Skip to main content

Review Drama Korea Mr. Queen

Drama Korea Mr. Queen adalah salah satu drama yang saya tonton ketika masih on going, selain drama True Beauty (Tapi, True Beauty sampai sekarang belum selesai saya tonton, antusias saya menurun di pertengahan episode). Berbeda dengan Mr. Queen, saya selalu antusias menanti episode selanjutnya. Drama Korea Mr. Queen diadaptasi dari drama mandarin dengan judul Go Princess Go. Drama bergenre romance comedy ini berjumlah 20 episode dengan durasi rata-rata 1 jam. Saat ini Mr. Queen sudah tamat, tapi kabarnya akan ada spin off, entah kapan akan tayang.

Premis Mr. Queen

Mr. Queen menceritakan seorang Chef di Rumah Biru bernama Jang Bong Hwan (diperankan oleh Choi Jin Hyuk), yang difitnah oleh rekannya sehingga harus berurusan dengan polisi. Ketika Bong Hwan mencoba kabur dari polisi, ia justru terjatuh dari apartemennya dan tercebur ke dalam kolam renang di bawah apartemen. Di waktu dan ruang berbeda, seorang calon ratu bernama Kim So Yong melompat ke dalam danau kerajaan. Saat itulah jiwa mereka bertemu. Jiwa Bong Hwan pun masuk ke tubuh So Yong. Sementara itu tubuh Bong Hwan di dunia masa kini mengalami koma. Mendapati dirinya bangun dengan sosok yang berbeda, Bong Hwan mencoba untuk kembali, tapi usahanya gagal. Ia terpaksa harus hidup sebagai Ratu dan terseret ke dunia politik kerajaan yang penuh dengan intrik.

Menurut saya premis Mr. Queen ini menarik, terlepas dari adegan tercebur ke kolam (ataupun danau, sungai) agar tokoh bisa pindah ruang dan waktu, yang sudah beberapa kali ada di drama sageuk. Namun, Mr. Queen ini dikemas berbeda. Karakter Bong Hwan yang kocak dalam wujud ratu ini memberi warna tersendiri, membuat ceritanya berbeda dari drama sageuk umumnya. Meskipun drama sageuk tidak lepas dari dunia politik, tapi Mr. Queen ini tidak selalu bikin tegang kok. Ada momen-momen yang bikin ngakak, karena saking lucunya. 

Selama saya nonton Mr. Queen jalan ceritanya tidak bikin bosan, walaupun disisipi adegan tokoh pendukung lain yang sebenarnya tidak ngaruh ke plot. Tapi, saya pikir porsinya juga tidak berlebihan, jadi tidak masalah. Transisi antara adegan juga mulus, tidak terkesan patah.

Tokoh-tokoh Mr. Queen

Para aktor di Mr. Queen ini patut diacungi jempol. Saya sangat terkesan dengan peran Shin Hye Sun sebagai Ratu/Kim So Yong. Shin Hye Sun sangat menjiwai karakter Ratu yang dirasuki jiwa Bong Hwan yang genit dan slengekan. Sementara kalau ingat peran Shin Hye Sun di Stranger itu ya ampun bagaikan langit dan bumi. Ini menunjukkan kalau kemampuan akting Shin Hye Sun memang keren.

Akting Kim Jung Hyun sebagai Raja Cheoljong juga keren. Diceritakan bahwa Raja Cheoljong memiliki 'dua wajah'. Wajah pertama adalah yang dia tunjukkan ke orang umum, wajah lainnya adalah yang hanya ditunjukkan ke orang-orang yang dia percayai. Dua wajah itu sangat kontras berbeda dan Kim Jung Hyun menunjukkan perubahan itu melalui ekspresi, tatapan, gerak-gerik dengan sangat baik.

Selain dua tokoh utama yang mencuri perhatian, beberapa tokoh pendukung juga tidak kalah menarik perhatian, misalnya tokoh Dayang Choi dan Hong Yeon. Mereka adalah dayang yang setia ada di sisi Ratu. Dayang Choi adalah dayang paling cerewet yang selalu menasihati Ratu agar bersikap lebih sopan dan jangan melakukan keanehan-kanehan. Ekspresi Dayang Choi hampir selalu datar, tapi sebenarnya dia menyimpan kekesalan yang akan dia luapkan dengan berteriak-teriak di tempat sepi (Asli adegan ini bikin ngakak).

Sementara itu, Hong Yeon adalah dayang muda yang sejak kecil sudah tinggal bersama Ratu, sehingga tahu bagaimana Ratu sejak dulu. Hong Yeon adalah dayang pertama yang dilihat Bong Hwan saat dia terbangun dalam wujud Ratu. Hong Yeon sempat terlibat cinta segitiga antara Kim Hwan dan Byeolgam Hong (Tapi bromance-nya Kim Hwan sama Byeolgam Hong itu kuat banget). Saya berharap banget spin-off Mr. Queen akan menceritakan kisah Hong Yeon.

Tokoh pendukung lain, yang ada di sisi Raja adalah Pangeran Yeongpyeong, Byeolgam Hong, dan Selir Jo Hwa Jin. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Raja yang mengetahui wajah asli raja dan tujuannya. Mereka membantu dan mendukung Raja untuk mewujudkan impian Raja.

Selanjutnya ngomongin tokoh antagonis yang perannya untuk menghalangi tujuan tokoh utama terwujud. Mereka adalah beberapa orang dari klan Andong Kim dan klan Poongyang Jo yang korupsi dan haus akan kekuasaan. Klan Andong Kim digerakan oleh Kim Jwa Geun yang juga adik dari Ibu Suri Agung. Dia sekaligus berperan dalam mempertahankan posisi Ibu Suri Agung di dunia politik. Kim Jwa Geun memiliki putra angkat bernama Kim Byeong In. Sejak kecil Byeong In dan So Yong tumbuh bersama. Sejak itu juga dia menyukai So Yong, tapi dia memendam perasaannya itu. Awalnya saya tidak terkesan sih sama tokoh Byeong In, tapi memasuki episode 19 entah kenapa saya sedih lihat nasib Byeong In (ya gitu nasibnya second lead di drama sageuk).

Overall, drama Mr. Queen memuaskan. Ending-nya juga cukup adil (mungkin tidak untuk Byeong In) dan tidak dipaksakan. Tokoh-tokohnya memiliki karakter yang kuat. Karakter tokoh Bong Hwan memberikan angin segar, sehingga Mr. Queen tidak tampak seperti drama sageuk umumnya. (Seluruh episodenya bisa kalian tonton di Viu ya.)

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...