakal disaring dan yang tersaring bisa ikut Expert Writing Class. Setelah nunggu-nunggu akhirnya pengumuman keluar bulan Mei. Senang banget waktu tahu saya masuk pada tahap seleksi. Jumlah yang masuk seleksi ada 90 orang. Memang lebih banyak dari GWP sebelumnya. Sembilan puluh peserta yang masuk seleksi tahap I ini wajib mengirimkan naskah lengkap sebagai syarat bisa mengikuti Expert Writing Class. Saya langsung semangat buat nerusin naskah dong. Sebelum date line yang ditentukan sudah dikirim. Kap...

Mencoba Menjadi Penulis Lain

Try to be others, this is mistake ! Saya baru sadar setelah membaca beberapa jurnal di blog Eka Kurniawan, meskipun tak segamblang itu tapi ini menggiring saya untuk berpikir demikian. Begitu penting bagi seorang penulis nyaman dengan apa yang ditulis. Celakanya belakangan ini saya berusaha menjadi orang lain hanya karena ingin menang lomba menulis. Hasilnya, tentu saja saya tidak menang. Dalam setahun ada beberapa lomba menulis yang memberikan tema tertentu. Penulis super amatiran seperti saya ini jelas tertarik. Selain bisa untuk latihan juga dapat mengukur semahir apa saya menulis, sejauh mana perkembangan saya. Kebanyakan tema lomba tersebut adalah mengenai percintaan, yang mana saya merasa paling tidak bisa membuat cerita romance. Bahkan dari banyak genre film, genre yang satu ini adalah yang paling tidak saya sukai. Tapi ini membuat saya semakin tertantang untuk membuat cerita romance. Kesalahan saya adalah, saya berusaha menulisnya dengan gaya novel percintaan yang menurut ...

Writing Project

Waktu melihat isi folder bertuliskan ‘ writing project ’‒yang isinya file lumayan banyak‒saya mengernyitkan dahi. Tidak lain karena sebagian file tersebut hanya saya simpan untuk diri saya sendiri (hanya beberapa file yang waktu itu sempat saya terbitkan secara mandiri). OK, saya memutuskan untuk browsing , kira-kira ada cara lain nggak ya untuk ‘memberdayakan’ file saya ini (ahaha). Dan akhirnya menemukan situs gwp.co.id, yah hampir serupa sama wattpad. Hanya saja situs tersebut dikelola oleh penerbit mayor, yang tak lain adalah Gramedia. Situs tersebut dimaksudkan untuk menemukan penulis baru. GWP (Gramedia Writing Project) ini sudah ada sejak tahun 2013, dan saya baru tahu akhir-akhir ini (ke mana saja). Tapi nggak ada kata terlambat untuk berkarya ya. Langsung lah saya menyortir file yang hanya tersimpan di folder itu. Pilihan saya jatuh pada flash fiction yang saya buat setahun yang lalu. Flash fiction tersebut bertema horor dan bisa banget dikembangkan jadi novel. Seha...

Macam-macam Genre Novel

Genre Novel yang Perlu Kalian Ketahui dan Penjelasannya Lama tak nge-blog kali ini saya ingin membahas mengenai berbagai genre novel serta penjelasannya. Literatur fiksi memiliki berbagai macam genre, seperti romance, misteri, science fiction, horor, thriller, suspense, humor, dll. Tidak jarang juga ada karya yang mengandung lebih dari satu genre, misalnya genre romance yang dibumbui dengan genre humor, atau genre misteri yang dibumbui dengan genre horor. Kalau saya selalu suka dengan genre science fiction, fantasi, misteri dan horor. Genre science fiction dan misteri selalu bikin saya ikut berpikir. Sementara genre fantasi membuat saya ikut berimajinasi dan genre horor bikin jantung saya dag-dig-dug. Intinya setiap genre memiliki dampak atau efek berbeda kepada pembaca. Berikut ini penjelasan mengenai genre-genre dalam literatur fiksi. 1. Science fiction Genre sci-fi pada umumnya mengangkat topik yang berhubungan dengan teknologi atau sains. Kecanggihan teknologi ata...