Mengenal Sub Genre dalam Novel

by - 12:26 PM

Sebelumnya saya sudah pernah memberikan contoh dan penjelasan tentang genre cerita fiksi, bisa dibaca di sini. Genre tersebut selanjutnya bisa dikelompokkan lagi menjadi sub genre. Sub genre dalam cerita fiksi bermacam-macam, tapi saya akan menjelaskan empat di antaranya yang familiar bagi saya. Sebagian penjelasan saya dapat dari kelas diskusi dalam komunitas menulis. Silakan simak penjelasan berikut.

Teenlit

Cerita Teenlit sangat dekat dengan dunia remaja, dari namanya saja Teenlit yaitu teen literature. Tokoh utama dalam cerita Teenlit sudah pasti seorang remaja. Ceritanya berkisar di dunia sekolah, persahabatan, dan keluarga. Konflik yang disajikan pun tidak kompleks. Bahasa yang digunakan ringan. Contoh novel Teenlit adalah Twinwar oleh M. Dwipatra, Things About Him oleh Nara Lahmusi, Caramellove Recipe oleh Lia Nurida.

Young Adult

Cerita Young Adult atau biasa disingkat YA tokoh utamanya sudah bukan anak remaja lagi, kalau pun remaja biasanya hampir lulus SMA. Konflik yang disuguhkan pun lebih kompleks daripada Teenlit. Contoh novel YA adalah Halo Tifa oleh Ayu Welirang, Enigma Pasha oleh Akaigita, Breaking Point oleh Pretty Angelia.

Metropop

Cerita Metropop mengisahkan kehidupan wanita urban, macam dunia perkantoran, kehidupan pergaulan yang modern. Ending cerita pada Metropop tidak harus bahagia. Latar belakang tokoh dijelaskan dengan kuat. Misalnya tokoh wanita bekerja di bank, maka pekerjaan wanita tersebut dan situasi tempat kerja dijelaskan  dengan detail. Contoh novel Metropop adalah Resign oleh Almira Bastari, Critical Eleven dan Antologi Rasa oleh Ika Natassa.

Amore

Tokoh utama cerita Amore harus wanita dan ending cerita harus bahagia. Amore bercerita tentang kisah cinta yang sempurna dan lebih fokus terhadap perasaan. Alurnya juga terbilang sederhana, misalnya wanita bertemu dengan pria lalu jatuh cinta; pacaran; tarik ulur; bertengkar; baikan/bertemu kembali; happy ending. Contoh novel Amore adalah Cinta Akhir Pekan oleh Dadan Erlangga, Eleanor oleh Arumi E., Jodoh Terakhir oleh Netty Virgiantini.

Setelah saya perhatikan koleksi buku saya dan mengingat kembali judul buku yang pernah saya pinjam dari perpustakaan, saya simpulkan saya belum pernah baca cerita Amore. Cuma bukan sub genre favorit saja sih. Saya akui saya memang memilih membaca buku yang ingin saya baca atau genre yang memang saya sukai. Mungkin beberapa orang berpikir jika baca genre itu-itu saja maka jenis bacaan tidak akan berkembang. Namun bagi saya waktu membaca itu sempit, sedangkan buku yang ingin dibaca banyak.

Selain keempat sub genre di atas sebenarnya masih banyak genre lain seperti Chicklit, Citylite, Bildungsroman atau coming-of-age, Sicklit, dll. Hanya saja sub genre tersebut memang kurang familiar buat saya. Bildungsroman saya pernah baca sih, contohnya Looking for Alaska. Next time deh saya akan buat penjelasan sub genre part 2.

Bagi kalian yang ingin menanyakan lebih lanjut tentang empat genre yang baru saja saya jelaskan bisa tinggalkan pesan di kolom komentar. Atau jika kalian memiliki penjelasan lebih lengkap jangan sungkan untuk berbagi. Terima kasih telah berkunjung.

You May Also Like

3 comments

  1. Artikel yg bagus gan.. baru tahu tentang novel, ngertinya hanya baca.. novel yg paling saya suka kisah dulu laila dan majnun/qowais

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kunjungannya. Saya malah belum pernah baca Laila Majnun.

      Delete
  2. Penasaran genre amore dan sudah terjawab di sini. Thanks sharingnya.

    ReplyDelete