Skip to main content

Buku yang Saya Baca Februari 2018

Memasuki bulan kedua di tahun 2018, cukup baik masih konsisten membaca buku. Sebenarnya Februari ini saya khususkan untuk membaca buku tahun lalu yang belum sempat saya selesaikan, alias mandek di tengah jalan.

Critical Eleven

15 Februari - 22 Februari 2018 pukul 22:30 baru saja selesai membaca Critical Eleven
Siapa sih yang tidak tahu novel ini, pasti sudah pada tahu ya, apalagi setelah difilmkan. Saya mendapat novel ini gratis, dapat dari acara Gramedia punya sekitar bulan Juli 2017. Sebelumnya cuma tahu mengenai Critical Eleven ya dari trailer filmnya (cuma trailer belum pernah nonton juga). Kapan saya mulai baca novel ini jawabannya adalah lupa, mungkin bulan Agustus atau September, entahlah. Yang jelas setelah itu malah mandek. Apa alasan saya berhenti? Bukan karena tidak tertarik, tapi saat itu lebih banyak meluangkan waktu untuk menulis (yang hasilnya belum nampak sampai sekarang hahaha).

Novel Critical Eleven oleh Ika Natassa
Critical Eleven ©

Buku ini memakai sudut pandang orang pertama yang secara bergantian antara Anya dan Ale. Kesan saya baca buku ini cukup enjoy, suka gaya bahasanya, tapi menurut saya alurnya lamban. Sejujurnya saya tidak terlalu suka alur lamban, yah tergantung selera ya. Selama membaca saya mudah membayangkan tokoh-tokoh yang ada, terlebih saya sudah nonton trailernya jadi yang terbayang ya Adinia Wirasti dan Reza Rahadian. Selain itu, flashback yang disajikan dalam novel ini menurut saya menjadi salah satu yang menarik. Meskipun alurnya maju mundur tapi saya tidak kesulitan memahami ceritanya.

Bagi saya membaca buku juga harus bisa memetik makna di balik cerita yang disuguhkan atau sekadar baca untuk hiburan tidak apa-apa juga sih. Di sini saya menangkap, 'oh ini toh yang namanya five stages of grief'. Stages tersebut antara lain, penyangkalan, kemarahan, menawar, depresi, dan penerimaan. Anya dan Ale mengalami masalah berat, yang kemudian penyelesaiannya melalui tahapan-tahapan tersebut. Dan, konflik di antara mereka bagi saya terlihat nyata dan natural.

Kumpulan Budak Setan

24 Februari 2018 baru saja selesai membaca Kumpulan Budak Setan
Saya lupa sekali beli buku ini bulan kapan dan mulai baca kapan (penyakit!). Saya juga tidak yakin kenapa kalau membaca kumpulan cerpen suka berhenti-berhenti. Jadi, buku ini ditulis oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad. Kumpulan cerpen ini semacam didedikasikan untuk penulis lampau bernama Abdullah Harahap. Saya sendiri belum pernah membaca karya beliau (Dan saya yakin pasti bukunya langka).

Kesan singkat setelah baca buku ini -> sama kayak judulnya, 'ini budak setan banget'. Jangan mengharapkan happy ending, never happened! Sudah itu saja (seriusan singkat).

Buku Kumpulan Budak Setan oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad
Kumpulan Budak Setan ©

Resign

24 Februari - 25 Februari 2018 pukul 16:00 baru saja selesai membaca Resign
Buku ini baru saja saya beli, jadi tidak masuk prokrastinasi saya. Awalnya tertarik beli karena baca tweet salah satu editor GPU yang suka lewat di timeline (efektif ini), jadi penasaran banget. Katanya ada versi wattpadnya, tapi saya belum pernah baca yang di wattpad. Novel ini ditulis oleh Almira Bastari, mengisahkan kehidupan kantor para Cungpret (kacung kampret) yang overload. Mereka melakukan taruhan agar bisa resign lebih dahulu dari yang lain. Ibaratkan kalau 17 Agustus ada lomba balap karung, nah kalau ini lomba balap resign.

Novel Resign oleh Almira Bastari
Resign ©

Overall buatku novel ini menghibur sekali. Bikin senyum-senyum sendiri, kadang juga bikin saya mengangguk-angguk setuju dengan opini para Cungpret ini. Selama saya membaca buku ini enjoy sekali, tidak ada halaman yang membuat saya bosan. Ringan juga, tidak perlu mikir terlalu keras, cocok dibaca buat santai di akhir pekan.

Sama dengan bulan lalu, bulan ini saya baru mampu baca tiga buku, tapi lumayanlah. Itu dia kesan saya baca novel-novel tersebut. Semoga bulan Maret saya bisa baca buku lebih dari tiga ya, semoga.


Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...