Skip to main content

Buku yang Saya Baca Januari 2019

Berapa banyak buku yang saya baca bulan Januari 2019? Syukurlah saya membaca tiga buku bulan ini. Sebenarnya ada e-book non fiksi juga yang saya baca, tapi belum selesai. Silakan simak ulasan saya siapa tahu bisa dijadikan pedoman buku apa yang harus Anda baca, ketiganya adalah buku fiksi.

Enigma Pasha

5 Januari 2019 12:20 baru saja selesai membaca Enigma Pasha
Penulis : Akaigita
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 264
Tahun terbit : 2018

Novel young adult berjudul Enigma Pasha menjadi buku pertama yang saya baca di tahun 2019. Saya memang sudah lama mengincar novel ini. Novel Enigma Pasha merupakan jebolan dari Gramedia Writing Project Batch 3. Sebelum kompetisi berakhir saya memang sudah baca di web GWP dan langsung jatuh cinta. Akhirnya bisa membaca dalam bentuk bukunya.

Sesuai dengan judulnya enigma yang berarti teka-teki, novel ini menyuguhkan teka-teki tentang seorang cowok bernama Pasha. Pasha adalah murid pindahan dari SMA Adigana. Ketika awal masuk sekolah di SMA Baswara dia mengaku sudah membaca data pribadi semua anak di kelasnya. Sella sebagai teman sebangkunya pun bertanya-tanya tentang asal-usul cowok itu. Namun, lambat laun Sella dapat berteman dengan cowok misterius itu.

Memang tidak seru kalau teka-teki cuma secuil. Pasha ini sukses membuat penasaran tidak hanya Sella tapi juga saya. Dia meninggalkan jejak-jejak yang kemudian berusaha Sella ikuti, tapi itu justru membawanya pada jebakan yang sama sekali tidak terduga. Sampai sejauh ini sudah penasaran?

Saya sangat suka gaya penulisan di novel ini, mengalir, mudah diikuti, membuat saya dapat membayangkan adegan dengan baik. Ngomong-ngomong di novel ini ada unsur bisbolnya (Iya lah covernya aja sudah menunjukkan). Kebetulan saya cukup familiar dengan olahraga softball, meskipun memiliki perbedaan tapi prinsipnya sama lah jadi tidak membuat saya bingung dengan istilah-istilah dan adegan di dalam novel. Namun mungkin untuk beberapa orang yang kurang familiar dengan olahraga ini cukup kebingungan, tapi bisa googling kalau penasaran.

Alur cerita novel ini tidak ketebak, itu memberikan sensasi tersendiri. Kalian tidak akan berhenti membaca sampai semua pertanyaan di kepala kalian terjawab. Saya suka cerita yang penuh misteri, jadi novel ini cocok banget sama tipe saya (Eh dikira pilih cowok, pake tipe-tipean segala). Tokoh-tokoh di cerita ini juga kuat, sangat membekas setelah selesai membaca. Menurut saya tokoh Pasha itu memiliki karisma yang tidak tertandingi. Sedangkan tokoh Sella menurut saya cool, walaupun dia adalah sosok Rapunzel di dunia nyata.

Padahal tanpa disadari, kita juga butuh orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri.

The Hate U Give (THUG)

20 Januari 2019 13:45 baru saja selesai membaca THUG
Penulis : Angie Thomas
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 488
Tahun terbit : 2018

Memenangkan Goodreads Choice Awards 2017 untuk kategori YA Fiction dan Debut Author, novel THUG ini sangat fenomenal guys, terlebih karena tema yang diusung. Novel ini juga merupakan The New York Times Bestseller lho. Keren ya!

Bercerita tentang gadis kulit hitam berusia enam belas tahun, Starr Carter, yang tinggal di lingkungan kumuh. Dia bersekolah di SMA bergengsi di pinggiran kota. Lingkungan tempat tinggal dan sekolah, keduanya adalah dunia yang berbeda seratus delapan puluh derajat. Dia berusaha menjaga keseimbangan di antara keduanya, tapi berantakan ketika dia menjadi satu-satunya saksi mata atas tragedi penembakan oleh polisi terhadap sahabatnya, Khalil.

Kasus tersebut langsung menjadi tajuk utama, tapi justru Khalil disebut-sebut sebagai pengedar narkoba. Lalu terjadi demo besar-besaran untuk menuntut keadilan. Banyak orang yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Khalil. Hanya Starr yang bisa menjawab semua itu, tapi tidak mudah baginya untuk berbicara. Bisa jadi pengakuannya akan menghancurkan lingkungannya, bahkan dia dan keluarganya.

Isu rasis memang masih menjadi PR di dunia ini, tidak terkecuali Amerika di Indonesia juga. Novel ini menurut saya menjadi contoh betapa berharganya setiap individu tidak peduli apa agama, ras, atau suku mereka. Setiap individu berhak memperoleh keadilan seadil-adilnya. Selain itu novel ini juga mengajarkan bahwa kita harus berani berbicara sejujurnya demi perubahan yang lebih baik. Terkadang memang banyak tekanan, apalagi jika kita kaum minoritas. Inilah yang dirasakan Starr.

Novel ini juga sudah difilmkan dengan judul yang sama, release Oktober 2018. Tokoh Starr diperankan oleh Amandla Stenberg. Saya ingat banget Amandla ini yang main di Hunger Games, jadi Rue (Dia sudah gede sekarang, kayanya baru tahun kapan sih Hunger Games. Seketika saya merasa tua). Apakah film dengan novelnya sama persis? Saya kurang tahu, belum nonton. Haha...

Karakter yang paling saya sukai di sini tentu saja Starr, tapi saya juga suka Seven gimana dia berusaha menjaga adik-adiknya, sungguh sweet. Dan yang tidak ketebak karakter Chris, kupikir dia akan menjadi berbalik arah kalau tahu hal-hal yang disembunyikan oleh Starr. Syukurlah dia tetap menjadi baik hingga akhir. Saya apresiasi karakter Chris. Dia ini bagaikan oasis, karena dia sama sekali tidak rasis meskipun orang berusaha rasis terhadapnya sekali pun.

Selain dari segi moral value yang deep banget, alur cerita, dan tokoh, saya juga sangat suka judul novel ini. THUG tidak hanya sekadar judul, ada arti lebih dalam dari The Hate U Give (Benci yang Kautanam). Thug secara harafiah memiliki beberapa arti kalau dilihat di kamus bahasa inggris, bisa berarti penjahat atau membunuh. Arti lebih dalam yang dimaksud di dalam novel ini adalah kebencian yang masyarakat berikan pada generasi masa kini akan berbalik kepada mereka. Judul saja sudah keren apalagi isinya. Kalian harus baca, worth it sekali!

Berani bukan berarti kau tidak takut. Tapi tetap mau melanjutkan walaupun kau takut.

Animal Farm

23 Januari 2019 13:35 baru saja selesai membaca Animal Farm
Penulis : George Orwell
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 144
Tahun terbit : 2015

Animal Farm adalah karya legendaris Orwell yang dianugerahi Retro Hugo Award (1996) untuk novela terbaik dan Prometheus Hall of Fame Award (2011). Novel alegori politik ini mampu membuat pembaca terhenyak, sesekali juga jadi kesal. Menurut saya pesan yang disampaikan melalui novel ini juga masih relevan dengan dunia politik zaman sekarang (Kadang saya mikir ke mana-mana apalagi tahun 2019 ini adalah tahun politik. Ups... Abaikan!).

Animal Farm berkisah tentang pemberontakan binatang terhadap manusia yang akan terjadi di masa akan datang. Si babi tua bernama Major lah yang meramalkan hal tersebut. Tak lama setelah itu kekuasaan manusia digulingkan oleh dua babi cerdas bernama Snowball dan Napoleon. Namun kemerdekaan binatang-binatang itu tidak bertahan lama, ketika salah satu di antara pemimpin mengambil alih kekuasaan dan menggulingkan pemimpin lainnya dengan cara kotor (Iya guys kotor sekali! Saya ngetiknya sambil kesal lho ini!).

Menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi penuturan cerita lebih luas. Itu juga yang membuat pembaca segera tahu fakta-fakta yang binatang-binatang itu tidak ketahui. Di situ saya merasa kesal, tapi gimana juga mereka kan binatang.

Makhluk-makhluk di luar memandang dari babi ke manusia, dan dari manusia ke babi lagi; tetapi mustahil mengatakan mana yang satu dan mana yang lainnya.

Segitu dulu ulasan kali ini, bulan depan saya akan kembali dengan ulasan buku yang saya baca bulan Februari. Yang belum membaca ketiga buku di atas, silakan segera beli dan baca, recommended sekali. Dan jangan segan-segan untuk meninggalkan jejak di kolom komentar, saya tunggu.

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia (Sekuel Klasik Carl Sagan) Oleh Ann Druyan

Buku Kosmos: Aneka Ragam Dunia diterbitkan pertama kali tahun 2019 oleh National Geographic Partners, LLC. Kemudian versi Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2020. Buku ini adalah karya Carl Sagan dan Ann Druyan, peneliti yang pernah tergabung dalam proyek pesan antarbintang Voyager NASA pada tahun 1977. Blurb "Inilah kisah-kisah para penanya tanpa takut yang belum pernah disampaikan, yang pencariannya—bahkan kadang dengan biaya setinggi-tingginya—memberi kita gambaran alam semesta yang baru kita mulai kenali. Dalam buku yang memukau ini Druyan membayangkan masa depan penuh inspirasi yang kita masih bisa dapatkan di dunia ini—jika kita sadar pada waktunya untuk menggunakan sains dan teknologi canggih dengan kebijaksanaan. Siap-siap berlayar ke bintang-bintang!" Review Sejujurnya, saya jarang membaca buku non-fiksi, selain buku pelajaran. Namun saya langsung tertarik dengan buku ini setelah membaca blurbnya. Meskipun buku non-fiksi bertema sains, terny...

Review Novel 24 Jam Bersama Gaspar

Penulis : Sabda Armandio Penerbit : Buku Mojok Halaman : 228 Tahun terbit : 2017 Blurb   Tiga lelaki. Tiga perempuan. Dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam. “Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel, Dewan Kesenian Jakarta 2016)  Novel 24 Jam Bersama Gaspar © Setelah sekian lama memasukkan 24 Jam Bersama Gaspar dalam wishlist , akhirnya buku ini berada di tangan saya dan selesai saya baca bulan Maret lalu. Mengingat saya menyukai Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), makanya saya memburu karya lain Sabda Armandio. Novel 24 Jam Bersama Gaspar mengisahkan tentang perjalanan Gaspar dan teman-temannya dalam merencanakan sebuah peramp...

Review Novel The Dry (Jane Harper)

Setelah sekian lama tidak menulis di Blog, hari ini saat memeriksa catatan di ponsel, saya menemukan beberapa review singkat yang saya tulis tahun 2022, tapi hanya tersimpan begitu saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk menayangkannya di Blog. Silakan simak review singkat novel The Dry, barangkali jika Anda belum membacanya, review ini bisa berguna. Novel The Dry ditulis oleh Jane Harper dan diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pan Macmillan Australia Pty Ltd. Kemudian di Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Buku setebal 440 halaman ini berlatar di kota tandus bernama Kiewarra. Kemarau berkepanjangan & kematian satu keluarga, lebih dari cukup untuk membuat orang-orang ingin menjauh dari Kiewarra. Namun Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya itu untuk menghadiri pemakaman sahabatnya, Luke Hadler. Selain menghadiri pemakaman, Aaron juga menyelidiki motif di balik pembantaian keji itu. Namun ia justru dipaksa mengingat masa lalu menyakitkan dan alasannya harus...