Skip to main content

Situs Gramedia Writing Project Bertransformasi

Di artikel sebelumnya saya sempat membahas writing platform di Indonesia, salah satunya GWP (klik di sini). Namun di saat itu tampilan GWP masih lawas, sekarang GWP telah bertransformasi dengan tampilan yang lebih fresh. Alamat situs yang semula gwp.co.id pun berganti menjadi gwp.id.

Gramedia Writing Project

Sebelum membahas perbedaan GWP dulu dan sekarang, kenalan sebentar yuk dengan GWP. Apa sih GWP itu? Gramedia Writing Project alias GWP adalah
platform menulis yang dinaungi oleh Gramedia. Siapa pun yang menulis di GWP memiliki kesempatan diterbitkan karyanya dalam bentuk digital ataupun cetak oleh penerbit yang tergabung dalam Gramedia. Penerbit tersebut adalah Gramedia, Elexmedia, Grasindo, BIP, KPG, dan M&C. Satu lagi ada Rekata (bukan penerbit). Sejauh pengetahuan saya, Rekata itu yang memproduksi short movie Tak Ada yang Gila di Kota Ini. Dengan banyaknya penerbit yang bergabung, maka peluang penulis agar tulisannya dilirik penerbit tentu besar ya.

Apa bedanya GWP yang dulu dan sekarang?

Situs GWP yang baru memiliki interface lebih menarik. Selain itu ada tambahan fitur langganan cerita, mengikuti, dan notifikasi. Kalian bisa berlangganan cerita yang ingin kalian baca dan melihatnya kembali di pilihan koleksiku. Jika masuk ke profil tampilannya akan seperti di bawah ini (tampilan jika log in ke akun anda). Di profil menampilkan deskripsi/bio dan jumlah cerita yang kalian tulis, baik yang sudah kalian published atau yang masih berupa draft. Kalian juga bisa menautkan akun media sosial di profil.

Gramedia Writing Project

Ketika kalian membaca cerita, pada setiap bab akan ada fitur vote dan komentar. Daftar bab dalam cerita juga ditampilkan, sehingga memudahkan untuk memilih bab. Sayangnya, masih ada beberapa kekurangan, terutama ketika menulis. Terkadang muncul simbol-simbol di bagian tertentu, jika tulisan disalin dari Word. Lalu, kata-kata yang semula italic ataupun bold pun berubah, sehingga harus diedit lagi satu per satu. Tentu hal itu membuat tidak efisien.

Untuk saat ini GWP belum tersedia dalam bentuk aplikasi di mobile, tentunya sedang proses pengembangan. Situs GWP pun juga masih dalam perbaikan terus menerus agar penulis dan pembaca nyaman ketika menulis ataupun membaca.

Bagi kalian yang sudah memiliki akun di situs GWP yang lama, jangan khawatir, akun kalian tidak hilang. Kalian bisa log in dengan akun lama tersebut. Tulisan-tulisan yang dulu juga masih ada di situs baru ini. Jika kalian belum punya akun GWP buruan bikin.

Harapan saya ke depan semoga web GWP lebih mobile friendly, secara saya lebih sering nulis lewat HP daripada laptop. Apalagi di web GWP ini saya pertama kali mengunggah cerita fiksi yang saya tulis. Sebelumnya juga punya akun Wattpad, tapi hingga saat ini belum ada cerita yang saya unggah. Sementara itu, di web GWP ada tiga cerita yang saya unggah. Salah satunya cerita horor misteri yang berjudul Piala Kehormatan. Silakan klik di sini kalau mau membaca cerita saya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Review Novel The Dry (Jane Harper)

Setelah sekian lama tidak menulis di Blog, hari ini saat memeriksa catatan di ponsel, saya menemukan beberapa review singkat yang saya tulis tahun 2022, tapi hanya tersimpan begitu saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk menayangkannya di Blog. Silakan simak review singkat novel The Dry, barangkali jika Anda belum membacanya, review ini bisa berguna. Novel The Dry ditulis oleh Jane Harper dan diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pan Macmillan Australia Pty Ltd. Kemudian di Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 440 halaman ini berlatar di kota tandus bernama Kiewarra. Kemarau berkepanjangan & kematian satu keluarga, lebih dari cukup untuk membuat orang-orang ingin menjauh dari Kiewarra. Namun Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya itu untuk menghadiri pemakaman sahabatnya, Luke Hadler. Selain menghadiri pemakaman, Aaron juga menyelidiki motif di balik pembantaian keji itu. Namun ia justru dipaksa mengingat masa lalu menyakitkan dan alasannya harus...