MELALUI RUANG

Thursday, July 7, 2016

Novellete, Novela, dan Novel

July 07, 2016 3
Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL

Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini.

Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan.


Novelette

Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood.

Novella

Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan biasanya disebut sebagai novel mini. Jumlah kata pada karya sastra fiksi ini adalah 17000 – 40000. Tidak seperti novel, novella tidak dibagi dalam chapter. Salah satu contoh novella adalah karya dari Agatha Christie yang berjudul Three Blind Mice.

Novel

Novel memiliki jumlah kata yang paling banyak, yaitu lebih dari 40000 kata. Karya sastra fiksi ini pada umumnya dibagi dalam beberapa chapter. Berdasarkan pada jumlah kata yang lebih dari 40000, maka novel dimaksudkan untuk dibaca selama beberapa hari. Contoh novel yang mungkin sudah tidak asing ditelinga adalah Harry Potter karya J.K. Rowling, The Hunger Games trilogy karya Suzanne Collins, Eragon karya Christopher Paolini.

Kalian lebih suka baca yang mana nih, novelette, novella, atau novel?
Yuk share karya sastra fiksi favorit kalian.

Friday, June 24, 2016

Menerbitkan Buku Secara Mandiri

June 24, 2016 0
Menerbitkan Buku Secara Mandiri
Menerbitkan buku secara mandiri bukanlah hal yang mustahil. Siapa saja bisa memiliki buku.


Bagi yang suka menulis pasti kalian punya impian agar tulisan kalian terbit jadi buku, kan? Saya juga begitu, tapi tidak bisa dipungkiri untuk masuk ke penerbit mayor memang sulit. Mereka memiliki kriteria tersendiri, belum lagi pasti naskah yang masuk ke mereka tidaklah sedikit. Butuh kesabaran untuk menunggu feedback. Nah ada solusi jika kalian ingin segera memiliki buku, yaitu self publishing.



Sekarang ini banyak situs self publishing di internet yang memudahkan penulis agar karyanya bisa terbit. Meskipun menerbitkan secara mandiri, tetap harus memperhatikan kaidah penulisan yang benar ya. Terkadang ada tuh yang menulis dengan tanda baca yang tidak sesuai (titik, tanda seru, tanda tanya banyak banget), kata yang digunakan acak-acakan (pakai bahasa luar angkasa yang hurufnya gede kecil dikombinasi sama angka), tidak sesuai KBBI (Ini relatif karena kalau dialognya bahasa gaul jelas tidak sesuai KBBI dan itu tidak apa-apa.).



Menerbitkan buku secara mandiri jelas ada konsekuensinya. Mulai dari editing, sampul buku, sampai promosi; semua dilakukan sendiri oleh penulis. Kalau punya teman yang bisa editing dan membuatkan sampul buku akan sangat membantu atau bisa cari orang yang terima komisi. Setelah yakin karyamu layak, tinggal upload saja terus tunggu buku dicetak.



Baru tahun ini saya memutuskan menggunakan jasa self publishing. Editing dan sampul buku (yang seadanya itu) saya buat sendiri. Buku yang diterbitkan secara mandiri berupa kumpulan cerita berjudul Ombak: Kumpulan Cerita. Buku ini terdiri dari 12 cerita pendek dengan genre misteri, horor, dan thriller.



Jika sudah memiliki buku yang terbit, apa langkah selanjutnya? Ya, Promosi. Cara yang bisa kalian lakukan untuk promosi beragam, bisa melalui media sosial, web, video berupa book trailer, mengadakan giveaway, promosi lewat bookstagram atau blogger. Lantas apakah jika sudah gencar promosi itu dapat mendongkrak karyamu dibeli? Belum tentu. Promosi ini hanya untuk mengenalkan karyamu ke khalayak. Dibeli atau tidak tergantung pembaca tertarik atau tidak dengan karyamu. Menurut pengalaman saya di lini penerbit mandiri yang jasanya saya gunakan, biasanya ada sampel buku yang bisa diunggah. Ini salah satu cara agar pembaca mengetahui secara garis besar buku seperti apa yang ingin dibeli worth it atau tidak.



Nah apakah ada yang tertarik untuk menggunakan jasa self publishingYuk comment, share pengalaman kalian yang pernah menggunakan jasa self publishingSemangat berkarya!

Sunday, June 12, 2016

Cara Menemukan Ide untuk Menulis

June 12, 2016 2
Cara Menemukan Ide untuk Menulis

BAGAIMANA MENEMUKAN IDE?


Cara Menemukan Ide
Ilustrasi oleh Weni


Kebanyakan orang yang baru memulai menulis pasti menemui beberapa kesulitan, salah satunya bagaimana cara menemukan ide. Sebenarnya ide bisa ditemukan di mana saja. Bahkan ada lho penulis yang memperoleh ide dari mimpi. Namun kita tidak mungkin menggantungkan ide pada mimpi saja, kan. Menurut pengalaman pribadi, ada beberapa cara yang biasanya saya lakukan untuk menemukan ide.

1. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik dapat membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Terkadang kita dapat terhanyut dalam lagu tersebut, terlebih jika lirik lagu memiliki makna mendalam. Situasi seperti ini biasanya sangat mendukung untuk memikirkan suatu ide baru. Tidak jarang juga ide itu justru muncul dari lagu yang sedang kita dengarkan.

2. Membaca

Dengan banyak membaca‒entah itu artikel atau karya sastra lainnya‒dapat membantu untuk menemukan inspirasi dan memperluas wawasan kita. Bahkan terkadang satu kata saja dalam suatu artikel bisa menjadi ide. Melalui artikel atau karya sastra tersebut dapat juga dipelajari bagaimana penulis membangun ide mereka.

3. Menonton tayangan di TV

Nah tayangan di TV bisa jadi inspirasi juga untuk menemukan ide. Kalian bisa menonton tayangan apa saja entah itu TV series, berita atau talkshow. Topik tertentu yang sedang booming di TV juga bisa dijadikan ide untuk menulis cerita.

4. Merenung

Merenung termasuk salah satu cara yang sering saya lakukan. Biasanya mengingat kejadian-kejadian penting dalam hidup saya atau perjalanan hidup saya selama ini. Terkadang juga memikirkan masa depan. Dalam proses merenung itu tiba-tiba ide selalu lewat begitu saja. Yang satu ini mungkin tergantung masing-masing orang juga ya. Kadang ada yang merenung tapi tidak dapat ide apa-apa.

5. Mengobrol

Banyak mengobrol, berdiskusi, bertukar pikiran dengan teman dapat membantu kamu menemukan ide. Ide itu dapat berasal dari curhatan teman atau peristiwa yang menimpa teman. Selain itu dengan berkomunikasi dapat memberikan penyegaran setelah kita berkutat dengan ide yang tidak kunjung datang. Pikiran yang fresh tentu akan membantu kita untuk berpikir.

Jika kalian sudah menemukan ide-ide tersebut segeralah mulai menulis. Tidak usah bingung mau mulai dari mana, pokoknya tulis saja dulu. Setelah tulisan kamu selesai, bisa kamu perbaiki kembali. Kamu juga bisa meminta pendapat saudara atau teman mengenai tulisan kamu. Selamat berkarya!

Jika ada yang memiliki cara lain untuk menemukan ide bisa share ya di kolom komentar.

Friday, June 3, 2016

Menulis Flash Fiction atau Cerita Mini

June 03, 2016 0
Menulis Flash Fiction atau Cerita Mini

FLASH FICTION

Flash fiction atau bisa disebut cerita mini adalah cerita yang ditulis dengan batasan jumlah kata yang sedikit atau kurang dari jumlah kata pada cerpen. Akhir-akhir ini saya sering menulis flash fiction. Biasanya saya menulis flash fiction dengan maksimal 200 kata. Ada juga yang menulis dengan maksimal 100 kata atau 250 kata.

Saya pernah beberapa kali mengikuti giveaway di media sosial. Setiap minggu akan ada tema tertentu untuk dibuat flash fiction. Waktu itu pernah 2 kali menang, mostly kalah. Saya jadi banyak belajar dari flash fiction yang gagal tersebut.
Flash fiction
Menulis flash fiction itu gampang-gampang susah. Dengan jumlah kata yang terbatas kita harus bisa membuat cerita yang lengkap (ada awal, konflik, dan resolusi). Di sini kita ditantang membuat cerita dengan kalimat-kalimat singkat dan efektif. Biasanya saya sering gagal di konflik yang kurang mengena. Saya pikir menulis flash fiction tidak perlu konflik yang rumit, karena semakin rumit konfliknya maka akan membutuhkan penjelasan lebih panjang. Buatlah cerita sederhana yang mengena. Selain itu, bagaimana kepiawaian kita membuat kalimat efektif yang membawa pembaca terhanyut ke dalam cerita patut diperhatikan. Semakin sering berlatih menulis flash fiction, penulis dapat membuat kalimat efektif yang menyentuh pembaca. 

Menurut saya menulis flash fiction bisa juga menjadi awal untuk menulis cerpen dan novel. Ketika saya menulis flash fiction, saya sering berpikir bahwa cerita ini bisa dikembangkan. Flash fiction ini seperti semacam catatan ide buat saya. Berikut ini beberapa tips untuk menulis flash fiction menurut pengalaman saya:

1. Tentukan genre yang ingin kamu tulis. Ini akan membantu kamu untuk menemukan ide yang nantinya akan dituangkan dalam cerita.
2. Buat paragraf pembuka yang to the point (ingat jumlah kata yang digunakan terbatas).
3. Penggambaran tokoh, setting, dan waktu bisa menggunakan dialog, agar lebih hemat jumlah kata.
4. Buat konflik yang tidak terlalu rumit. Semakin rumit konflik cerita maka akan butuh penjelasan lebih banyak, yang artinya 200 kata pun tidak cukup.
5. Berikan unsur surprising di akhir cerita.
6. Terakhir, jangan lupa edit tulisan kamu. Biasanya di bagian editing inilah tulisan kamu bisa lebih bagus.


Semoga pengalaman dan tips di atas bisa membantu kalian yang ingin memulai untuk menulis. Yang penting ingat untuk latihan terus.

Kalau kalian memiliki tips lain boleh banget share di kolom comment. Thank you.

Comment