Skip to main content

Review Film Dear Ex (Kepada Mantan)

Kalau tidak salah saya lihat trailer Dear Ex di channel You Tubenya Netflix, langsung tertarik sama plot ceritanya. Ya, Dear Ex merupakan original film dari Netflix. Film berbahasa China ini release tahun 2018, berkisah tentang seorang remaja yang terjebak dalam perseteruan ibunya dengan seorang lelaki yang menjadi pewaris asuransi ayahnya. Rupanya lelaki itu juga merupakan kekasih ayahnya.

Saya speechless sama tokoh Liu Sanlian (diperankan oleh Ying-Xuan Hsieh). Dia benar-benar menggambarkan sosok Ibu yang cerewet, rela melakukan apa pun bahkan hal memalukan demi masa depan anaknya. Song Chengxi (diperankan oleh Joseph Huang) sampai kesal dengan ibunya yang super cerewet dan berisik itu. Sanlian saya gambarkan sebagai tokoh yang depresi karena rumah tangganya yang berantakan, mungkin itu yang membuat dia jadi uring-uringan. Sementara itu Chengxi tumbuh menjadi anak yang introvert dan suka cari masalah. Terbukti dengan teman-temannya yang takut sama dia.

Bagaimana dengan sosok Ayah dan pacarnya? Song Zhengyuan (diperankan oleh Spark Chen) sosok Ayah yang misterius menurut saya, sebelum semuanya terkuak. Sementara itu pacarnya, Jay, seorang sutradara teater yang tidak kalah bermasalah hidupnya. Sanlian dan Chengxi selalu berpikir Jay adalah orang jahat. Jay sudah mengambil sosok suami sekaligus ayah dalam keluarga kecil yang mereka anggap bisa bahagia.

Tak kalah keren dari akting Ying-Xuan, Roy Chiu sebagai Jay aktingnya juga keren. Ketika saya lihat interaksi antara Jay dan Zhengyuan, itu seperti asli. Saya agak merinding sebenarnya dengan tatapannya Jay ke Zhengyuan. Tahulah ya tatapan yang berbicara, hahaha…

Seperti yang kita ketahui kalau suka sesama jenis itu masih tabu banget di Indonesia. Tapi, di Dear Ex saya melihatnya sebagai hubungan partner yang saling dukung. Saya bahkan sempat meneteskan air mata waktu adegan flashback. Duh saya tidak antisipasi sama adegan sedih. Tadinya saya kira film ini lebih banyak komedinya.

Saya menggambarkan tokoh Jay yang kelihatannya jahat dan cuek, tapi sifat aslinya benar-benar berbeda dari apa yang terlihat (Jadi, jangan suka menghakimi orang tanpa tahu lebih dalam.). Bahkan saat Chengxi kurang ajar dengan ibunya karena jengkel, Jay memarahinya. Di film Dear Ex ini Jay justru seolah jadi penengah antara Chengxi dan Sanlian.

Selain karakter tokoh-tokohnya yang kuat, saya suka narasi pembuka oleh Chengxi. Chengxi bilang kalau orang dewasa berusaha menutup-nutupi sesuatu dengan mengatakan hal yang tidak masuk akal. Intinya Chengxi padahal sudah tahu kenyataan tentang ayahnya tapi ibunya tetap berbohong.

Durasi film Dear Ex sekitar 1,5 jam, dengan alur cerita cepat tidak akan membuat bosan. Semuanya dijelaskan dengan baik dan dari sudut pandang Sanlian, Jay, dan Chengxi. Jadi sebagai penonton kita akan paham bagaimana perasaan Chengxi sebagai anak yang keluarganya kacau, Sanlian sebagai wanita yang ditinggalkan suaminya dengan alasan yang tidak bisa dia terima, dan Jay sebagai seorang yang ‘berbeda’ harus bersembunyi dari keluarganya sendiri dan kehilangan orang yang paling dia cintai.

Gimana kalian penasaran kah? Kalau mau tahu bagaimana perjalanan Sanlian merebut asuransi dari Jay demi putranya tonton saja film Dear Ex di Netflix. Endingnya tidak terduga lho.

Comments

  1. Kayaknya keren nih, nanti nonton deh kalau sempet hehehe Thankyou udah rekomendasi film ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip. Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa siapin tisu pas nonton kalau termasuk gampang nangis. 😁

      Delete
  2. keren nih film.. cerita tentang mengiklaskan dan menerima kenyatan hidup,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...