Review Novel The Dry (Jane Harper)
Setelah sekian lama tidak menulis di Blog, hari ini saat memeriksa catatan di ponsel, saya menemukan beberapa review singkat yang saya tulis tahun 2022, tapi hanya tersimpan begitu saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk menayangkannya di Blog. Silakan simak review singkat novel The Dry, barangkali jika Anda belum membacanya, review ini bisa berguna.
![]() |
| Novel The Dry |
Novel The Dry ditulis oleh Jane Harper dan diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pan Macmillan Australia Pty Ltd. Kemudian di Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 440 halaman ini berlatar di kota tandus bernama Kiewarra.
Kemarau berkepanjangan & kematian satu keluarga, lebih dari cukup untuk membuat orang-orang ingin menjauh dari Kiewarra. Namun Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya itu untuk menghadiri pemakaman sahabatnya, Luke Hadler.
Selain menghadiri pemakaman, Aaron juga menyelidiki motif di balik pembantaian keji itu. Namun ia justru dipaksa mengingat masa lalu menyakitkan dan alasannya harus meninggalkan Kiewarra. Nostalgia yang jauh dari menyenangkan.
The Dry punya pace lambat, tapi tetap bikin pembaca ingin terus mengikuti perjalanan Aaron. Seperti halnya Aaron, pembaca seolah dibawa berputar-putar di Kiewarra dengan berbagai dugaan yang no one knows mana yang benar.
Kemarau, kondisi menyedihkan Kiewarra, warga setempat; semuanya dideskripsikan dengan detail yang apik. Setting dan tone cerita ini mengambil peran penting. Banyak elemen dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan dampak psikologis. Seolah-olah pembaca bisa merasakan betapa stressful berada di lingkungan tersebut.
Karakterisasi yang kuat membuat pembaca mengenali tokoh secara utuh. Tokoh-tokoh tersebut terasa hidup. Bukan cuma itu yang bikin betah baca novel The Dry, penulisan yang rapi juga ambil peran. Meskipun memiliki alur maju mundur, cerita ini tetap mudah diikuti.
Overall, masih takjub sama setting dan tone yang dihadirkan dalam novel ini, sangat memorable. Pengalaman pribadi waktu panas ekstrim rasanya gampang emosi dan bikin susah fokus. Kalian juga gitu nggak sih?

0 comments