Skip to main content

Review Along with the Gods: The Two Worlds

Film Korea Along with the Gods atau Singwa Hamkke Sarat akan Pesan Mendalam 

Baru-baru ini saya menonton film Along with the Gods. Simak review saya berikut, siapa tahu kalian belum nonton dan putuskan sendiri worth it atau tidak untuk ditonton (Kalau menurut saya worth it banget!).

Genre : Fantasi, Drama 
Aktor : Ha Jung Woo, Cha Tae Hyun, Ju Ji Hoon, Kim Hyang Gi 
Durasi : 139 menit 
Tanggal rilis : 5 Januari 2018 (Indonesia)

Along with the Gods bercerita tentang tiga Grim Reaper (Gang-rim, Haewonmak, dan Lee Deok Choon) yang membantu jiwa seorang pemadam kebakaran (Kim Ja Hong) untuk melalui sidang selama 49 hari agar bisa reinkarnasi. Ja Hong harus melalui percobaan tentang ketidakjujuran, kemalasan, ketidakadilan, pengkhianatan, kekerasan, pembunuhan, dan kedurhakaan. Percobaan tersebut dimulai dari yang teringan ke terberat dan tidak ada yang tahu urutannya kecuali Raja Yeomra. Di balik itu Gang Rim, Haewonmak, dan Deok Choon juga memiliki tujuan tersendiri. Apa tujuannya? Silakan nonton. 

Saya suka dengan premis AWTG serta idenya yang menarik. Cerita fantasi selalu bisa menarik buat saya, karena cakupan imajinasinya luas. Alur cerita di film ini maju mundur, tentu saja karena para Grim Reaper harus menunjukkan berbagai bukti semasa Ja Hong hidup demi memenangkan peradilan, di situlah beberapa flashback muncul. Tapi tenang saja itu tidak akan membuat bosan atau kebingungan. Saya tetap menikmati alur tersebut. 

Hal yang tidak saya sangka, bahwa film ini sangat menguras air mata. Awalnya saya pikir AWTG seperti kebanyakan film fantasi yang hanya menyuguhkan petualangan yang seru. Ternyata tidak hanya unsur petualangan yang seru, AWTG juga menyuguhkan drama keluarga yang sangat menyentuh. Saya biasanya menghindari film-film sedih karena gampang nangis. Film ini benar-benar berhasil membuat saya menangis hingga akhir. 

Banyak sekali pesan-pesan moral mendalam yang dapat dipetik dari film AWTG, tentang kasih sayang antara ibu dan kedua anaknya; tentang penebusan karena rasa bersalah; tentang pengorbanan; tentang kesetiakawanan; tentang kepercayaan; tentang memaafkan. Selain itu ada hal menarik saat pengadilan berlangsung, kayak misalnya melakukan kejahatan untuk kebaikan atau melakukan kebohongan untuk kebaikan, lha gimana itu? Namanya kejahatan tetap kejahatan kan. Tapi ternyata memang tidak mungkin serba absolut (Tiba-tiba jadi teringat novel Absolut Justice, relate banget.). Kalian akan memahaminya melalui perjalanan arwah Ja Hong di neraka. 

Sudah ngomongin alur dan pesan, nah tidak lengkap kalau tidak ngomongin tokoh. Empat tokoh utama di sini memang kuat banget karakternya. Saya paling suka dengan karakter Deok Choon dan Haewonmak. Deok Choon itu tokoh yang warm dan terlihat tulus banget. Dia juga care dengan Ja Hong, buktinya dia mau mendengarkan cerita Ja Hong selama perjalanan. Haewonmak kayaknya saja cuek, tapi sebenarnya peduli dan orang yang setia kawan, terlepas dari pendapatnya yang kadang berlawanan dengan Gang Rim. Dia kalau ngomong ceplas-ceplos dan itu bikin ketawa. Ja Hong sendiri juga seorang karakter yang menarik. Sebagai manusia sih saya bilang Ja Hong termasuk orang yang baik banget, tapi tetap saja ada celah di persidangan. Sementara itu, Gang Rim adalah seorang yang berkarisma, jadi tidak heran dia menjadi kapten bagi Haewonmak dan Deok Choon. Di antara ketiga Grim Reaper tersebut, Gang Rim lah satu-satunya yang masih memiliki ingatan masa lalu. 

Film ini penuh dengan efek visual. Saya tidak terlalu paham dengan kualitas efek visual, tapi tetap terkesan dengan efek visual di film ini. Saya suka efek visual saat Gang Rim dan Haewonmak bergerak dengan cepat pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Terus visual efek di Volcano Damned dan neraka kekerasan juga kece. 

Entah kenapa saya ini termasuk pecinta plot twist, rasanya hambar kalau tidak ada plot twistnya (Orang hidup saja ada plot twistnya.). Kalian akan menemukan beberapa plot twist di film ini. Saya sendiri sama sekali tidak menduganya. Bahkan hingga akhir film ini, masih ada beberapa misteri yang belum terkuak, tentu saja dibuat demikian karena ada sekuelnya. Saya excited sekali untuk menonton sekuelnya, yaitu Along with the God: The Last 49 Days. Di akhir cerita memang disebutkan bahwa adik dari Ja Hong akan menjadi arwah ke 49 yang akan Gang Rim, Haewonmak, dan Deok Choon bimbing. Jadi sekuelnya kurang lebih akan menceritakan hal tersebut. Yang membuat saya penasaran sih justru bagaimana nasib Gang Rim, Haewonmak, dan Deok Choon; sudah gitu penasaran juga dengan masa lalu mereka seribu tahun lalu. 

Quote Along with the Gods: "Semua manusia hidup dengan dosa, hanya beberapa manusia yang mempunyai keberanian untuk meminta maaf. Dan hanya sedikit dari mereka yang benar-benar dimaafkan." - Raja Yeomra

Comments

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...