Skip to main content

4 Platform Menulis Online yang Populer

Saat ini banyak platform menulis online yang bisa dijadikan wadah untuk menulis. Empat di antaranya yang populer di Indonesia adalah Wattpad, GWP, Storial, dan Sweek. Menulis di platform memiliki kelebihan tersendiri. Kita bisa melatih kemampuan menulis, langsung tahu gimana respon pembaca, bisa punya banyak kenalan atau partner yang mungkin punya selera bacaan sama, kalau karya kita bagus bisa dilirik editor. Kelebihan yang terakhir pastinya yang diimpikan banyak orang yang bercita-cita jadi penulis (Saya juga.).

Intinya banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari menulis. Contohnya saya sempat mengikuti kompetisi menulis di GWP dan saya bisa mengikuti pelatihan menulis yang dimentori oleh penulis-penulis hebat. Kalian bisa membaca lebih lanjut pengalaman saya mengikuti kelas menulis tersebut di sini. Selanjutnya simak ulasan saya tentang keempat platform menulis online yang populer berikut.

Wattpad

Siapa yang tidak tahu Wattpad sih, pasti nama ini sudah tidak asing di telinga kalian. Banyak buku yang terbit awalnya berasal dari Wattpad. Beberapa buku bahkan tertulis di sampulnya ‘sudah dibaca sekian juta kali di Wattpad’. Tapi saya sendiri baru baca satu buku yang memang awalnya di tulis di Wattpad (Resign karya Almira Bastari).

Meskipun saya memiliki akun di Wattpad, tapi akun saya tampaknya sudah lumutan. Cuma kadang-kadang saja log in kalau mau baca cerita punya teman. Entahlah saya kurang suka dengan interface Wattpad, mungkin saya yang kurang canggih.

Bulan lalu saya sempat ketemu sama teman-teman buat sharing. Kebetulan salah satu teman masuk 10 besar kompetisi menulis bergengsi dan harus posting cerita di Wattpad. Pasaran cerita fiksi di Wattpad sepertinya kebanyakan dari kalangan remaja. Dan, para remaja itu lebih suka dengan cerita yang renyah serenyah kerupuk dan bahasa santai. Buat kami yang sudah terlalu tua dan selalu kepikiran kata baku KBBI kurang nyampe deh. Hahaha… Namun, bagi kalian yang suka menulis genre lain tidak masalah, platform ini patut dicoba. Pembacanya juga lebih banyak daripada tiga platform lainnya. Jadi kalau bisa promosi dengan baik dan saling kunjung pasti tulisan tetap ramai dibaca.

GWP (Gramedia Writing Project)

Dibaca dari namanya saja sudah tahu ya platform menulis online ini milik PT. Gramedia Pustaka Utama. Banyak juga lho novel terbitan Gramedia berawal dari posting di platform ini. Bahkan Gramedia juga rutin membuat kompetisi menulis, GWP batch 1 - 3, saya sendiri mengikuti yang batch 3.

Jika sasaran penerbit yang kalian ingin tembus adalah Gramedia, saya sarankan rajin posting cerita di GWP dan jangan lupa mention ke twitter GWP. Siapa tahu ada editor yang lagi jalan-jalan di situs tsb lihat cerita kamu menarik.

Dibandingkan sama Wattpad saya lebih aktif bikin cerita di GWP. Di GWP saya sudah nulis tiga cerita, lumayanlah. Berbeda dengan tiga platform lainnya, di GWP tidak ada sistem follower, like, notification. Jadi tampilan cerita yang diterbitkan hanya rating, viewer, dan comment; yang menurut saya itu justru lebih simple. Saya juga suka interfacenya. Hanya saja karena tidak ada sistem follow dan subscribe, maka kita tidak tahu kapan cerita yang kita suka update kecuali kita rajin memeriksa judul cerita tersebut.

Storial

Storial memiliki sistem yang berbeda. Cerita yang diterbitkan di Storial bisa dibuat berbayar mulai dari bab 6. Jika bab berbayar kalian ada yang baca, maka kalian akan mendapat royalti yang berupa koin. Minimal penarikan royalti adalah 800 koin. Ini hampir mirip sama Cabaca sih, kalau Cabaca istilahnya kerang bukan koin.

Sebaliknya jika kalian ingin membaca bab yang berbayar kalian harus membayar menggunakan koin. Kalian bisa mengisi koin kalian melalui transaksi ATM atau kartu kredit. Harga koin paling murah adalah Rp. 20.000; untuk mendapatkan 100 koin dan yang termahal Rp. 125.000; untuk mendapatkan 800 koin.

Sweek

Awal saya tahu Sweek karena ada kompetisi yang diadakan di Grasindo tahun 2018. Sweek ini terbilang baru karena baru launching tahun 2016. Seperti Wattpad, Sweek juga berbasis internasional.

Sama dengan Wattpad dan Storial, Sweek memiliki sistem follower, like, rating, dan comment. Kalian juga bisa mengikuti cerita yang kalian sukai, tapi istilah yang dipakai di sini bukan subscribe tapi follow cerita. Di Sweek juga tidak ada cerita berbayar sejauh yang saya tahu.

Fitur lain yang dimiliki Sweek adalah self publishing. Cerita yang kalian terbitkan di Sweek bisa dibukukan dan dijual secara online melalui channel kalian, website atau media sosial. Saya belum pernah coba sih self publishing di sini, jadi kurang tahu detailnya.

Sweek juga mengadakan kompetisi rutin, bisa kolaborasi dengan penerbit bisa juga dari Sweek sendiri. Kalau kompetisi dari Sweek biasanya hadiahnya dalam dolar. Kompetisi menulis saat ini yang masih berjalan adalah #MikroBumi, yaitu menulis flash fiction tentang Bumi. Hadiahnya lumayan 50 dolar.

Nah itu keempat platform menulis online yang populer di Indonesia. Saya punya akun di masing-masing platform tersebut dan sejauh ini saya lebih suka posting di GWP dan Storial, meskipun tidak serame Wattpad. Di Sweek akhir-akhir ini baru posting dua flash fiction, tadinya ada satu novel tapi karena mau coba dimasukin ke penerbit jadi saya unpublished.

Jika kalian memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang keempat platform tersebut bisa tinggalkan di kolom komentar. Kalau saya tahu pasti saya jawab. Terima kasih.

Silakan mampir ke akun saya:
Sweek: WenniPratiwi
Storial: WenniPratiwi
Wattpad: WenniPratiwi

Comments

  1. nice info. semua asing bagi saya... tapi Wattpad baru sy tau beberapa waktu yg lalu saat mengubrak-abrik isi hp teman saya. sy membuka app wattpadnya ... isinya cerita2 gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Iya, Wattpad itu memang yang paling populer. Mostly yang suka baca pasti punya app itu.

      Delete
    2. betul, temanku suka membaca, banyak koleksi di wattpadnya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...