Skip to main content

Posts

Point of View Lirik Lagu No Body No Crime (Taylor Swift)

Siapa yang selingkuh? Kenapa Este menghilang? Ada yang mati atau tidak? Siapa yang menjadi pelaku kejahatan? Siapa yang lagi ngomong dalam lirik? Begitu dengar sepintas lagu no body no crime yang dinyanyikan oleh Taylor Swift, saya langsung tertarik sama liriknya. Bisa dikatakan no body no crime ini adalah cerita pendek. Hal yang paling bikin saya tertarik adalah point of view dan kata ganti yang digunakan. Dalam lirik lagu no body no crime ada beberapa point of view . Pada bagian pertama, teman Este menceritakan kejadian dari sudut pandang Este. Este cerita kalau suaminya bertingkah aneh. Dia menduga bahwa suaminya selingkuh. Tapi, dia tidak bisa membuktikannya. Sampai akhir pada chorus pertama, sudut pandangnya masih Este. He did it He did it Este's a friend of mine We meet up every Tuesday night for dinner and a glass of wine Este's been losing sleep Her husband's acting different and it smells like infidelity She says, "That ain't my merlot on his mouth...

Perspektif: Cerpen Padang Rumput Afrika oleh Ray Bradbury

Sebenarnya cerpen Padang Rumput Afrika (The Veldt) karya Ray Bradbury ini sudah saya baca sejak lama, tapi karena baru-baru ini saya mengikuti workshop dan mendapat sedikit ilmu menganalisis cerpen, jadi saya berniat membaca ulang Padang Rumput Afrika. Dan, ternyata pandangan saya kini berbeda dengan kala saya membacanya untuk pertama kalinya. Well , ini bukan analisis banget sih, ya kan saya bukan ahli. Ini bisa dibilang cuma pandangan saya terhadap cerpen Padang Rumput Afrika. Oya, kalian bisa membaca cerpen tersebut di Fiksi Lotus. Cerpen Padang Rumput Afrika diawali dengan dialog antara Ibu dan Ayah. Hanya dengan beberapa dialog karakter Ibu dan Ayah langsung ditampilkan. Pertama Ibu menyuruh Ayah untuk memeriksa kamar bermain anak-anak, tapi kemudian ia mengatakan “Atau panggil seorang psikolog untuk melihatnya.” Pembuka cerpen langsung menunjukkan masalah utamanya: Ada yang tidak beres dengan kamar bermain anak-anak. Namun, apa itu? Permasalahan itu akan dibongkar sedikit demi se...

Review Drama Korea Misaeng: Incomplete Life

Drama Korea Misaeng: Incomplete Life release pada tahun 2014 dan berjumlah 20 episode. Durasi masing-masing episode lumayan panjang, lebih dari 1 jam bahkan ada yang 1,5 jam. Drama Korea Misaeng diperankan oleh Im Si Wan (sebagai Jang Geu Rae), Lee Sung Min (sebagai Oh Sang Shik), Kang So Ra (sebagai Ahn Young Yi), Kang Ha Neul (sebagai Jang Baek Gi), Byun Yo Han (sebagai Han Seok Yool), dan Kim Dae Myung (Kim Dong Shik). Misaeng bisa kalian tonton di aplikasi IQIYI. Misaeng mengisahkan kehidupan urban, para pegawai kantor yang bekerja di sebuah perusahaan internasional. Cerita dimulai dari seorang tokoh bernama Jang Geu Rae yang mengikuti magang di perusahaan One International, setelah ia gagal menjadi pemain baduk profesional. Namun, ia mendapat banyak kesulitan, karena ia bukan lulusan perguruan tinggi. Terlebih ia mendapat koneksi untuk bisa menjadi pegawai magang, sehingga itu menyebabkan pegawai magang lain tidak suka dengannya dan meremehkannya. Saat tiba penentuan pegawai yang ...

Kopi Boja Arabika Wine Process

Pengolahan biji kopi untuk menghasilkan cita rasa baru begitu bervariasi. Beberapa waktu lalu saya baru mencoba kopi dengan honey process , sekarang mencoba kopi dengan wine process . Wah, bedanya apa ya? Buat orang awam seperti saya, kopi dengan honey process itu memiliki flavour manis dan khas buah-buahan gitu ( fruity ), rasa pahit tidak dominan. Sementara itu, untuk kopi dengan wine process flavour -nya khas minuman fermentasi. Jika kalian pernah meminum minuman fermentasi tradisional, kurang lebih cita rasanya seperti itu. Aromanya sangat kuat. Nah, tapi apa sih bedanya honey process dengan wine process dilihat dari segi pengolahan biji kopi? Saya sudah merangkum penjelasan dari berbagai sumber. Yuk, simak lebih lanjut penjelasannya. Pada honey process buah kopi yang baru saja dipanen dipisahkan antara biji dan kulitnya. Kemudian biji yang pada permukaannya terdapat getah/lendir atau sisa-sisa dari pemisahan biji—dikeringkan. Getah/lendir pada biji tersebut berperan penting d...

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Review Novel Fish in the Water (Lee Chan Hyuk)

Judul : Fish in the Water Penulis: Lee Chan Hyuk Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2021 Jumlah halaman: 176 Blurb Fish in the Water bertutur tentang kisah intens yang menjungkirbalikkan imajinasi, dengan komposisi kuat untuk menunjukkan pertentangan antara ambisi dan ketakutan, kebebasan dan kendali, kebahagiaan dari cinta dan luka dari kehilangan, serta arti kehidupan, terkadang dengan tenang dan terkadang dengan fantastis. Penulis berharap pembaca bisa dengan bebas menemukan arti dari novel ini tanpa interpretasi yang tergesa-gesa. Silakan menyelami novel ini, tarik napas dalam-dalam, lalu ajukan pertanyaan dan berikan jawaban tentang hidup. Novel ini dipenuhi emosi yang terpatri halus dalam setiap kalimatnya, kesan jelas yang menenangkan hati dan menjernihkan pikiran, serta topik-topik filosofis yang membuat pembaca berpikir dengan saksama. Jika kalian adalah pembaca yang pernah menikmati dunia penulis melalui lirik-lirik lagunya yang singkat dan masih menginginkan leb...

Review Drama Korea Strangers from Hell

Sebenarnya saya sudah sering lihat Strangers from Hell nongol di antara drama Korea lainnya di Viu, tapi saya belum kepikiran buat nonton. Akhirnya, habis baca thread rekomendasi drama Korea dengan jumlah episode kurang dari 12, saya memutuskan nonton Strangers from Hell. Strangers from Hell atau disebut juga The Hell is Other People, release tahun 2019. Drama psychological thriller ini diadaptasi dari webtoon. Para aktor yang memainkan peran utama adalah Im Siwan (sebagai Yoon Jong Woo) dan Lee Dong Wook (sebagai Seo Moon Jo). Strangers from Hell memang cuma memiliki 10 episode, tapi setiap episode tidak henti memberikan ketegangan kepada penonton. Selain itu juga untuk menjaga konsistensi ketegangannya (dan kalau kelamaan episodenya yang nonton bisa ikutan tertekan, probably kan). Jujur saja waktu nonton dua episode awal, saya merasa tidak kuat. Rasanya stressful lihat kondisi kos Eden, mengingatkan saya sama film The Stanford  Prison Experiment. Kos Eden udah kayak penjara s...