Skip to main content

Review Novel Credit Roll of the Fool (Hyouka 2)

Penulis: Yonezawa Honobu
Penerbit: Haru Media
Tahun terbit: 2018
Jumlah halaman: 260

Blurb
Oreki Hotaro lagi-lagi terseret oleh rasa ingin tahu Chitanda Eru. Melawan keinginannya, kali ini Hotaro harus menebak penyelesaian skenario naskah film misteri kelas 2-F yang akan ditayangkan saat Festival Kanya nanti.

Seorang siswa terjebak dalam kamar tertutup bangunan terbengkalai, mati setelah tangannya terpotong. Namun, siapa yang membunuh? Bagaimana caranya? Film itu selesai begitu saja tanpa penjelasan. Hotaro-lah yang bertugas menebak siapa dan bagaimana trik pembunuhan itu dilakukan.

Namun, hanya itukah masalahnya? Atau ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar menyelesaikan skenario film?
***

Ini dia ulasan buku kedua Hyoka yang berjudul Credit Roll of the Fool. Baru saya baca bulan April ini dan syukurlah selesai tanpa penundaan-penundaan. Ngomong-ngomong, dua hari lalu saya baru saja beli buku ketiganya, the Kudryavka Sequence. Tunggu ulasan selanjutnya ya. Kalau belum baca ulasan buku pertama bisa klik di sini.

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca fakta novel Hyouka di Instagram penerbit Haru. Ternyata awalnya Hyouka ini hanya ada 3 buku. Namun, saat Yonezawa Honobu sudah merampungkan novel ketiganya, penerbit yang menaungi dua buku Hyouka sebelumnya tutup. Lalu ada penerbit lain yang menanyakan apakah Yonezawa memiliki naskah novel. Yonezawa pun mengajukan novel Hyouka ketiga. Penerbit baru itu meminta novel tersebut diubah menjadi novel baru (bukan terusan Hyouka), maka terbitlah novel Sayonara Yosei atau Goodbye Fairy (Novel Goodbye Fairy ini juga akan diterbitkan oleh penerbit Haru). Setelah beberapa lama, akhirnya penerbit Hyouka kembali buka dan memutuskan untuk melanjutkan buku Hyouka. Jadilah Hyouka ini berlanjut sampai buku keenam.
Novel Credit Roll of the Fool oleh Yonezawa Honobu diterbitkan oleh penerbit Haru
Novel Credit Roll of the Fool ©

Kasus di buku kedua ini bercerita tentang naskah skenario film yang belum rampung. Film itu sendiri tentang cerita misteri pembunuhan di ruang tertutup. Kalau sudah soal pembunuhan di ruang tertutup saya langsung mikir ini penyelesainnya akan rumit atau sebaliknya cara yang terlampau sederhana sampai tidak terpikirkan.

Sejak awal membaca sudah banyak kejanggalan yang ditampilkan, seperti tidak rampungnya skenario, apa yang sebenarnya terjadi dengan penulis skenario, kenapa harus Hotaro yang menebak trik akhir, bagaimana menciptakan pembunuhan di ruang tertutup. Tentu saja semua pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab di akhir cerita. Dan, memang tidak tertebak apa yang sebenarnya terjadi, walaupun saya sudah mencium keanehan-keanehan di awal. Soal alur, jelas buku kedua lebih rumit dari yang pertama, karena di buku kedua juga melibatkan analisis orang dari luar Klub Sastra Klasik. Belum juga manipulasi dari pihak luar.

Di dalam novel kedua ini terdapat beberapa analisis, salah satunya adalah analisis milik Hotaro. Ketiga analisis lainnya adalah milik siswa kelas 2-F itu sendiri. Secara keseluruhan, saya paling puas dengan analisis milik Hotaro. Namun, apakah analisis milik Hotaro memang yang diharapkan oleh penulis skenario? Temukan jawabannya setelah membaca Credit Roll of the Fool.

Yang paling berkesan dari Credit Roll of the Fool adalah cara penulis menyisipkan petunjuk-petunjuk dari setiap analisis orang yang berbeda. Sampai ada juga perbedaan novel detektif di era Arthur Conan Doyle dengan era Agatha Christie. Berkat itu saya jadi sedikit paham era cerita-cerita detektif. Selama ini saya membaca novel-novel detektif ya tinggal baca saja. Tidak kepikiran mendalami perbedaan-perbedaannya. Misalnya, disebutkan bahwa di masa Arthur Conan Doyle belum ada kasus pembunuhan yang menggunakan trik eksplisit. Trik eksplisit muncul saat era Agatha Christie. Selain itu ada juga istilah 10 Commandments dalam cerita detektif yang digagas oleh Ronald Knox. Sepuluh Firman oleh Knox tersebut berisi hal-hal yang harus dihindari dalam cerita detektif. Kalau mau tahu detailnya bisa Googling, banyak banget situs yang membahasnya.

Anyway, bagi pecinta novel misteri patut mencicipi buku series yang ditulis Yonezawa ini. Saya lagi berusaha baca semua seriesnya. Di Indonesia sendiri baru ada empat buku yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Haru. Untuk buku kelima (the Approximation of the Distance of Two) dan keenam (Even Though I'm Told I Now Have a Wings) semoga juga akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia.

Jangan sungkan tinggalkan komentar di kolom komentar ya. Terima kasih telah berkunjung di Melalui Ruang.

Comments

  1. Bagus sekali novel nya kalau beli dimana ya gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa beli online di akun Shopee penerbit haru official. Btw, lagi ada diskon juga, lumayan.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...