Skip to main content

Cafe Joko Kopi di Kota Ungaran

Alamat: Jalan Gedongsongo No.9, Kelurahan Candirejo, Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang, Jawa Tengah 50512
Jam buka: 12:00 - 00.00 (Menurut google maps, tapi untuk lebih detail follow instagramnya. Mereka selalu update jam buka.)


Saya sudah lama ingin nongkrong di cafe Joko Kopi ini, akhirnya kesampain. Padahal sih dekat sama rumah saya. Letak Joko Kopi ini bisa dibilang kurang strategis, karena bukan di pusat keramaian kota Ungaran. Tapi jangan salah pengunjungnya banyak. Sebagai patokan, Joko Kopi ini letaknya sekitaran Kampus Ngudi Waluyo, tapi masih masuk beberapa meter lagi dan dari jalan utama Joko Kopi ada di sebelah kanan.


Area parkir Joko Kopi sangat luas, jadi yang bawa mobil tidak perlu khawatir. Hanya saja parkirnya bayar. Sementara itu area dalam juga luas yang terdiri dari dua lantai. Bagi yang merokok pun disediakan smoking area. Lalu ada juga tempat duduk outdoor. Kalau mau menyaksikan pemandangan gunung ungaran dan sawah lebih jelas pilihlah tempat duduk di lantai dua atau pun lantai satu bagian luar.
Joko Kopi
Dok. pribadi
Menu kopi di Joko Kopi sangat bervariasi, ada speciality coffee (single origin) hingga non kopi. Untuk single origin bisa memilih metode seduh, yaitu tubruk, plunger/french press, atau pour over. Harga terbilang standar, malahan murah untuk cita rasa kopi yang berkualitas.


Saya kalap dong pesan kopi di Joko Kopi, sampai minum dua cangkir. Tadinya saya cuma pesan Paket Pendekar, tapi tergoda dengan single origin, maka saya memutuskan pesan Flores Robusta yang pakai metode pour over. Paket Pendekar apa sih? Paket Pendekar itu terdiri dari satu sloki espresso, satu cangkir cappuccino, dan air putih. Sudah minum segitu banyak masih nyendok affogato punya Kakak saya juga. Rakus bener.
Kopi Joko Kopi
Dok. pribadi
Cappuccino dan espresso yang sepaket itu cita rasa kopinya sama, tapi kurang tahu blend-nya apa saja. Saya merasakan cita rasa fruity dan pahit yang kuat, untuk acidity mungkin medium (Kurang yakin juga, haha…). Untung lah ya yang satunya saya pesan Flores Robusta untuk mengimbangi kopi Paket Pendekar dengan acidity itu. Flores Robusta adalah kopi tanpa acidity. Cita rasanya sudah lupa saya, tapi kalau dari menu tercantum sweet/tobacco/chocolate/nutty. Kalau rasa pahitnya sih tidak begitu tajam dan cenderung light menurut saya. Beneran lebih pekat Paket Pendekar. Lol.


Selain kopi, di Joko Kopi juga menyediakan minuman non kopi yang variasinya banyak. Milk based drink dengan rasa thai tea, taro, red velvet, green tea, vanilla, caramel, mint, bahkan ginger. Minuman yang light juga ada. Makanan berat dan snack-nya pun bermacam-macam, mulai dari nasi goreng, mie, rice bowl, onion ring, roti bakar, hingga mendoan. Dessert juga ada lho. Kurang lengkap apa coba.


Cafe Joko Kopi pokoknya recommended banget. Saya pasti akan kembali berkunjung. Oh iya colokan, tampaknya benda itu tidak saya lihat ada di meja-meja pengunjung. Berarti murni untuk nongkrong lah, kecuali Anda bukan pejuang colokan seperti saya.


Kalau lewat kota Ungaran mampir sebentar ke Joko Kopi ya. Thanks sudah menyimak ulasan saya. Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar.

Comments

  1. Sya akhir2 ney jg suka nongki d kedai kopi... Keren tulisannya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Kak. Btw, saya perempuan. 😁

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Novellete, Novela, dan Novel

NOVELETTE, NOVELLA, DAN NOVEL Membicarakan mengenai karya sastra, novel merupakan salah satu yang menjadi favorit. Novel sendiri sebenarnya memiliki ‘saudara dekat’, yaitu novelette dan novella. Kebanyakan orang mungkin lebih mengenal novel daripada novelette dan novella. Sebenarnya di toko buku novelette dan novella dapat dengan mudah ditemukan. Namun, orang lebih suka menyebutnya sebagai novel mini. Apa sih perbedaan antara novelette, novella, dan novel? Perbedaan ke tiganya ada pada jumlah kata yang digunakan. Novelette Pada umumnya novelette lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari novella. Karya sastra fiksi ini memiliki jumlah kata sebanyak 7500 – 17000 kata. Jumlah kata yang relatif sedikit ini menjadikan novelette cocok untuk dibaca sekali selesai. Salah satu contoh novelette adalah A Christmas Carol oleh Charles Dickens, The Doll and One Other oleh Algernon Blackwood. Novella Novella memiliki cerita yang lebih panjang dari novelette dan bia...

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...