Skip to main content

Ulasan the Addams Family (2019)

Ulasan ini memang terlalu terlambat, muncul saat filmnya sudah turun dari bioskop berminggu-minggu lalu. Tapi tidak apa-apa, siapa tahu kalian penasaran film macam apa the Addams Family ini.

Semestinya the Addams Family animasi ini tayang di bioskop Indonesia lebih awal di bulan Oktober, tapi tidak tahu kenapa mundur jauh. Memang sempat tayang midnight awal Oktober sih di Semarang, tapi cuma sebentar. Entah karena kalah saing dengan film-film lain atau bagaimana. Kenyataannya waktu saya ke salah satu bioskop dekat rumah saya jadwal the Addams Family dibatalkan semua. Jadi saya harus pindah bioskop. Dan, memang sepi juga tapi tidak sampai dibatalkan. Padahal saat itu weekend. Entah bagaimana di kota-kota lain.

Saya sempat heran kenapa sedikit peminatnya. Padahal menurut saya film dark comedy ini melegenda. Awalnya the Addams Family ini adalah TV series yang tayang pada tahun 1964 - 1966. Kemudian muncul versi filmnya tahun 1991 dan 1993. Di versi film pemeran Wednesday Addams adalah Christina Ricci yang juga dikenal bermain di film Casper. Sementara pengisi suara di versi animasi (2019) adalah Chloë Grace Moretz.

Selain Chloë, pengisi suara the Addams Family diwarnai dengan aktor-aktor terkenal, misalnya Finn Wolfhard. Finn naik daun berkat perannya di Stranger Things dan It. Finn mengisi suara Pugsley Addams. Tapi karena ini imajinasi saya terhadap Pugsley sedikit ngawur. Setiap melihat Pugsley langsung ingat wajahnya Finn. Lalu, ada juga Charlize Theron yang pernah menyabet penghargaan Golden Globe Award dan Academy Award. Charlize pernah berperan di film Mad Max: Fury Road dan Snow White and the Huntsman.

Wednesday Addams amigurumi
Wednesday Addams Amigurumi ©

Film the Addams Family berkisah tentang suatu keluarga yang pindah dari tanah asalnya, karena diusir. Ketika tinggal di tempat baru ada saja seseorang yang mengusik kehidupan mereka, lagi. Bersamaan dengan acara besar yang berlangsung di rumah keluarga Addams, seorang pembawa acara televisi berniat membongkar rahasia keluarga tersebut dan mengusirnya.

Plot cerita memang sederhana, tapi pesannya dalam. Jadi, keluarga Addams ini dianggap monster dan aneh. Alasan tersebut dijadikan oleh si tokoh antagonis untuk mengusik mereka. Keluarga Addams dianggap tidak pantas hidup berdampingan dengan warga normal (anggapan mereka). Kisah tersebut relate banget kan dengan hal-hal yang pernah terjadi di sekitar kita. Kita kadang atau malah sering menemui diskriminasi di negeri ini, hanya karena hal sepele.

Saya suka opening the Addams Family yang langsung menunjukkan masalah yang dihadapi para tokoh. Opening seperti itu lebih menarik daripada opening yang datar. Namun alur selanjutnya malah terasa sedikit membosankan. Ada beberapa bagian yang menurut saya tidak terlalu berimbas ke alur. Sementara itu bagian Wednesday sekolah dan pembawa acara datang ke rumah keluarga Addams itu menarik. Menurut saya adegan tersebut menjadi penting, karena dapat menggerakkan alur.

Sampai sekarang sejujurnya saya penasaran dengan lubang besar di rumah keluarga Addams. Rumah itu memang hidup. Saya berharap ada misteri yang lebih gelap tentang rumah itu. Mungkin misteri itu disimpan untuk the Addams Family 2. Mungkin.

Comments

  1. Wow sering denger tapi belum sempat nonton. Jadi penasaran lihat kenapa mereka dibully. Thanks sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir ke blogku. Coba tonton, dvd-nya sudah keluar kalau nggak salah.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...