Skip to main content

Mengenal Sub Genre dalam Novel

Sebelumnya saya sudah pernah memberikan contoh dan penjelasan tentang genre cerita fiksi, bisa dibaca di sini. Genre tersebut selanjutnya bisa dikelompokkan lagi menjadi sub genre. Sub genre dalam cerita fiksi bermacam-macam, tapi saya akan menjelaskan empat di antaranya yang familiar bagi saya. Sebagian penjelasan saya dapat dari kelas diskusi dalam komunitas menulis. Silakan simak penjelasan berikut.

Teenlit

Cerita Teenlit sangat dekat dengan dunia remaja, dari namanya saja Teenlit yaitu teen literature. Tokoh utama dalam cerita Teenlit sudah pasti seorang remaja. Ceritanya berkisar di dunia sekolah, persahabatan, dan keluarga. Konflik yang disajikan pun tidak kompleks. Bahasa yang digunakan ringan. Contoh novel Teenlit adalah Twinwar oleh M. Dwipatra, Things About Him oleh Nara Lahmusi, Caramellove Recipe oleh Lia Nurida.

Young Adult

Cerita Young Adult atau biasa disingkat YA tokoh utamanya sudah bukan anak remaja lagi, kalau pun remaja biasanya hampir lulus SMA. Konflik yang disuguhkan pun lebih kompleks daripada Teenlit. Contoh novel YA adalah Halo Tifa oleh Ayu Welirang, Enigma Pasha oleh Akaigita, Breaking Point oleh Pretty Angelia.

Metropop

Cerita Metropop mengisahkan kehidupan wanita urban, macam dunia perkantoran, kehidupan pergaulan yang modern. Ending cerita pada Metropop tidak harus bahagia. Latar belakang tokoh dijelaskan dengan kuat. Misalnya tokoh wanita bekerja di bank, maka pekerjaan wanita tersebut dan situasi tempat kerja dijelaskan  dengan detail. Contoh novel Metropop adalah Resign oleh Almira Bastari, Critical Eleven dan Antologi Rasa oleh Ika Natassa.

Amore

Tokoh utama cerita Amore harus wanita dan ending cerita harus bahagia. Amore bercerita tentang kisah cinta yang sempurna dan lebih fokus terhadap perasaan. Alurnya juga terbilang sederhana, misalnya wanita bertemu dengan pria lalu jatuh cinta; pacaran; tarik ulur; bertengkar; baikan/bertemu kembali; happy ending. Contoh novel Amore adalah Cinta Akhir Pekan oleh Dadan Erlangga, Eleanor oleh Arumi E., Jodoh Terakhir oleh Netty Virgiantini.

Setelah saya perhatikan koleksi buku saya dan mengingat kembali judul buku yang pernah saya pinjam dari perpustakaan, saya simpulkan saya belum pernah baca cerita Amore. Cuma bukan sub genre favorit saja sih. Saya akui saya memang memilih membaca buku yang ingin saya baca atau genre yang memang saya sukai. Mungkin beberapa orang berpikir jika baca genre itu-itu saja maka jenis bacaan tidak akan berkembang. Namun bagi saya waktu membaca itu sempit, sedangkan buku yang ingin dibaca banyak.

Selain keempat sub genre di atas sebenarnya masih banyak genre lain seperti Chicklit, Citylite, Bildungsroman atau coming-of-age, Sicklit, dll. Hanya saja sub genre tersebut memang kurang familiar buat saya. Bildungsroman saya pernah baca sih, contohnya Looking for Alaska. Next time deh saya akan buat penjelasan sub genre part 2.

Bagi kalian yang ingin menanyakan lebih lanjut tentang empat genre yang baru saja saya jelaskan bisa tinggalkan pesan di kolom komentar. Atau jika kalian memiliki penjelasan lebih lengkap jangan sungkan untuk berbagi. Terima kasih telah berkunjung.

Comments

  1. Artikel yg bagus gan.. baru tahu tentang novel, ngertinya hanya baca.. novel yg paling saya suka kisah dulu laila dan majnun/qowais

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kunjungannya. Saya malah belum pernah baca Laila Majnun.

      Delete
  2. Penasaran genre amore dan sudah terjawab di sini. Thanks sharingnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...