Skip to main content

Point of View Lirik Lagu No Body No Crime (Taylor Swift)

Siapa yang selingkuh?
Kenapa Este menghilang?
Ada yang mati atau tidak?
Siapa yang menjadi pelaku kejahatan?
Siapa yang lagi ngomong dalam lirik?

Picture by Marianne Rixhon from Pexels

Begitu dengar sepintas lagu no body no crime yang dinyanyikan oleh Taylor Swift, saya langsung tertarik sama liriknya. Bisa dikatakan no body no crime ini adalah cerita pendek. Hal yang paling bikin saya tertarik adalah point of view dan kata ganti yang digunakan. Dalam lirik lagu no body no crime ada beberapa point of view.

Pada bagian pertama, teman Este menceritakan kejadian dari sudut pandang Este. Este cerita kalau suaminya bertingkah aneh. Dia menduga bahwa suaminya selingkuh. Tapi, dia tidak bisa membuktikannya. Sampai akhir pada chorus pertama, sudut pandangnya masih Este.

He did it
He did it

Este's a friend of mine
We meet up every Tuesday night for dinner and a glass of wine
Este's been losing sleep
Her husband's acting different and it smells like infidelity
She says, "That ain't my merlot on his mouth"
"That ain't my jewelry on our joint account"
No, there ain't no doubt
I think I'm gonna call him out
She says

"I think he did it but I just can't prove it"
I think he did it but I just can't prove it
I think he did it but I just can't prove it
No, no body, no crime
But I ain't letting up until the day I die
No, no
I think he did it
No, no
He did it


Bagian kedua yang cerita masih teman Este, tapi sekarang dari sudut pandangnya sendiri. Dia mengamati kejadian yang ada di sekitarnya. Este tiba-tiba menghilang dan suaminya melaporkan hal tersebut. Namun, menurut teman Este, ada yang mencurigakan. Suami Este baru saja mengganti ban pada truknya dan simpanannya tiba-tiba pindah ke rumahnya. Teman Este berkesimpulan bahwa harus ada yang menangkap suami Este, karena suami Este pasti ada hubungannya dengan menghilangnya Este. Sayangnya, teman Este ini tidak punya bukti.

Este wasn't there
Tuesday night at Olive Garden, at her job, or anywhere
He reports his missing wife
And I noticed when I passed his house his truck has got some brand new tires
And his mistress moved in
Sleeps in Este's bed and everything
No, there ain't no doubt
Somebody's gotta catch him out
'Cause

I think he did it but I just can't prove it (he did it)
I think he did it but I just can't prove it (he did it)
I think he did it but I just can't prove it
No, no body, no crime
But I ain't letting up until the day I die
No, no
I think he did it
No, no
He did it

Pada bagian ketiga ini kira-kira siapa yang ngomong? Kejadiannya masih berhubungan sama kejadian sebelumnya atau kejadian beda lagi? Nah, di bagian ketiga ini bisa disimpulkan bahwa ada yang mati (lagi), walaupun tidak disebut secara gamblang. Si “aku” mengaku bahwa dia bisa mengendarai perahu dan sudah membersihkan rumah dengan tujuan untuk menutupi tempat kejadian. Bisa disimpulkan, bahwa jasad seseorang dibuang di daerah perairan, setelah “aku” membunuhnya. “Aku” membunuh seseorang di rumah. Namun tidak diketahui di rumah siapa, siapa yang dibunuh dan “aku” ini siapa; walaupun pada bagian pertama dan kedua lirik ada kecurigaan terhadap suami Este. Belum tentu bagian ketiga menceritakan kronologi pembunuhan Este. Wait, memang Este dibunuh? Will see.

Menurut saya, kata kuncinya ada di kalimat “Good thing his mistress took out a big life insurance policy.” Nah, berarti simpanan suami Este ini dapat asuransi jiwa atas meninggalnya seseorang. Jadi kesimpulannya yang dibunuh adalah suami Este, yang membunuh adalah teman Este, dan tempat kejadiannya kemungkinan di rumah suami Este. Tapi, teman Este memiliki alibi, karena adik Este bersaksi bahwa teman Este bersama dirinya.

Good thing my daddy made me get a boating license when I was fifteen
And I've cleaned enough houses to know how to cover up a scene
Good thing Este's sister's gonna swear she was with me ("She was with me dude")
Good thing his mistress took out a big life insurance policy


Nah, pada chorus terakhir ini agak membingungkan, tapi saya akan mencoba memahaminya (semoga tidak keliru). Yang berbicara di sini adalah teman Este. Pada kalimat “They think she did it but they just can’t prove it”, “she” merujuk kepada seseorang yang diduga melakukan tindak kejahatan. Siapa “she” dan “they” yang dimaksud? Menurut saya, “they” adalah orang-orang pada umumnya. Mereka mencurigai bahwa kematian suami Este adalah ulah si simpanan, karena dengan begitu si simpanan dapat asuransi jiwa. Sementara itu, si simpanan menduga bahwa yang membunuh suami Este adalah teman Este. Sayangnya lagi-lagi no body no crime. Tidak ada yang jadi tersangka (soalnya tidak ada bukti), ya berarti kejahatan itu tidak ada.

They think she did it but they just can't prove it
They think she did it but they just can't prove it
She thinks I did it but she just can't prove it
No, no body, no crime
I wasn't letting up until the day he
No, no body, no crime
I wasn't letting up until the day he
No, no body, no crime
I wasn't letting up until the day he died


Kesimpulannya yang mati di sini ada dua orang, Este dan suaminya. Este dibunuh oleh suaminya, mungkin ditabrak pakai truk. Lalu, suami Este dibunuh oleh teman Este. Teman Este dendam, karena suami Este selingkuh dan membunuh Este, tapi tidak tersentuh hukum. Akhirnya teman Este bertindak sendiri. Dan, teman Este ini juga tidak tersentuh hukum, karena tidak ada bukti. Orang-orang malah menuduh simpanan suami Este, tapi tidak bisa membuktikan kejahatan itu.

Asli keren, lirik no body no crime ini ditulis dengan permainan point of view yang harus dicerna lebih teliti biar paham. Dan, di bahasa Inggris kata ganti “dia” itu ada bedanya (he/she), jadi enak kalau mau ‘memainkan’ point of view. Sementara itu, di bahasa Indonesia pakai kata ganti “dia” baik cewek ataupun cowok. Coba deh no body no crime diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan coba pahami tanpa baca teks aslinya. Pasti tambah bikin tersesat, soalnya pakai “dia” semua.

Gimana pendapat kalian tentang lirik no body no crime? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya.

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...